Event Organizer
NewsMusik

NewsMusik

Thursday, 11 May 2017 11:39

Rafathar Movie

Film Perdana dengan Teknik Motion Capture

Tak banyak film yang bertema keluarga di tanah air, setelah “Petualangan Sherina” di tahun 2000 dan tahun 2008 “Laskar Pelangi” rasanya tidak ada lagi yang sepopuler mereka. Minimnya film yang bisa ditonton anak-anak membuat Raffi Ahmad yang mempunyai cita-cita dan keinginan menjadi produser film mewujudkan sebagian keinginan masyarakat Indonesia yang saat ini kehilangan tontonan berkualitas dan bisa ditonton untuk seluruh keluarga.

Bersama dengan Anggy Umbara selaku produser, Raffi yang juga mempunyai keinginan membuat suatu film dengan pemeran utamanya adalah Rafathar anaknya sendiri. Film keluarga ini sudah sampai pada tahap 70% pengerjaannya. Dilihat dari trailernya, film ini bergenre komedi dengan dibumbui sedikit action, dan dibuat dengan versi berbeda.

“Aku pingin bikin film yang bisa bikin kenangan waktu Rafathar masih kecil, ujar Raffi. Aku juga gak nyangka pas lihat editingnya. Rafatar dulu pertama kali syuting masih belajar jalan, sekarang sudah bisa lari, baru bisa ngomong. Film ini akan berarti sekali nanti buat keluarga kita pada waktu papa mamanya sudah gak ada” ujar Raffi ditemui di Grand Indonesia Mall, Jakarta (10/5).

Film garapan sutradara Bounty Umbara yang telah sukses dengan film “Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos Part 1” ini dibuat tidak main-main. Tidak hanya menerapkan teknologi CGI (Computer Generated Imagery), film ini juga menggunakan teknologi yang belum pernah digunakan di film Indonesia sebelumnya yaitu Motion Capture. Dimana sejak 10-15 tahun lalu sudah digunakan film Hollywood.

02 Raffi Nagita YDhewRaffi & Nagita (Foto: YDhew)

Motion Capture itu sendiri adalah teknologi digital yang memproses rekaman gerakan dari sebuah object atau manusia. Dengan kombinasi penggunaan sensor camera, LED marker dan software yang canggih, teknologi ini menciptakan hasil gambar digital yang merangkai berbagai adegan action pada film “Rafathar”.

Anggy mengaku tertarik dengan ide awal dari Raffi kemudian mengeksplore film ini seperti film tahun 90-an, dimana pada zaman itu banyak film-film yang bertema superhero tetapi juga update dengan situasi yang terjadi pada saat ini.

“Saya tertarik untuk mengeksplore dan mengangkat film ini menjadi standard baru film keluarga. Tantangannya lebih exsplore lagi dalam hal teknologinya, punya misi menaikan production value untuk film Indonesia. Juga mengangkat film-film yang mempunyai standar lebih lagi untuk film Indonesia. Makanya kita disini menggunakan banyak teknologi”, ungkap Anggy.

Soundtrack film inipun hasil garapan Melly Goeslaw, jadi hampir dipastikan film ini memang dibuat dengan tangan orang-orang yang professional di bidangnya. “Aku sama teh Melly sudah beberapa kali kerja sama dan cocok. Melly juga sudah tau apa yang diinginkan. Anggy Umbarapun juga happy bisa kerjasama sama Melly.”, jelas Raffi.

Nantinya akan dibuat album soundtrack Rafathar yang dibuat unik, dan akan dirilis sekitar Agustus. Ada tiga atau empat lagu yang khusus, sisa lainnya adalah surprise dari orang-orang keluarga yang sayang Rafathar dan untuk Rafathar. “Lagu ini tentang orang-orang yang mempersembahkan lagu itu untuk Rafathar, dari mamanya, papanya, tantenya yang diiciptakan oleh Charly, Melly, dan Govinda. Kalau saya mah tidak bisa menciptakan lagu”, lanjut Raffi sambil tertawa.

03 Nagita Rafathar YDhewNagita & Rafathar Foto: YDhew)

Nagita yang didampuk sebagai eksekutif produser pun turut senang dengan adanya film ini, main film bareng bersama dengan anak dan suami. “Serunya hampir tiap hari ketemu di lokasi syuting. Jadi memang pintar-pintarnya kita atur jadwal untuk Rafathar. Apalagi Rafathar agak kesulitan kalau lihat saya di lokasi syuting, jadi harus ngumpet-ngumpet baru dia mau syuting, seru juga”, ujar Nagita yang akrab dipanggil Gigi ini.

Digambarkan di dalam film ini Rafathar seorang bayi super yang punya kekuatan istimewa merepotkan penjahat bernama Johnny Gold yang diperankan Raffi Ahmad dan Popo Palupi (Babe Chabita). Terlihat juga aksi seru dari Nagita Slavina yang berperan sebagai Detektif Julie dan Ence Bagus (opsir polisi) dalam usaha mereka menyelidiki dan menggagalkan aksi Johnny Gold dan Popo Palupi.

