Vicky Shu Vicky Shu (foto: Ibonk)

Vicky Shu

Kepingin Bawakan Musik Sesuai Karakter

Vicky Veranita Yudhasoka kelahiran Cilacap, 8 Juli 1987 yang dikenal dengan nama Vicky Shu, mulai dikenal setelah setelah merilis album di tahun 2011 ‘Drink Me’ dengan lagu andalannya ‘Mari Bercinta’. Label sexy pun kerap melekat padanya, walaupun dia pernah merasa minder dengan bentuk tubuhnya. Pernah menjadi finalis Miss Indonesia di tahun 2007 mewakili Jawa Tengah, penyanyi beraliran pop ini juga piawai memainkan alat musik gitar dan piano.

Mengawali karir sebagai backing vokal dari beberapa musisi selama beberapa tahun membuatnya piawai dalam memecah lagu. Vicky yang enggan disebut model yang terjun dibidang musik ini sejak SMP sudah memainkan alat musik di bandnya kala itu. Penyuka musik swing ini juga mempunyai hobby merancang sepatu yang membuatnya terjun ke dunia fashion dengan label produk Syu Shu. Karena kesibukannya di dunia model dan fashion lama tak terdengar kiprahnya di dunia musik.

NewsMusik sempat berbincang-bincang dengan Vicky mengenai khabarnya saat ini, berikut kutipan perbincangan dengan Vicky :

Apa khabar Vicky
Baik Alhamdulillah

Vicky cerita dong kegiatan kamu akhir-akhir ini apa, sampai akhirnya merilis single ‘Cry Cry’ ?
Kalau aku sekarang ini kebetulan lagi banyak ambil job yang off air, jadi hampir setiap hari pindah antar kota sampai antar provinsi. Alhamdulillah, bahkan sampai antar negara juga untuk mengerjakan pekerjaan sebagai seorang pengamen… Ngamenlah istilahnya, sambil menjalankan beberapa bisnis juga salah satunya yang mungkin sudah dikenal dibidang fashion khususnya sepatu.

Apa yang mendasari Vicky mau terjun ke industri musik ?
Banyak orang salah paham, jadi karena aku pernah ikut serta  dari ajang miss-miss-an itu aku dibilangnya adalah model yang terjun ke dunia musik. Sebetulnya bukan, aku seorang musisi yang pada waktu itu terjebak mengikuti ajang keputri-putrian tersebut. Karena memang basic dari kecil dimusik dulupun aku juga pemain piano dan keyboard. Bahkan pada waktu SMP aku sempat main band dan jadi pemain drum di band itu malah, jadi awalnya aku mempelajari semua alat musik.

Basic dari memainkan beberapa alat musik, akupun mencoba untuk menyanyi misalnya kalau ada perpisahan sekolah, dan kegiatan lainnya. Selain menyanyi juga di band juga kadang sebagai keyboardist dan backing vocal. Terjun di bidang menyanyi kebetulan pada waktu kuliah sampai lulus aku ditawari sebagai backing vocal salah satu band yang terbesar di Indonesia. Dari situ aku mulai merintis menjadi backing vokal, akan tetapi bersamaan aku diminta tolong untuk mewakili Jawa Tengah di ajang Nasional, kebetulan aku berasal dari Cilacap.

Nah! dari situ aku  terjebak untuk mengikuti salah satu ajang keputrian, sejak saat itu banyak orang akhirnya berfikir aku seorang model yang terjun ke dunia musik padahal tidak. Sebetulnya aku adalah seorang musisi yang terjebak, setelah ajang tersebut aku tetap menjadi backing vocal dari beberapa musisi  ternama di Indonesia.

Kenapa dibilang terjebak di dunia model ?
Aku memang tidak merasa menjadi seorang model, karena kalau menjadi model itu aku mempunyai badan yang tinggi langsing, aku merasa biasa-biasa saja. Bahkan pada waktu pemilihan tersebut karena dasarnya memang di musik,  unjuk bakatnya dengan bernyanyi dan bermain musik.

