Event Organizer
NewsMusik

NewsMusik

Friday, 01 December 2017 03:10

Djakarta Warehouse Project 2017

Segera Hadir di Pertengahan Desember

Festival musik dance Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017 merilis lineup harian musisi-musisi internasionalnya melalui Konferensi Pers yang digelar pada hari Rabu, 29 November 2017 di Blowfish, Jakarta. Festival musik gelaran Ismaya Live tersebut akan digelar pada tanggal 15 & 16 Desember di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

DWP 2017 tetap mengajak para partygoers untuk lebih berani dalam membuat keputusan melalui kampanye #gueDECIDE. Sebagai pesta akbar di penghujung tahun, Newland.id sebagai penyelenggara mengajak para partygoers untuk bersenang-senang bersama serta menjadi lebih berani untuk mengambil keputusan di tahun yang akan datang.

Sebagai informasi, pada hari pertama, Jumat tanggal 15 Desember, DWP 2017 akan menampilkan Cesqeaux, David Gravell, Flume (DJ set), Ilan Bluestone, Marshmello, NWYR, Ookay, Purple Haze, R3HAB, Robin Schulz, Slander, Tiesto, Vini Vici, Zatox, dan Zeds Dead. Esoknya di hari kedua akan menghadirkan Bassjackers, Desiigner, DVBBS, Flosstradamus, Galantis, Hardwell, Loco Dice, Richie Hawtin, dan Steve Aoki.

Hari kedua ini DWP 2017 akan dibuat lebih meriah dengan kehadiran special stage dari touring concept asal Barcelona bernama Elrow. Dengan konsep khasnya, Elrow akan membawa tema ‘Psychedelic Trip’ lengkap dengan dekorasi dan tata produksi spektakuler yang telah berhasil ditampilkan di TomorrowLand bulan Juli lalu. Kehadiran Elrow di DWP 2017 akan menjadi kali pertama Elrow membawa konsepnya ke benua Asia.

02 DWP2017 Istimewa

Djakarta Warehouse Project 2017 (Foto: Istimewa)

Tahun ini, DWP untuk pertama kalinya juga akan menampilkan genre hip hop dengan dibawanya rapper asal Amerika Serikat Desiigner dan rapper-rapper Asia dari kolektif 88rising yaitu Rich Chigga, Higher Brothers, Keith Ape, dan Joji.

Selain musisi-musisi internasional, sederet musisi-musisi regional dan Indonesia juga akan memeriahkan DWP 2017. Musisi-musisi regional dan Indonesia yang akan tampil di DWP 2017 adalah Andre Dunant, Chelina Manuhutu, Devarra, DJ L, Yaksa, Jade Rasif, Junior Kyle, Kingchain, March Maya, Moe, Ray Ray, Toni Varga, Tony Romera, w.W, Fun On A Weekend, Hizkia, Iyal Noor, Patricia Schuldtz, Stan, Yesterday Afternoon Boys, MC Bam, MC Drwe, Flicker Screen, Isha Hening, dan RPTV.

“Panggung utama DWP yaitu Garudha Land juga akan bertransformasi menjadi lebih futuristik dan lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Experience DWP tahun ini akan lebih meriah dan refreshing,” kata Sarah Deshita selaku Assistant Brand Manager Ismaya Live.

Untuk yang berminat dan ingin mendapatkan informasi secara detail dapat berkunjung ke situs resmi www.djakartawarehouse.com dan ticket box partner resmi DWP 2017 yang terdaftar di www.djakartawarehouse.com/ticket. Tahun lalu, DWP berhasil menjadi festival musik dance dua hari terbesar di benua Asia dengan angka penonton sebanyak 90,000 orang selama 2 hari dari 37 negara di seluruh dunia./ Ibonk

Saturday, 02 December 2017 02:17

Ita Purnamasari

Buku & Konser Penanda 3 Dekade Berkarir

Waktu terus saja berlari tanpa pernah menoleh sedikitpun kebelakang. Tanpa terasa, banyak sudah yang terjadi dan semuanya hanya bisa dihadirkan dalam ingatan. Semua manusia merasakan itu dan tak terkecuali seorang Ita Purnamasari. Namun ia tidak mau semua rekam jejaknya selama perjalanan karirnya hanya diingat oleh segelintir orang atau malah hilang begitu saja tanpa bekas.

Untuk itulah, menandai perjalanannya selama 30 tahun berkarya di ranah musik Indonesia, Ita akhirnya dapat menuntas satu keinginannya yakni merilis buku biografi berjudul “Satu Ita 3 Cinta”. Dalam buku ini, Ita menceritakan secara detail perjalanan karirnya sebagai penyanyi profesional.