Film ini ingin mengangkat tentang story oriented dimana yang akan diangkat adalah sisi cerita dari film tersebut, bukan hanya CGInya saja. Dengan total 150 layar, hampir dipastikan film ini akan jadi film terlaris di tahun 2017, dan akan tayang mulai tanggal 10 Agustus 2017. Jangan lupa nonton ya guys.. / YDhew

04 Rafathar The Movie YDhewRafathar The Movie (Foto: YDhew)

Wednesday, 10 May 2017 11:08

Raffi Ahmad

Bisnis Tanpa Henti

Aktor yang juga presenter, Raffi Ahmad yang membangun karirnya dari nol saat ini hampir mendulang sukses dimana-mana. Mulai dari iklan sejumlah produk, presenter di berbagai stasiun tv, sampai mencoba bisnis sendiri dengan memproduksi produk fashion, kuliner, furniture, bahkan kosmetik. Bisnis yang digelutinyapun tidak sendirian. Bersama  sang istri Nagita Slavina yang memang sudah terjun di bidang bisnis dengan  memiliki production house sendiri ini selalu sukses di pasaran. Entah sudah berapa banyak pundi-pundi yang dikumpulkan selain profesinya sebagai selebriti tanah air.

Perjalanan karir Raffi dimulai sejak menjadi pemeran pendukung di sinetron pertamanya, “Tunjuk Satu Bintang”, dan baru melejit dalam “Senandung Masa Puber” sebagai pemeran utama bersama Bunga Citra Lestari. Setelah itu, Raffi terus-menerus muncul di sinetron-sinetron dan FTV remaja bahkan film layar lebar.

Karir bernyanyinya diawali oleh Bukan Bintang Biasa (BBB) yang di bentuk oleh Melly Goeslaw di akhir tahun 2006, dari sini jalan makin terbuka untuk Raffi baik karir dan  di bidang aktingpun makin bersinar. Namanya kian melambung setelah masuk menjadi presenter musik tetap Dahsyat bersama almarhum Olga Syahputra.

Eksistensi dan produktifitas Raffi dalam menghasilkan karya baik dari program TV, Sinetron, FTV, Film layar lebar, iklan dan beberapa bisnis yang dikelola Raffi, salah satunya rumah produksi Barometer Lite, membuat salah satu tabloid ternama di Indonesia menempatkan nama Raffi pada posisi ke 4 dari 9 artis Indonesia terkaya 2011.

02 Panaya.ID YDhewPanaya.ID (foto: YDhew)

Rasanya kalau bicara mengenai aktifitas Raffi terutama di bidang bisnis, Raffi hampir tak pernah puas. Selalu ada saja aktivitasnya di dunia bisnis dan juga selalu membuat inovasi baru. Baru-baru ini kembali Raffi melebarkan kembali eksistensinya di dunia bisnis. Bersama dengan rekannya sesama selebriti seperti Kartika Putri, Gilang Dirga, Ruben Onsu, Sarwendah, Nissya Ahmad, Syahnaz Ahmad, Mama Ami Qanita dan Aura Nabilla berbisnis bersama dengan sarana media informasi berbasis internet.

Lewat PANAYA.ID Raffi bersama Nagita Slavina juga mencoba peruntungannya berbisnis di media digital. Bukan hanya itu saja, para selebritis yang mempunyai jutaan follower ini mengajak follower mereka untuk memiliki peluang berbisnis.

“Kita membuat suatu inovasi yang berbeda, follower artis-artis digabungkan semuanya, dan yang memang akan diajak semua follower untuk berjualan dengan kita. Dari pada mereka comment gak jelas, jadi kita mengajak mereka untuk melakukan hal yang positif. Kita cari duit bareng-bareng, ada faedahnya”, ujar Raffi di acara launching PANAYA.ID di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Selasa (9/5).

Produk yang akan dijualpun beragam, seperti  busana, aksesoris, pernak-pernik rumah, dan barang-barang pecah belah terbaik buatan dalam negeri. Jadi, untuk penggemar media sosial yang ingin menambah income silahkan daftar dan bergabung. / YDhew

 

Tuesday, 09 May 2017 17:47

Harmoni 8

Kumpulan Remaja dengan Berjuta Potensi

Mungkin masih banyak yang merasa asing dengan nama Harmoni 8. Wajar saja, karena Harmoni 8 sendiri adalah sebuah group vokal remaja yang kehadirannya juga masih seumur jagung. Tapi jangan juga memandang sebelah mata dengan kemampuan olah vokal mereka.  Para remaja berpotensi ini, awalnya muncul dari ajang Festival Lagu Anak Nusantara (FLAN) yang finalnya digelar  di Tennis Indoor Senayan, 1 November 2011 silam. Saat itu mereka benar-benar masih usia kanak-kanak.

Nah, pada Juli 2016 Musik Hana Midori menggabungkan Muhammad Sofyan (Adek), Jesica Reitanya (Chika), Anastasya Aleta (Aleta), Adinda Shar!na (Adinda), Ardra Putra Dwiyudha (Ardra), Nabila Mutiara Triyandari (Nabila), Moza Legitara (Moza) dan Mika Keiko (Mika). Lewat kelompok vokal Harmoni 8 inilah, mereka mencoba menggebrak dan mengekspresikan potensi yang ada di jalur musik nasional.