Vicky kan sudah mengeluarkan satu album dan juga beberapa single yang cukup berhasil di pasaran, apa yang Vicky lakukan agar eksistensi kamu bisa panjang di dunia musik ?
Sebetulnya yang paling penting kita jaga adalah hubungan baik dengan orang, kadang banyak orang yang berfikir semata-mata eksistensi adalah muncul ditelevisi. Padahal sebetulnya untuk kita sebagai seorang entertainer, pekerjaan dibelakang itu juga sangat dibutuhkan. Itulah makanya kita harus selalu maksimal, maksimal tidak hanya kita diatas panggung tetapi juga dibelakang panggung bagaimana kita bersikap terhadap orang-orang disekitarnya dari level apapun, segmen apapun kita semua harus baik kita harus jaga.

Karena yang selalu saya fikirkan adalah menjaga hubungan baik jangka panjang. Sampai kapanpun ketika kita memiliki kenangan yang baik, pasti sampai kapanpun orang akan selalu diingat. Jadi tidak sekedar menjadi sesuatu itu sombong atau apa, karena menurut aku itu hanya sesaat dan sifatnya hanya jangka pendek saja. Sangat penting itu attitude buat aku terutama sebagai seorang entertainer.

02 Vicky Shu IbonkVicky Shu (foto: Ibonk)

Siapa yang menjadi idola bagi seorang Vicky di industri musik ?
Kalau musisi luar banyak, karena kebetulan kalau basicly sebenarnya kalau mau nanya aliran musik ku adalah penyanyi Swing. Cuma kebetulan menyesuaikan sebagai musisi di Indonesia, yang menggiring aku akhirnya menjadi seorang musisi pop. Menyanyi lagu pop itu susah, semua jenis musik ataupun semua genre musik itu susah menurut aku, jadi ada tantangannya masing-masing.

Aku paling tidak suka orang yang mengkotak-kotakkan musik, menggangapnya yang ini lebih bagus yang ini tidak.  Menurut aku semua bagus, semua ada tingkat kesulitannya masing-masing, dan kalau aku pribadi dari kecil aku mendengarkan musik klasik. Mulai dari Frank Sinatra, Eralfis Gerald, sampai musik-musik dari setiap era jaman aku suka semuanya aku dengarkan. Baik dari luar negeri maupun Indonesia aku dengerin. Tetapi misalnya kalau ada sedikit patokan dalam melihat bagaimana cara bersikap terhadap orang lain, aku sangat salut terhadap, Krisdayanti.

Kenapa Krisdayanti ?
Karena atensi dia terhadap seseorang itu luar biasa sekali, kenapa aku bilang begitu. Karena pengalaman aku sewaktu aku baru muncul sebagai seorang penyanyi baru dengan single pertamaku ‘Mari Bercinta’ , aku tidak pernah bertemu dengan beliau, , ketemu di mall beliau yang menyapa duluan. Dan bilang saya suka sekali dengan lagu kamu. Buat seorang penyanyi pendatang baru yang belum pernah kenal dan belum pernah ketemu itu adalah seatu apresiasi dan patut dijadikan contoh, bahwa seorang sebesar apapun tidak boleh menjadi sombong.

Tadi sempat disebutkan bahwa Vicky menyukai Swing, apa tantangan terberat Vicky ketika sekarang harus berkompromi dengan genre musik pop saat ini, apa saja kesulitannya ?
Itulah makanya, kompromi dengan pasar kompromi dengan lingkungan itu sangat dibutuhkan, makanya aku terus belajar, karena selalu ada tantangan. Buat aku sebagai seorang penyanyi dengan aliran swing, era-era big band jaman dulu itu untuk menyanyikan lagu yang benar-benar pop ala Indonesia itu tantangannnya luar biasa dan awal-awal apalagi banyak yang suka ngatain, dibilangnya gak bisa nyanyi, dibilang ini itu.