Lewat buku ini, penyanyi asal Surabaya itu ingin berbagi pengalaman kepada anak-anak muda, khususnya, mereka yang terjun di industri musik Indonesia. "Saya sengaja menuliskan semua hal dibuku ini mulai dari awal karir saya. Saya mau bagi kisah ini dan tentunya bertepatan dengan hari spesial bagi saya. Dan saya mau berbagi ke anak-anak muda juga," kata Ita Purnamasari di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Kamis (30/11).

Hal yang sama juga dilontarkan oleh Dwiki Dharmawan, suami Ita Purnamasari, bahwa buku yang dituliskan oleh istrinya tersebut sangatlah menarik untuk dibaca. Pasalnya, perjalanan karir istrinya itu dinilai bisa menginspirasi masyarakat luas. "Buku yang jujur, cukup memberikan inspirasi dalam kehidupan lain dan terutama bagi Ita Purnamasari sebagai istri, ibu dan penyanyi. Paling menarik ya ini curhatan yang jujur, positif dan semoga jadi inspirasi bagi khalayak ramai," ungkapnya.

02 Jumpa Pers Peluncuran Buku & Konser 3 Dekade Ita Purnamasari IbonkJumpa Pers Peluncuran Buku & Konser 3 Dekade Ita Purnamasari (foto: Ibonk)

NewsMusik juga coba menyelami apa yang tertera dibuku karya Ita Purnamasari ini dirasa cukup lengkap. Apalagi sebagai awam dalam hal penulisan, Ita mampu menumpahkan apa yang terjadi pada dirinya pada masa-masa awalnya berkarir sampai saat ini, juga tak luput perhatiannya terhadap keluarganya, ataupun karir lainnya. Pola bertutur yang disampaikannya seakan-akan Ita menceritakan langsung kepada kita yang membacanya. Apalagi disertai dengan foto-foto sebagai penanda yang makin melengkapi buku ini.

Ibu dari Muhammad Fernanda Dharmawan ini memang banyak sekali menuliskan pengalaman menariknya, terutama ketika dia membangun karir di industri musik Tanah Air. Ini merupakan bentuk dedikasi, eksistensi dan rasa syukurnya karena telah diberikan karir yang baik, keluarga dan orang-orang disekelilingnya yang mendukung setiap langkahnya.

Bentuk lain penanda 30 tahun perjalanan karirnya di industri musik Indonesia, Ita juga akan menggelar konser bertajuk “3 Dekade Ita Purnamasari” pada tanggal 8 Desember 2017 mendatang di Balai Sarbini, Jakarta.

Rencananya panggung konsernya nanti akan digarap dengan sentuhan era 80-90an, dan melibatkan penari latar dari Studio 26 pimpinan Atiek Ganda di beberapa lagu. Lewat sentuhan Dwiki Dharmawan yang bertindak sebagai music director, lagu-lagu yang disajikan akan menjadi Iagu-Iagu berkemasan baru yang bakal memperkaya konser ini nantinya.

03 Ikang Fawzi IbonkIkang Fawzi (foto: Ibonk)

Sebagai senior dan juga sahabat, Ikang Fawzi yang juga hadir di acara peluncuran buku tersebut  mengaku sangat senang melihat Ita bisa merilis buku dan akan mengadakan konser penanda 3 dekade Ita berada di industri musik tanah air. Bagi Ikang, Ita merupakan penyanyi wanita yang tak pernah putus asa, sudah mengalami jatuh bangun di industri musik Indonesia.

"Berkarya selama 30 tahun itu sudah kehendak Tuhan. Ita sudah jatuh bangun, butuh perjuangan. Saya berharap dengan adanya konser ini bisa membangkitkan musik Indonesia," tutup Ikang

Rencananya, dalam konser nanti selain Ikang Fawzi juga akan dimeriahkan oleh sejumlah nama lain seperti Yana Julio, Agus Wisman, Dewi Gita, Husein Alatas, Berry Manoch 'Saint Locco', dan Ikmal Tobing./ Ibonk

04 Ita Purnamasari IbonkIta Purnamasari (foto: Ibonk)

 

Wednesday, 29 November 2017 03:23

Raffi Ahmad

Selain Nyeleb, Mantap Bisnis Fashion

Aktor, presenter, dan sempat berolah vokal dengan group BBB, Raffi Ahmad memang memiliki perjalanan karir yang terbilang mulus. Mulus tidak hanya dalam karirnya saja, juga bersama istrinya Nagita Slavina, Raffi cukup mendulang sukses membangun kerajaan bisnisnya. Mulai dari usaha properti, kuliner, sampai dengan usaha fashion yang digelutinya saat ini cukup berhasil merebut pangsa pasar di tanah air.