Yen Sinaringati selaku produser eksekutif meriliskan album pertama untuk mereka lewat konsep bergaya pop remaja yang danceable. Semuanya dimaksudkan agar dapat dinikmati oleh seluruh level usia. Album ini sendiri digarap oleh Roedyanto Wasito dan berisikan 9 lagu di antaranya 2 lagu yang sengaja diaransemen ulang yakni ‘Dalam Kelembutan Pagi’, serta ‘Kamu’. Untuk lagu lainnya adalah ‘Sahabat’, ‘Kugapai Bintang’, ‘Bintangku’, ‘Kala Berpisah’ (Wakaretakunai), ‘Kitto’, ‘Menggapai Waktu’ dan ‘Dangdut Asyik’ (Goyang Aw).

02 Press Conference Harmoni 8 IbonkPress Conference Harmoni 8 (foto: Ibonk)

Roedyanto sendiri dalam penjelasannya sangat mengapresiasi semangat dan kemampuan menyanyi para personil Harmoni 8 ini. “Saya akui anak-anak ini sangat hebat. Mereka mampu menuntaskan dua lagu dalam satu shift rekaman. Satu lagi yang diluar ekspektasi saya adalah ketika mereka mampu bernyanyi acapela ketika tampil show di kabin pesawat Citilink saat penerbangan Jakarta-Denpasar”.

Bens Leo pun sebagai seorang pengamat musik di tanah air memuji album ini. “Terlebih karena salah satu lagu dalam album ini diciptakan oleh salah satu personelnya. Lagu ‘Menggapai Waktu’, adalah menjadi salah satu lagu unggulan yang diciptakan oleh Muhammad Sofyan (Adek). Ini sesuatu yang spesial, dimana untuk anak seusia itu sudah mampu mencipta lagu," ungkap  Bens Leo.

 “Kami bersyukur karena dibimbing dengan sepenuh hati oleh manajemen Musik Hana Midori, hingga bisa seperti sekarang ini, senang sekali rasanya”, ungkap Adek yang menjadi juru bicara teman-temannya.

Dari tahun 2016-2017 lewat tangan dingin Yen Sinaringati, Harmoni 8 telah membukukan lebih dari 15 panggung nyanyi. Mereka telah manggung dari Mal, Kabin Pesawat hingga pentas Internasional sekelas Java Jazz. Semuanya untuk makin mengasah potensi mereka,

03 Harmoni 8 IbonkHarmoni 8 (foto: Ibonk)

Dalam waktu dekat ini juga, Harmoni 8 juga direncanakan untuk melakukan promo album hingga ke Jepang. Sepertinya ini sudah direncanakan sebelumnya, karena dalam album ini sendiri sebuah lagu berbahasa Jepang berjudul ‘Kitto‘ yang ditulis Yen bersama Mayumi, sahabatnya.

NewsMusik sendiri menganggap bahwa album yang berisikan berbagai macam jenis musik ini cukup berhasil menggali potensi dan ketertarikan mereka secara personil. Sedikit pertanyaan di kepala mengenai pemilihan 2 lagu lawas era 70 dan 80 an juga akhirnya dijawab oleh Roedyanto.

“Walaupun kedua lagu yang diaransemen ulang tersebut memiliki gap yang cukup jauh secara usia dengan anak-anak di Harmoni 8. Namun disini gue berharap mereka mampu untuk memunculkan ruh lagu tersebut. Terlebih  lagu ‘Dalam Kelembutan Pagi’ yang pada era 1977 merupakan salah satu finalis ajang LCCR lewat suara Jockie Soeryoprayogo dan Dhenok Wahyudi”.

Baiklah, semoga apa yang telah dihasilkan oleh para remaja berpotensi ini dapat segera menampakkan hasil. Apalagi secara kualitas, tak ada yang perlu diragukan. Dengar-dengar juga, hampir semuanya memiliki prestasi bagus di bangku sekolahnya masing-masing. Semoga semesta mendukung setiap langkah sukses Harmoni 8, wish you luck!/ Ibonk

Tuesday, 09 May 2017 15:57

Megadeth

Sempurnakan Hammersonic 2017

Pertunjukan sang legendaris yang sangat dinanti-nantikan akhirnya datang juga. Tepat ketika jarum jam menunjukan pukul 23.00 WIB, raungan distorsi suara gitar menjadi jembatan pembuka penampilan Megadeth yang  langgsung terdengar melengking dahsyat di Hammersonic 2017.

Sontak sebahagian besar pengunjung yang tadinya duduk-duduk menunggu, langsung spontan berdiri dan merapat ke depan panggung. “It’s time to wake up, dead!” ajak Dave Mustaine membangunkan semangat penonton agar semakin mengelora. Teriakan itu menjadi awalan dari lagu ‘Wake Up Dead’ yang kemudian menjadi  aksi lanjutan mereka menundukkan panggung.

Kedatangan Megadeth di tahun ini, termasuk juga untuk mempromosikan album terbaru mereka “Dystopia”. Band yang pernah di dapuk meraih Best Metal Performances di Grammy Awards 2017, ini  juga membawakan beberapa lagu hits, diantaranya ‘Sweating Bullets’, ‘She-Wolf, dan sejumlah lagu-lagu lainnya.

02 Megadeth IstimewaMegadeth (Istimewa)

Penonton di depan panggung terlihat padat, namun mereka menyempatkan seluruh ritual yang kerap dihadirkan di panggung metal seperti mengancungkan tangan ke udara dengan penuh energy ataupun head banging.