Sebetulnya dalam hati aku pingin teriak bahwa sebetulnya aku bisa nyanyi lho. Cuma ini bukan aliran musik aku dan dibuat aliran musik seperti ini. Tapi memang kita harus sedikit mengkesampaingkan idealisme berkompromi dengan pasar musik di Indonesia dan menurut aku asal stabil dan gak harus selalu besar banget dan harus langsung melompat.

Karena memang menurut aku sesuatu yang gampang naik akan gampang juga jatuhnya, jadi banyak step-stepn-ya. Stabil, banyak belajar , kalau kayak aku untungnya disetiap acara aku bisa menyesuaikan, missal di acara wedding aku bisa menyesuaikan, kebutuhannya apa, lagu pop atau dangdut bahan lagu mandarin dan segala macam aku nyanyikan, nah itu dia pentingnya kompromi menurut aku.

Kebetulan tahun ini aku mendapatkan satu kesempatan berbahagia itu di bulan September kemarin, mendapat kesempatan meyanyi di New York dan menyanyikan lagu favorit aku. Alhamdulillah responnya baik sekali, lagu New York New York dari Frank Sinatra yang nonton juga orang sana  bahkan 50% semuanya orang Broadway. Ketika menyanyi juga responnya bagus bahkan ketika selesai nyanyi mereka juga menanyakan bahwa aku bukan orang sini tetapi bisa menyanyikan lagu ini dengan bagus. Entah kenapa aku terharu banget karena aku bisa menjadi diriku sendiri.

Dengan kesibukan Vicky yang cukup luar biasa, gimana cara bagi waktunya ?
Sebetulnya memang aku banyak keluar kota juga, dan ketika pulangpun aku lebih stay dirumah, menyelesaikan pekerjaan lain, masak, olah raga, paling sesekali jalan-jalan dengan keluarga. Bagi waktunya yaa semaksimal mungkin, contoh yang paling simple dengan jam tidur karena pekerjaan aku ini tidak mungkin punya jam tidur yang stabil, rutinitas bisa berubah-rubah termasuk juga jam tidur,  jadi memang harus bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Dan aku punya kewajiban sebelum perform 1 atau 2 jam wajib tidur dulu. Tricknya Cuma satu kemanapun aku pergi aku selalu bawa bantal leher, jadi dimanapun bisa tidur dan juga syal untuk nutupin muka jadi kalau ada celah untuk tidur yaa aku tidur. Ooo iya satu lagi untuk jaga stamina aku selalu bawa madu kemana-mana karena tidak suka minum vitamin atau apapun.

Waktu mau perform ada syarat tertentu atau ritual tertentu sebelum perform ?
Dari dulu kalau mau perform selalu santai, mungkin merasa kalau naik panggung jiwanya disitu. Jadi rutinitas yang paling pasti adalah tidur, mandi, make up, sudah tentu sambil makeup warming up untuk latihan suaranya juga agar nanti keluar. Sekedar humming atau sampai menyanyikan lagu-lagu favorit atau lagu-lagu yang akan dinyanyikan belum hapal. Yang jelas  sebelum perform aku juga minta disediakan atau harus minum teh panas atau jahe panas.

Ada pengalaman serukah selama perjalanan karir Vicky, yang menyenangkan atau malah menyedihkan ?
Buat aku semua seru dan pengalaman baru menyenangkan. Masa-masa pada saat jadi backing vokal pun buat aku membuat sekarang jadi pelajaran buat aku, lebih kuat lebih stabil dan sudah terbiasa dengan kondisi sekarang ini. Entah kenapa dulu aku mendapat kesempatan menjadi backing vokal langsung dari musisi-musisi besar dan tahun itupun kesibukannya luar biasa.

Jadi aku memang tak pernah pulang ke luar kota terus mengkuti jadwal mereka dan banyak belajar dan menjaga hubungan baik dengan orang. Banyak proses pembelajaran dari itu semua, banyak orang yang tahunya aku langsung naik karirnya padahal prosesnya sekitar 2 tahun aku menjadi backing vokal dulu.

