Melly Goeslaw Melly Goeslaw (foto-foto: Ibonk)

Melly Goeslaw

Bicara Single Terbaru, Potret, dan Harapan

Pencipta lagu, penyanyi, ratu soundtrack yang memiliki hobby berdandan dengan make up unik dan fashion panggung yang tak kalah nyeleneh ini dikenal lewat lagu-lagu yang dibalut dalam beat riang serta mengesankan sikap “nakal” ini banyak disukai pecinta musik Indonesia. Melliana Cessy Goeslaw atau kita mengenalnya dengan sebutan Melly Goeslaw ini terbilang cukup nyentrik. Istri Anto Hoed ini menyadari bahwa lirik yang ditulisnya memang berbeda dari kebiasaan yang ada.

Kenakalan lirik yang disuguhkan Melly tersebut dilakoninya sejak awal bersama bandnya Potret. Tidak seperti lirik awam yang ditulis dengan kata manis, beberapa isi liriknya yang ditulis terhitung unik, langka dan bahkan berbeda dengan sifat asli wanita Indonesia.

Suksesnya bersama Potret, Melly melanjutkannya dengan mengeluarkan album Solo. Terhitung sejak tahun 1988, ia melepas “Pilihan Deritaku”, tahun 1999 “Melly”, “Intuisi“ di tahun 2005 dan di tahun  2011 “Dancing in the Silence”. Seperti yang pernah diungkapkannya, bahwa ini bukan untuk menonjolkan diri, tetapi lebih kepada obsesinya yang ingin seperti Bjork artis idolanya dengan tingkat komersil yang lebih kecil dibanding artistiknya.

Didampingi suaminya di tahun 2002, Melly pun mulai melirik untuk menggarap music scoring ketika  mendapat tawaran untuk membuat lagu soundtrack film ‘Ada Apa Dengan Cinta’ (AADC) . Film tersebut meledak, dan menabalkannya menjadi Penata Musik Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI). Suksesnya di ranah baru tersebut berlanjut terus takkala menggarap Ost. ‘Eifel I’m In Love’ dan di tahun 2007, Ost. ‘Heart’ serta terakhir di tahun 2016 ini kembali mendapat penghargaan di ajang festival film lewat ‘Ada Apa Dengan Cinta 2’.

Tidak selamanya juga soundtrack yang ditangani oleh Melly dan Anto, harus dinyanyikan mereka. Beberapa film yang cukup laku malah melibatkan penyanyi lain seperti ‘My Heart’ yang dinyanyikan oleh Acha Septriansa dan Irwansyah, dan ‘Ayat-ayat Cinta’ diangkat dari novel karya Habiburrahman El Shirazy yang mana lagunya berjudul ‘Ayat-Ayat Cinta’ dan ‘Takdir Cinta’ disuarakan oleh Rossa.

02 Melly Goeslaw IbonkMelly Goeslaw (foto: Ibonk)

Ditahun 2010 Melly Goeslaw mendapatkan 3 soundtrack sekaligus yaitu ‘Heart 2 Heart’, ‘Kabayan Jadi Milyuner’, dan ‘Love Story’. Semenjak itulah Melly Goeslaw sering disebut dengan julukan Ratu Soundtrack, karena telah menggarap tak kurang dari 10 soundtrack sampai sekarang. NewsMusik pun kembali berkesempatan berbicang-bincang dengan Melly Goeslaw, Senin, 17 Oktober 2016 silam di Sarinah, Jakarta disela-sela promosi singlenya ‘Promise’

Apa khabar teh Melly

Alhamdulillah khabar aku baik

Sibuk apa teh Melly saat ini, apa yang sedang dikerjakan?