Tak hanya Megadeth yang tampil dengan penuh energi dan begitu membakar semangat, namun panggung yang didominasi oleh cahaya merah dari layar di belakang panggung utama ini juga turut mendukung suasana. Satu demi satu lagu-lagu gahar koleksi merekapun hadirkan diatas panggung, tak terasa juga hampir semua lagu di album anyarpun tuntas ditampilkan.

Begitulah, walau dimulai ketika jam hampir menyentuh tengah malam, Megadeth cukup sukses dan menjadi band penutup yang sempurna di Festival Hammersonic 2017 Ecopark Ancol, Jakarta Utara. Sampai jumpa lagi di Festival Hammersonic mendatang../ Rizal

 

Tuesday, 09 May 2017 15:43

Hammersonic Fest 2017

Ajang Tamasya Anak Metal

Festival metal terakbar di Indonesia, Hammersonic Fest 2017, kembali digelar untuk keenam kalinya sejak pertama kali diselenggarakan pada 2012 lalu. Mengambil tempat yang sama seperti tahun lalu, Hammersonic kali ini lagi-lagi diadakan di Ecopark Ancol, Jakarta Utara. Band legendaris asal Amerika Serikat, Megadeth menjadi penyaji dalam gelaran keenam ini. Selain super group tersebut, tersaji juga nama-nama band cadas Internasional lainnya yang turut meramaikan Hammersonic Fest 2017, yaitu The Black Dahlia Murder, Whitechapel, Tarja, Abbath, hingga band muda I See Stars.

Sejak awal, tampak ribuan penonton mulai mewarnai Ecopark dengan pakaian hitam-hitam, yang merupakan warna khas para metalhead dalam berfashion. Mereka menikmati berbagai suguhan musik pemicu anggukan kepala, baik dari band lokan dan internasional. Mereka juga sangat memanfaatkan padang rerumputan yang hijau disekitar lokasi untuk bersantai ria istirahat sambil menikmati makanan, minuman, ataupun ngobrol santai dengan teman rombongan mereka masing-masing, sambil menyaksikan band-band yang tampil di atas panggung.

Boleh dikatakan Hammersonic Fest 2017, menjadi tamasya para metalhead juga pengemar musik metal, yang tidak saja berasal dari Indonesia, namun juga dari luar negeri. Menjelang malam penonton tampak tetap enjoy dan santai menuggu penampilan band-band selanjutnya memanaskan suasana panggung baik indoor maupun outdoor.

02 Burgerkill RizalBurgerkill (foto: Rizal)

Tiap tahunnya, Hammersonic menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Perbedaan pada tahun ini terletak pada jumlah panggung. Terdapat 3 panggung yang siap menyuguhkan aksi para pengiat musik metal, yakni “Hammer Stage”, “Sonic Stage”, dan  “Soul of Steel Krisna Sadrach Stage”. Stage terakhit ini merupakan salah satu panggung yang dipersembahkan khusus untuk menghormati almarhum Krisna J Sadrach, vokalis dari band Sucker Head sekaligus founder Hammersonic Festival, yang meninggal pada 2 Agustus 2016.

Pemeriksaan juga cukup ketat dari pihak pengamanan. Antrian yang mengular terlihat di pintu masuk venue. Mau tak mau setiap individu yang ingin menyaksikan acara ini harus m rela antri untuk verifikasi tiket dan body checking. Dari awal juga pihak penyelengara menilai bahwa Ecopark dapat memenuhi standar keamanan dan kenyamanan.

Pertimbangan lainnya terkait dengan keamanan 24 jam, bebas pungli, akses masuk area sangat mudah dan parkir aman. Ecopark Ancol juga memiliki fasilitas ATM dan shuttle bus yang dapat memudahkan penonton untuk hadir di Hammersonic Festival. Semuanya akhirnya menjamin pengunjung menjadi happy, menikmati musik metal yang tercipta dari raungan distorsi gitar dan gebukan cepat drum yang selalu membakar adrenalin pengunjung yang hadir./ Rizal

 

Tuesday, 09 May 2017 11:18

JIVVA

Berkisah Tentang Perjalanan Matahari

Pada tahun 2014 silam, adalah Kevin Widaya (vocal), Dimas Wibisana (gitar) dan Ankadiov (bass) yang merupakan tiga musisi yang membentuk JIVVA band. Sampai kini mereka terus memperkenalkan musiknya. Nama band ini sendiri berasal dari kata Jiva yang merupakan bahasa sansekerta yang berarti jiwa, sesuatu yang bersifat abadi & tidak bisa dihancurkan. Mereka menyajikan musik bercorak era 90an ber-genre pop rock, dan dibalut dengan lirik yang sarat dengan kata-kata puitis.

Masuk dalam industri musik, JIVVA memiliki visi untuk menjadi sebuah band yang bisa menciptakan karya musikal yang diterima dan menjadi inspirasi semua pendengarnya. Mereka ingin memberi pesan kepada pendengarnya lewat lirik positif yang terkandung di lagu-lagunya.

Setelah melaju dengan single ‘Matahari’, band ini kemudian menyuguhkan sebuah tur bertajuk #PERJALANANMATAHARI Tour 2017, sebuah pertunjukan musik yang menampilkan sebuah narasi yang berjudul "PERJALANAN MATAHARI: Sebuah Kisah Perjalanan Matahari Mencari Arti Cinta". Pertunjukan ini adalah sebuah perwujudan karya yang ditulis oleh Dimas Wibisana, dipadukan dengan sound effects, music scoring, dan penampilan live dari grup musik JIVVA sendiri.