Single ‘Cry Cry’ dari remix dari Korea group tiara, bisa diceritakan kenapa Vicky terpilih mendapatkan single itu untuk dibawakan ?
Kalau untuk aku pribadi aku bukan K-Pop lovers, tapi juga bukan berarti tidak mendengarkan, aku mendengarkan musik dari negara manapun dengan genre apapun. Awalnya memang aku dtawarkan dari pihak label dan manajemen ada sekitar 6 lagu yang ditawarkan oleh publisher Korea, dan aku juga tidak tahu kalau lagu itu sebetulnya lagu-lagu itu sudah menjadi single yang hits di Korea dan sudah dinyanyikan.

Aku coba untuk mendengarkan dan memang lagu ini aku banget, waktu pertama kali dengar lagunya kok mirip lagu Britney Spears dan aku penggila dia. Dari situlah aku baru tahu kalau lagu itu sudah dibawakan. Aku dengar versi aslinya dan mereka tidak masalah untuk me-remix lagu ini, tugasnya adalah membuat lirik versi Bahasa Indonesianya, tidak perlu diterjemahkan yang penting terdengar sama, direkam kemudian dikirim untuk mendapat approval mereka. Sempat pitar otak juga kira-kira lirik versi bahasa Indonesianya bagaimana, dan aku buat bagaimana caranya supaya pronounciation nya sama dengan versi Koreanya.

03 Vicky Shu IbonkVicky Shu (foto: Ibonk)

Ada kesulitan tidak karena mereka menyanyikan secara group sementara Vicky sendiri ?
Nggak, kebetulan kalau girl band Korea rata-rata bukan tipe yang pecah suara, jadi kalau rekaman karena background-nya mantan backing vokal, aku malah senang kalau lebih senang disuruh isi bagian backing vokal. Jadi pas rekaman lebih seru. Tapi kalau livenya aman-aman aja, gak ada masalah.

Versi Indonesiaya ada backing vokalnya, atau Vicky sendiri yang isi ?
Kalau di lagu ini sudah ada yang ngisi, padahal aku suka banget ngisi backing vokal bahkan dari lagu aku sendiri.

Kalau tiba-tiba pasar minta merubah image Vicky untuk merubah keinginan pasar untuk musik yang seperti ini terus, bagaimana tanggapannya ?
Kalau aku sih tidak masalah karena basically seorang musisi memang harus selalu berkompromi, tanpa menghilangkan ciri khasnya. Karena banyak orang mendengar lagu apa tapi mereka tahu akunya, kadang suka begitu, mungkin karena dari sisi aku mungkin karena kuatnya kharakter dari aku sendiri sebagai pribadi. Jadi untuk lagu apapun buat aku gak masalah, bahkan untuk offairi pun aku fleksible bawain lagu apapun. Keinginanku saat ini sebetulnya lebih membawakan  musik yang memang jadi karakterku.

Ada keinginan mau kolaborasi dengan siapa ?
Pinginnya sih kolaborasi sama Curt Cobain atau Frank Sinatra. Tapi sudah tidak ada semua orangnya (sambil tertawa). Kalau Indonesia banyaklah, karena setiap musisi ciri-cirinya berbeda, karena siapapun itu. Waljinah mungkin karena dari dulu aku pecinta budaya dan pecinta sejarah, jangankan sejarah diluar negeri apalagi Indonesia apalagi terkait dengan budaya menurutku sesuatu yang bagus juga untuk kolaborasi.

Karena tanpa kita sadari lagu-lagu diluar kadang ada unsur gamelan, itu salah satu yang aku inginkan dari dulu. Seperti almarhum Chrisye yang dulu juga ada kolaborasi dengan Waljinah, keren banget menurutku sexy dengarnya, menarik.

Terakhir, ada yang ingin disampaikan  untuk pecinta musik Indonesia ?
Selalu support musisi dan musik Indonesia, dengan alasan apapun. Jadi cintai negeri sendiri walaupun kita tidak menutup diri dari perkembangan Internasional./ YDhew

 

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found