Aku baru selesai untuk bikin original soundtrack ‘Promise’ dan sekarang lagi sibuk promosi

Apa yang special menurut teh Melly dalam menciptakan lagu untuk film bahkan mendapat julukan Queen of Movie Soundtrack

Sebenarnya menurut aku lebih enak untuk menciptakan lagu biasa yang bukan lagu film. Karena kita bisa bikin temanya macam-macam, nah.. kalau untuk  film kita tidak bisa keluar dari skenario. Cuma enaknya dalam soundtrack itu kita terlibat dalam produksi yang besar, ada produser, director, ada script writer yang semuanya punya suara juga untuk brand storming dengan saya. Jadi lumayanlah kayak kuliah gratis, dapat ilmu yang banyak dari karya seni yang lain selain karya musik aja.

Sekarang sedang promosi single ‘Promise’, kira-kira terinspirasi dari apa untuk membuat single tersebut?

Saya diminta pihak Screenplay Productions untuk membuat soundtrack nya. Saya dikirimkan script-nya dan saya baca berulang-ulang seperti yang sudah-sudah. Saya lumayan penikmat bacaan script. Kalau mas Anto tidak terlalu suka dengan bacaan yang tebal-tebal apalagi dengan script, kebalikan dengan saya. Saya bisa berkali-kali baca sampai dialognya saya hapal, Malah kadang saya lebih hafal dari pemainnya.

Saya masukkan semua karakter yang ada di film itu ke dalam diri saya, lalu saya pilih kira-kira yang paling pas dari angle-nya siapa untuk menginspirasi lagunya. Ya sudah, aku bikin lagunya Mas Anto yang bikin musiknya.

Sebelumnya selamat untuk teh Melly dan Anto Hoed yang lagunya berhasil masuk sebagai pencipta lagu terbaik di FFI 2016 lalu. Dua lagu juga berhasil masuk ke dalam kategori soundtrack terbaik.  Tanggapan teh Melly?

Kita sudah pernah masuk nominasi sampai tiga pada FFI, untuk film “AADC”, film “Tentang Dia”, dan sekarang film “AADC 2” dan “Rudy Habibie” tahun ini masuk 2 film. Alhamdulillah. Tapi kalau boleh saya bilang bahwa goalnya atau bukan hanya disini saja. Tidak berhenti cuma sekedar mendapatkan nominasi  dan saya menang.

Tetapi lebih dari itu. Saya ingin seperti almarhum Adi Bing Slamet atau kalau di Malaysia ada P. Ramlee. Karyanya bisa dikenang dan dinikmati bahkan sampai ke era sekarang ini. Saya ingin seperti mereka, bisa dikenang sampai era cucu-cucu saya nanti.

Kembali pada single ‘Promise’, bisa diceritakan lagu tersebut menceritakan tentang apa?

Garis besarnya tentang love story. Kisah cinta yang membuahkan janji yang luar biasa. Janjinya di dengar
oleh alam, oleh Tuhan, jadi kemanapun cinta itu pergi aroma janji itu selalu ada. Kalau dengar lagunya jalan ceritanya seperti itu.

03 Melly Goeslaw IbonkKebanyakan teh Melly ini menciptakan lagu tentang cinta, ada keinginan untuk membuat soundtrack film dengan genre lain?

Saya sama mas Anto sebenarnya sangat berharap dapat film bertema Epic, atau menggarap film-film lain selain yang biasa kita kerjakan. Tapi lagi-lagi selalu memang dapatnya love strory lagi. Mungkin dari rumah produksi tahunya saya sama mas Anto pandai membuat lagu yang baper-baper atau yang sedih-sedih.

Padahal kita pingin juga dapat diluar itu. Mudah-mudahan nanti kedepannya, kita dapat project diluar dari cinta-cintaan. Memang semua di dunia ini pastinya bersumber dari cinta. Mau itu kita omongkan soal negara atau sosial, pasti bersumbernya dari cinta. Alhamdulillah.. April nanti kita membuat soundtrack film (masih dirahasiakan.red) … yang mudah-mudahan bisa menjadi terobosan baru yang belum pernah kita buat sebelumnya.

Seorang Melly Goeslaw sudah cukup lama eksis. Ada kiat tersendiri untuk menjaga eksistensi di dunia musik?