Kisah ini akan bercerita tentang kisah hidup seorang karakter "Matahari". Sejak awal ia terlahir di dunia yang luas untuk menjadi yang terhebat dan menyebarkan cahaya cinta ke seluruh penjuru bumi. Banyak intrik yang terjadi di tengah perjalanannya , mencari arti cinta dalam kemelut pencarian jati dirinya.

Karakter "Matahari" tersebut sesungguhnya adalah keadaan anak muda (pendengar JIVVA) jaman sekarang, yang menjalani pencarian jati diri sehari-hari dengan berbagai permasalahannya. Baik itu tentang cinta, keluarga, mimpi, dan lain lain. Jalan cerita tersebut akan dibawakan berupa narasi dengan sound effect. Dipadu dengan penampilan satu per satu lagu JIVVA di antara cerita. Sehingga para pendengar bisa memahami pesan dari lagu-lagu JIVVA dan showcase ini menjadi berkesan karena menawarkan sesuatu yang lebih dari sekedar penampilan musik.

02 Perjalanan Matahari IstimewaPerjalanan Matahari (Istimewa)

Christoffer Nelwan, aktor muda yang banyak bermain di "Musikal Laskar Pelangi" dan film-film seperti, "Habibie Ainun", "Rudy Habibie", "Marmut Merah Jambu", "Athirah", dan lain-lain yang ditunjuk sebagai pemeran karakter “Matahari”. Sedangkan karakter "Awan" akan diperankan oleh Alyssa Chairiena.

Cerita berawal dari diciptakannya Matahari oleh Sang Pencipta dengan berbagai perasaan ragu yang berkecamuk di pundaknya. Sang Pencipta menugaskan Matahari untuk menjadi yang terhebat atas segala di bawahnya untuk menyebarkan sebuah kekuatan besar bernama "cinta". Matahari yang saat itu masih kecil dan tak berdaya merasa tidak yakin bahwa ia bisa menyebarkan kekuatan cinta tersebut, karena Matahari sendiri pun tidak tahu apa itu artinya cinta.

Dalam kisah ini, Matahari mulai menjalani hidupnya mencari arti cinta dengan bantuan sahabat-sahabatnya seperti Awan, Tumbuhan, Bintang, Tanah, Air, Udara, dan lainnya. Interaksi, intrik, dan berbagai masalah di antara merekalah yang menjadi proses pendewasaan Matahari.

Matahari yang sesungguhnya adalah refleksi manusia yang hidup di jaman sekarang pun merasakan jatuh cinta, patah hati, cemburu, dan berbagai perasaan manusia lainnya. Cerita ini pun mengisahkan munculnya mitos-mitos pembentukan berbagai peristiwa kehidupan seperti Pagi, Malam, Gerhana, Pelangi, dan masih banyak lagi. Hingga akhirnya, Matahari bisa menemukan apa arti dirinya bersinar terang untuk menyebarkan cinta ke seluruh penjuru bumi.

Jadwal Pertunjukan #PERJALANANMATAHARI
7 Mei 2017 – Malang – Amsterdam Resto, 8 Mei 2017 – Surabaya – Matchbox Too, 9 Mei 2017 – Solo – Double Decker, 11 Mei 2017 – Jogjakarta – TapHouse Beer, 12 Mei 2017 – Semarang – Impala Space, 13 Mei 2017 – Bandung – Troys Café, 14 Mei 2017 – Jakarta – Hatchi. *pertunjukan dimulai pukul 19.00 WIB./ YDhew

 

Monday, 08 May 2017 16:26

Lea Elfara

Bentuk Group Diva Muslimah dan Rilis Album

Lea Elfara adalah penyanyi berdarah campuran Arab dan Chinese. Ia mengawali karir ke dunia tarik suara tanpa sengaja. Tawaran itu datang  ketika Lea begitu biasa dia dipanggil  sedang belajar menekuni bisnisnya. Wanita kelahiran 11 September, 38 tahun yang lalu mengajak sahabat lamanya, Farah untuk membentuk Duo ELFARA dan membuat album religi bertajuk “Kini dan Nanti”.

Dibawah naungan label AA Record, Lea yang memang didasari mencintai dunia tarik suara ini,  mengambil nuansa religi dalam karyanya. Alasannya yang memang ingin mencoba ber-syiar lewat lagu-lagu yang dinyanyikannya. Sejak mengenal dan mengenakan hijab di tahun 2008, Lea mencoba berdakwah dan mengajak sesama muslim untuk lebih mengenal Islam melalui lagu.

Lewat background sebagai model majalah, iklan produk mulai dari permen sampai dengan kosmetik, Lea juga merambah dunia akting, ataupun presenter. Sebetulnya ia juga pernah membuat album anak-anak kala masih belia, namun belum sempat rilis karena belum bisa mengatur jadwal antara bermain, sekolah dan musik.

Sempat vakum cukup lama di dunia tarik suara, di awal tahun 2012 Lea kembali menekuni hobby-nya di dunia tarik suara. Hal tersebut dibuktikan dengan kembali mengeluarkan album yang bertajuk “Cahaya Surga” dan masih dengan tema religi. Semua lagu dalam album ini juga merupakan wujud dari kecintaan dan rasa syukurnya terhadap sang pencipta. Albumnya yang pertama dan kedua bukan saja dijual di Indonesia, tetapi juga dijual ke beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Australia dan Arab Saudi.

02 Lea Diva Muslimah YDhewLea & Diva Muslimah (Foto: YDhew)

Sukses membawakan lagu ‘Cinta Ilahi’ bersama dengan Mustafa Debu, kini Lea menggarap single yang bertajuk ‘Wanita Mulia’ . Tunggalan yang diciptakan oleh Haqi dengan musik yang aransemen oleh Ardy Butto ini dimaksudkan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Tal hanya itu,  juga sebagai lagu tema pada acara Muslimah Universe yang akan diselenggarakannya nanti.

Lagu ini merupakan kisah tentang perempuan yang diciptakan oleh Allah dengan pribadi yang mulia, seorang perempuan harus kuat dan diciptakan untuk mengabdi kepada Allah dengan beribadah dan menjauhkan diri dari segara dosa.

Dirilisnya lagu ini sekaligus juga dibentuknya group Diva Muslimah dengan mengajak wanita muslimah yang berprestasi di bidangnya masing-masing, seperti Rara Tarmizi (Musisi dan Pemenang AMI Award 2016), Lia Firdaus (World Muslimah 2016) dan Shakurah Debu (American Violinist).

“Semua yang masuk ke dalam group Diva Muslimah ini adalah wanita-wanita muslim yang memang bertalenta di bidangnya masing-masing dan tentu saja bisa bernyanyi. Saya berharap lagu ini bisa diterima baik di Indonesia maupun diluar negeri”, jelas Lea di sela pengambilan gambar video klip, Sabtu (6/5) kemarin di Studio Gaharu, Jakarta.

03 Pengambilan gambar video klip Wanita Muslimah YDhewPengambilan gambar video klip Wanita Muslimah (Foto: YDhew)

Lagu yang menggunakan lirik bahasa Inggris ini, selain sebagai tema dari Muslimah Universe lagu ini diharapkan juga bangsa lain dapat mengerti apa artinya wanita muslimah. Setelah single ini rampung Lea bersama dengan Diva Muslimah akan membuat album dalam waktu dekat ini. Album tersebut nantinya akan berisi lagu-lagu yang pernah hits yang pernah dibawakan oleh Lea.

“Buat aku senang, make something different, Lagu ini aku buat seperti musiknya Debu. Terinspirasi juga dari Maher Zain, Dia lebih internasional, jadi dari bangsa apapun bisa mendengar. Aku ingin buat seperti itu. Lalu aku ajak Shakurah Debu, selain dia berpotensi dia juga berasal dari Amerika artinya ada perwakilan dari Negara luar sehingga membuat kita berbeda”, ungkap Lea menutup acara pada hari itu./ YDhew

04 Lea Rara YDhewLea & Rara (Foto: YDhew)

Friday, 05 May 2017 10:11

2Rockomotive

2 Tunggalan Anyar dari 2 Lokomotif Rock Tanah Air

Dua band yang diklaim sebagai lokomotif musik rock Indonesia, kemarin telah melepas single terbaru yang merupakan karya anyar mereka. Pertama, adalah karya Saint Loco yang berkolaborasi dengan Iwa K dan DJ Tius lewat lagu ‘Bebas’ dan The Dance Company yang resmi mengenalkan single kedua mereka yang berjudul ‘Foto’. Karya kedua super group ini diluncurkan pada akhir pekan lalu di bilangan SCBD, Jakarta.

Dalam pemaparan pertama kali oleh Saint Loco, yang bercerita mengenai kolaborasi tunggalan mereka ini mengatakan bahwa terjunnya mereka ke kancah musik dalam negeri berangkat dari lagu ‘Bebas’ itu sendiri. “Di tahun 90-an, kami belajar bermusik dengan mendengarkan lagu tersebut,” jelas Joe.

Semangat masa lalu tersebutlah, akhirnya membuat Saint Loco memilih untuk mengaransir ulang single ‘Bebas’ yang cukup fenomenal dibawakan oleh pertama kali oleh Iwa K pada tahun 1994. Meski telah dua dekade lebih, lagu ciptaan Iwa K, Yudis Dwikorana dan Tori Sudarsono itu tetap tersimpan baik di dalam jiwa pencinta musik tanah air.

Saint Loco yang digawangi oleh Joe (vokal), Bee Alfatah (rapper), Gilbert a.k.a Gilz (bass), Nyong Web (drum), dan Iwan a.k.a Loco Boy (gitar), menyadari bahwa tunggalan tersebut tetap harus memberikan sensasi kebebasan dari perpaduan musik rock dan hip hop yang lebih fresh.

02 The Dance Company IbonkThe Dance Company (Ibonk)

Lain lagi yang disampaikan oleh The Dance Company lewat tunggalan mereka. Lahu ini di buat sebagai wujud kesetiaan para personel terhadap pasangannya masing-masing.  Lagu ‘Foto’ ini menceritakan tentang cinta yang klasik, dinungkus nuansa pop rock yang lugas dan to the point. Namun masih menyelipkan kata-kata romantis pada tiap baitnya.