Saya rasa sampai sekarang saya tetap eksis karena saya mencintai pekerjaan saya. Artinya, kalau saya mencintai pekerjaan saya maka pekerjaan itupun akan mencintai saya. Cuma itu sih kuncinya.

Pernah nggak merasa jenuh?

Kalau jenuh sih mungkin, lebih karena nggak ada ide. Apalagi pada saat dead line, itu sering terjadi. Tapi karena saya cinta pekerjaan saya, cinta kepada dunia musik, hal tersebut saya jadikan tantangan buat saya.

Apa cara yang dibuat untuk mengatasi rasa jenuh itu?

Biasanya saya perlu teman. Saya itu nggak terlalu bisa sendiri. Jadi saya perlu teman ngobrol, di luar mas Anto tentunya. Sama mas Anto kan tiap hari, jadi kalau saya lagi benar-benar nggak ada ide, saya harus ketemu sahabat saya, Rosa misalnya. Atau teman-teman saya di Ladies seperti Yuni Shara, Iis Dahlia dan sebagainya. Kita sekedar ngobrol yang isinya diluar dari musik. Ngobrolin apapun dan biasanya pas nyampe ke rumah, saya fresh lagi.

Rutinnya sebulan sekali ketemu, tapi kalau misalnya urgent, baik dari mereka atau saya ngajak ketemuan, misalnya ngopi atau nge-bakso bareng, itu benar-bena sama sekali nggak ngobrolin musik tapi inspiring buat saya.

Balik lagi ke awal, saat inikan tengah disibukkan promo single ‘Promise’, Adakah rencana lainnya?

Setelah ‘Promise’ tahun depan akan menggarap soundtrack film juga. Satu lagi, masih berupaya menyelesaikan album Potret yang sudah dua tahun, baru jadi tiga lagu karena kesibukan masing-masing personilnya.

Target pasti untuk penyelesaian albumnya?

Mudah-mudahan tahun depan bisa cepat selesai. Aksan (Aksan Sjuman.red) juga sedang membuat Sjuman Instrument. Itu merupakan project alat-alat musik yang dibuat oleh anak negeri. Doakan saja, semoga tahun ini bisa keluar albumnya, takut dibilang ngomong aja, gitu..

Apakah Potret nantinya masih mengusung tema dan lirik “nakal”?

Potret sebenarnya pingin tetap nakal. Karena jiwa saya ini sebenarnya nakal. Jadi lirik-lirik di dalam Potret itu adalah Melly yang sebenar-benarnya. Buat saya, Potret itu adalah “rumah”. Ketika saya membuat soundtrack, ataupun solo album, itu diibaratkan saya sedang bertamasya. Tapi akhirnya saya akan balik lagi ke rumah.

Dirumah, saya bisa jungkir balik, bisa macam-macam dan itulah Potret. Akan tetap seperti itu, tapi mungkin dibuat lebih adult karena usia kita yang makin bertambah. Pastinya juga dalam bermusik juga akan bertambah dewasa. Sebetulnya sih, kalau orang yang kenal, pasti tau kalau saya agak anti mainstream. Apalagi kalau sering ngobrol, gaya bahasa saya nggak sama dengan orang lain dan itu semua ada di Potret.

Nakalnya juga berbeda ya? Lebih berat?

Lebih nakal mungkin… hahaha

04 Melly Goeslaw IbonkMelly Goeslaw (foto: Ibonk)

Terkait dengan industri musik nasional saat ini, pendapat teh Melly?

Saya cukup lega dan syukur alhamdulillah banget, karena banyak adik-adik yang membuat karya lagu bukan sekedar karya saja tetapi benar-benar difikirkan. Seperti contohnya ada Isyana, Raisa, Yura, Banyaknya adik-adik yang bagus itu, akan merangsang industri musik untuk berkembang. Mereka bisa memanjakan telinga dengan sound dan lirik yang bagus, tidak cuma sekedar sound system secara keseluruhan. Mereka memikirkan mulai dari intro, interlude sampai ke coda dan itu seperti yang dilakukan musisi era silam.