Lagu ini juga merupakan kumpulan dari album ketiga mereka yang berjudul “Keliling Dunia” yang rencananya akan dirilis pada tahun ini. Menurut Pongky, kalimat pembuka lagunya sangat kuat. ...“Satu dunia pun tau, siapa yang nomor satu! Jadi gak perlu cemburu, memang cuma kamu”, ungkapnya.

Dari segi penampilan , Ario, Pongki, Nugie dan Baim tetap tampil energik dan kompak. NewsMusik dapat melihat itu semua tatkala mereka memamerkan lagu tersebut dengan menampilkannya diatas panggung.

Begitulah, kumpulan 2 single persembahan Nagaswara ini diharapkan dapat menjaga semangat rock di tanah air. Seperti yang disampaikan oleh Rahayu Kertawiguna selaku CEO dan produser, bahwa kedua band rock ini adalah pelopor di genre yang mereka ambil. Selain itu mereka adalah entertainer dan performer sejati. “Saya mengharapkan mereka menjadi lokomotif musik rock di Indonesia, dan dapat membawa musik ini kembali bersinar”, ungkap Rahayu./ Ibonk

03 2Rockomotive IbonkThe Dance Company (Ibonk)

Sunday, 07 May 2017 10:02

GHO$$

Pemenang Rockin Battle 2017

GHO$$ yang merupakan group band asal Jakarta yang digawangi Diegoshefa Dilanegara sebagai vokalis, Diego Aditya, Muhammad Indirwan sebagai gitaris, dan Harry Iskandar sebagai drummer. Band yang sedari awal sudah mencuri perhatian juri, Ian antono, Stephan Santoso, Stevie item dan Imanine ini mempunyai karakter suara yang berbeda, unik dan beraliran dark pop dan new wave. Bukan tanpa alasan para juri memilih band ini sebagai pemenang di panggung Final Audition SuperMusic.ID Rockin Battle Minggu (6/5) di Summarecon Mall Serpong. Meski sebagian penonton malam itu banyak yang tidak menyangka band ini keluar sebagai pemenang.

Di lagu pertama GHO$$ mampu memukau para juri dengan dua lagu yang dibawakannya. Di lagu pertama, GHO$$ menyanyikan lagu milik sendiri berjudul ‘N’. Kemudian, di nomor kedua, mereka membawakan ‘Tetap Dalam Jiwa’ milik Isyana Sarasvati yang diaransemen ulang dengan balutan musik rock  berunsur new wave.

Lagu milik Isyana itu berbeda dengan versi asli dari lagu aslinya, sehingga memberi nilai tambah bagi group band ini. Hal itulah yang dibenarkan oleh Imanine, “dengan mereka mengaransemen dengan cara seperti itu. Juga all packet dari mereka, baik dari keseluruhan penilaian dari pertama auidisi. Dengan keluarnya mereka sebagai pemenang sudah pasti mereka mempunyai semua aspek yang diinginkan sebagai pemenang”, jelas Imanine.

Stevie item yang dikonfirmasi via Whatapps oleh NewsMusik berpendapat GHO$$ pantas keluar sebagai pemenang karena penilaian para juri dimulai sejak submission pertama, melalui beberapa babak, dan penjurian pun didasarkan dengan beberapa kategori.  “Memang ketat diantara 8 band ini secara jumlah nilai penjurian. Sulit bagi juri untuk menentukan siapa yang berhak pergi ke Sydney untuk rekaman di 301 Studios. Setiap personil cukup mempunyai musikalitas yang mumpuni, karakter vokal yang kuat, personaliti dan selera dalam meramu sound dan arransemen musik di lagunya”, ungkap Stevie.

02 Killa The Phia YDhewKilla The Phia (YDhew)

Hal senada diungkapkan Stephan Santoso, juri yang juga sounds engineer papan atas Indonesia. Menurutnya, GHO$$ memiliki karakteristik yang kuat dalam permainan musik dan dan aksi panggungnya. Inilah yang membuat mereka bisa menjadi pemenang dari dari ajang yang diikuti oleh lebih dari 1.200 band dari berbagai daerah di Indonesia ini. “Tidak banyak band rock Indonesia yang memiliki “warna” seperti mereka. Sebagai band rock mereka memiliki orisinalitas dan karakter yang kuat. Ini yang jarang kita temukan di industri musik kita saat ini,” tutur gitaris Musikimia ini.

Sebagai kampiun, GHO$$ berhak atas hadiah utama melakukan rekaman di Studios 301, Sydney, Australia, dengan diproduseri oleh Stephan Santoso. Mereka akan merekam karyanya pada akhir Juli mendatang. Selain rekaman, di negeri kangguru itu, mereka juga diberi kesempatan untuk manggung di salah satu gigs rock di sana

“Buat kami ini sangat luar biasa dan bersyukur bisa menjadi pemenang di SuperMusic.ID Rockin Battle. Apalagi di sini banyak sekali band-band yang punya kualitas bagus. Semoga ini bisa menjadi langkah besar kami di industri musik, membangkitkan kembali musik rock Indonesia,” ujar Diegoshefa.   

Adapun Juara Kedua diraih oleh Meet After The Strom. (M.E.T.S) asal Palembang Mereka juga mengundang decak kagum juri setelah membawakan lagu milik sendiri berjudul ‘Nalar’ serta mengarensemen ‘Closer’ milik The Chainsmokers. Sedangkan peringkat ketiga diraih oleh Killa The Phia, band asal Aceh ini adalah satu-satunya band ber-genre metal yang menjadi finalis SuperMusic.ID Rockin Battle. Lewat aksi panggungnya, Killa The Phia berhasil memuaskan dahaga musik metal para juri dan penggemar rock.

03 Jakarta Blues Factory YDhewJakarta Blues Factory (YDhew)

Baik juara pertama hingga ketiga, mendapat hadiah berupa uang tunai. Kedelapan finalis juga akan dibuatkan album kompilasi yang akan dirilis pada September mendatang. “Penampilan semua finalis pada malam ini sangat luar biasa, sehingga semakin membuat bingung kami para juri. Namun akhirnya kami sepakat bahwa GHO$$ adalah band yang secara musikalitas dan penampilannya paling lengkap dari semua aspek. Mereka layak menjadi generasi penerus band rock Indonesia saat ini,” tutur Ian Antono di akhir malam Audisi Final SuperMusic.ID Rockin Battle.

Ada sedikit accident yang terjadi malam panggung final Rockin Batlle, dimana Group band Jakarta Blues Factory gagal tampil dan otomatis gugur dari penilaian para juri, karena sang vokalis sekaligus gitaris Fawdi mendadak semaput sewaktu perform pertama. Broto  sebagai basis mengungkapkan bahwa kami semua bangga karena bisa sampai sejauh ini, dan mungkin rezeki kami bukan disini./ YDhew

Sunday, 07 May 2017 09:50

Ziarah

Rebut 2 Penghargaan

Film Ziarah berhasil membawa pulang 2 penghargaan dalam ajang ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) di Kuching, Serawak, Malaysia untuk 2 kategori diantaranya: Best Screenplay dan Special Jury Award. Malam penganugerahan AIFFA yang berlangsung di Pullman Hotel, 1A Jalan Mathies, Kuching Serawak, Malaysia (6/5/17).   

AIFFA adalah festival film tingkat ASEAN yang hadir untuk menciptakan platform guna mempromosikan film-film ASEAN kepasar film dunia. Di samping itu, ajang ini juga memfasilitasi kolaborasi jejaring dunia industri film di ASEAN dengan mempertemukan para distributor film dan tamu yang hadir untuk berdiskusi serta menjalin kerjasama bisnis dan pengembangan perfilman.

Bersaing dengan 4 film dari negara lain dalam kategori Best Screenplay, diantaranya Solo, Solitude (Indonesia), Laut (Philippines), Imbisibol (Philippines), The Way Station (Vietnam). BW Purba Negara selaku produser, sutradara sekaligus penulis skenario Ziarah merasa senang sekali filmnya mendapatkan apresiasi skenario terbaik di ajang AIFFA ini.

Dalam kategori Special Jury Award, tidak hanya Ziarah yang mendapatkan penghargaan khusus dewan juri AIFFA. Menjadi suatu kebanggan tersendiri Ziarah bersama Solo, Solitude (Yosep Anggi Noen, Indonesia) terpilih mendapatkan penghargaan ini.

“Film ini dikerjakan dengan semangat kolaboratif bersama kawan-kawan di Indonesia, khususnya di Gunung Kidul dan Yogyakarta. Penghargaan ini tentunya saya berikan juga untuk seluruh pemain dan kru yang sudah turut membantu memproduksi film ini. Semoga prestasi ini bisa menginpirasi teman-teman komunitas film di seluruh Indonesia untuk meraih prestasi-prestasi yang lebih gemilang lagi di masa yang akan datang”, ungkap BW Purba Negara sesaat setelah menerima kedua penghargaan tersebut.

02 BW Purba Negara Memegang 2 Piala di Ajang AIFFA, Malaysia 2017 IstimewaBW Purba Negara Memegang 2 Piala di Ajang AIFFA, Malaysia 2017 (Istimewa)

Kategori Best Film dalam ajang AIFFA 2017 diraih oleh The Way Station (Vietnam), Kategori Best Director dimenangkan oleh Luisitio Ignacio (Area, Filipina), dan Kategori Best Actress oleh Al-Al Delas Allas (Area/Filipina).

Film Ziarah bercerita tentang perjalanan mbah Sri, seorang nenek berusia 95 tahun, yang mencari makam suaminya yang hilang pada zaman Agresi Militer Belanda ke-2. Dengan tujuan sederhana,bahwa ia ingin dimakamkan di samping makam suaminya. Bagi pecinta film Indonesia, Ziarah bisa disaksikan di bioskop nasional mulai18 Mei 2017.

Penghargaan Film Ziarah:
Film Terbaik di Salamin dan aw Film Festival 2016, SkenarioTerbaik di ASEAN International, Film Festival and Awards 2017, Film Pilihan Dewan Juri di ASEAN International Film Festival and Awards 2017, Skenario Terbaik versi Majalah Tempo 2016, Nominasi Penulis Skenario - Festival Film Indonesia 2016, Nominasi Film Terbaik - Apresiasi Film Indonesia 2016, Kompetisi Film-Jogja Netpac Asian Film Festival 2016/ YDhew

03 Ziarah Skenario Terbaik AIFFA 2017 IstimewaZiarah - Skenario Terbaik AIFFA 2017 (Istimewa)

Page 6 of 113