Jamannya saya dengan Potret, atau Dewa juga melakukan hal tersebut. Makin kesini banyak band/ penyanyi meninggalkan formula-formula seperti itu. BIsa jadi karena banyak band atau pemusik saat ini mudah sekali mendapatkan ketenaran secara instant. Tapi menurut saya secara kualitas agak kurang dan syukurnya sekarang ini sudah kembali lagi.

Dari kacamata seorang Melly Goeslaw mengenai perkembangan dunia digital sekarang ini?

Kita tengah memasuki masa transisi antara penjualan dalam bentuk fisik (Kaset & CD) ke dunia digital. Seluruh dunia juga mengalami hal tersebut. Tetapi di negara lain, pemerintahnya cepat beradaptasi dengan hal tersebut. Mereka mengupayakan bagaimana agar masyarakat bisa membeli musik dengan legal. Menerapkan berbagai macam sistem pembelian, atau entah itu pakai kartu, token dan lain sebagainya.

Di Indonesia ITunes dan lain sebagainya kebanyakan masih pakai kartu kredit. Sementara mayoritas penduduk Indonesia banyak yang belum mempunyai credit card. Belum ada usaha besar dari pemerintah untuk mengupayakan bagaimana caranya. Sampai saat ini cuma woro-woro saja, agar tidak men-download yang bajakan, tetapi upayanya belum ada. Itu saja sih yang saya sesalkan dan itu membuat penurunan yang sangat drastis untuk income pemusik.

Kita tidak dapat menolak, karena memang seluruh dunia sudah melakukan itu. Kalau kita jual fisik, kita ketinggalan jaman banget. Kita ikut pasar mereka. Baguskan?.. dengan adanya ITunes itu membuat kita bersaing bukan hanya dengan artis Indonesia tetapi juga artis luar dan itu bagus.

Artinya kita bisa lebih terpacu lagi untuk membuat karya yang potensinya bukan hanya di dalam negeri  tetapi diluar juga. Tapi ya itu tadi. artinya pihak pemerintahnya harus mengupayakan supaya bagaimana masyarakat bisa membeli semua. Karena sebenarnya murah sekali, satu lagu kalau nggak salah sekitar 5000 rupiah. Saya yakin masih banyak orang berbaik hati mau beli yang halal, tetapi  karena nggak bisa akhirnya dengan berbagai cara mereka berusaha memiliki lagu itu tanpa harus download lagu bajakan.

05 Melly Goeslaw IbonkMelly Goeslaw (foto: Ibonk)

Begitulah, sebenarnya percakapan yang dilakukan NewsMusik dan Melly Goeslaw masih cukup panjang.  Seperti rasa masygul-nya terhadap pelaku industri musik yang melakukan penjualan album lewat gerai cepat saji. Ada anggapan darinya bahwa hal tersebut tidak mendidik pasar musik jadi lebih baik. Atau pendapatnya terhadap masih sedikitnya para pelaku perfilman tanah air (baik layar lebar ataupun TV) yang sadar begitu pentingnya memberi penghargaan yang layak terhadap musik yang menghias dalam sebuah film. Juga cerita dunia fashion dan keberadaan dua buah hatinya, Ale dan Abe yang tengah merintis karir di dunia musik tanah air.

Diakhir pertemuan, Melly sempat menyampaikan pesan terhadap penggemarnya dan pencinta musik di tanah air. “Saya ingin berterima kasih karena sampai saat ini masih diterima. Walau bisa dibilang sudah bukan usia muda lagi, tapi karya-karya saya masih bisa dinikmati oleh generasi Baper..  Alhamdulillah terima kasih banget. Mudah-mudahan semua masyarakat Indonesia masih mau support musik Indonesia. Karena hal itu akan membuat musik Indonesia tetap hidup”, tutupnya / YDhew

 

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found