Tak heran saat ini Raffi Ahmad termasuk jajaran artis terkaya di Indonesia. Dimanapun Raffi berada selalu mendapat sambutan yang luar biasa baik dari penggemar maupun masyarakat yang mengenal sosok ayah satu anak ini.

Mengenai usaha fashion ini sendiri berawal dari keisengan Raffi pada moment Idul Fitri dua tahun lalu dengan berjualan sarung berlabel “Rahmad” yang berasal dari singkatan namanya melalui sosial media. Tak dinyana, para penggemarnya malah memintanya untuk membuat produk busana. Dari sinilah kemudian Raffi mendirikan clothing line yang diberi label RA Jeans.

"Awalnya saya tidak sengaja mendirikan bisnis ini, dari bisnis sarung itu alhamdulillah sambutannya cukup bagus. Akhirnya tercetuslah ide dari penggemar yang melihat postingan saya meminta jangan hanya bisnis sarung saja,” ungkap Raffi ditemui dalam acara perayaan produknya dibilangan Tangerang, Sabtu (25/11).

02 Raffi Ahmad Nagita Slavina Rafathar Nad

02_Raffi Ahmad, Nagita Slavina & Rafathar (Foto: Istimewa)

Kini dua tahun sudah label busananya hadir di pasaran dan semakin berkembang. Raffi yang pada awalnya tidak terlalu peduli dengan fashion semakin memantapkan bisnisnya ini dengan menggandeng sebuah Departement Store besar untuk memperluas pangsa pasarnya. “Mudah-mudahan label ini dapat diterima dan semakin banyak yang pakai. Semoga makin besar, dan barang-barang yang tentunya selalu update," harapnya.

Menurut Raffi, saat ini produknya tersebut terus dikembangkan, baik dari segi material bahan maupun desain yang akan lebih up to date. Dengan beragam pilihan produk denim akan lebih banyak dan detail yang berbeda. Selain itu kedepannya tidak menutup kemungkinan Raffi juga mulai merambah bisnis hijab dan busana kasual untuk hijabers./ Ibk

Tuesday, 28 November 2017 02:06

Night Bus

Tayang Lagi di Bioskop

Film Night Bus karya Sutradara Emil Heradi, yang menjadi film terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2017, akan kembali tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Film yang mengambil background Aceh ini, pada FFI 2017 kemarin telah bersanding dengan film nasional unggulan seperti Pengabdi Setan, Posesif, dan Cek Toko Sebelah.

“Night Bus memberikan kesempatan kepada pecinta film Indonesia yang belum sempat menyaksikan film ini di bioskop. Semoga penayangan ini bisa lebih baik dari sebelumnya” ujar Emil Heradi yang bertindak sebagai Sutradara.

Pada bulan April 2017 silam, Night Bus telah ditayangkan di bioskop di Indonesia, namun sayanganya usia tayangnya hanya sampai satu minggu. “Teman-teman juga sempet tanya kapan Night Bus diputer lagi, kami jadi semangat untuk nyebarin jadwal tayang terbaru film Night Bus pada teman-teman pencinta film tanah air” ujar Teuku Rifnu Wikana, Produser, penulis skenario sekaligus peraih penghargaan Aktor Terbaik Film Night Bus FFI 2017.

Sejatinya, menurut Darius Sinathrya, sang Produser, film ini akan ditayangkan kembali mulai Kamis, 30 November 2017 esok hari. “Kami senang sekali film Night Bus mendapat penghargaan FFI dan kami bersyukur film ini bisa ditayangkan kembali di beberapa bioskop di Jakarta, Bekasi, Bandung dan Surabaya. Semoga animo besar dari masyarakat bisa menambah jumlah layar agar dapat menyapa lebih banyak pecinta film Indonesia yang belum sempat nonton serta penasaran dengan Night Bus,” ungkapnya.

Film bergenre drama-thriller bertemakan konfilk dan kemanusiaan ini memiliki sinematografi dan cerita yang apik yang disuguhkan. Melibatkan juga bintang-bintang terbaik tanah air seperti Tio Pakusadewo, Teuku Rifnu Wikana, Lukman Sardi, Donny Alamsyah dan bintang-bintang berbakat lainnya.

Di ajang FFI 2017, Night Bus diganjar 6 penghargaan untuk kategori Film Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Penata Busana Terbaik hingga Penata Rias Terbaik.

02 Night Bus Istimewa

Night Bus (Foto: Istimewa)

Film ini menceritakan perjalan bis Babad yang mengangkut beberapa penumpang menuju Sampar, sebuah kota yang terkenal kaya akan sumber daya alamnya. Namun pada saat yang sama tengah terjadi konflik berkepanjangan. Sampar dijaga ketat oleh aparat pemerintah pusat yang siap siaga melawan pasukan Samerka (Sampar Merdeka), para milisi pemberontak yang menuntut kemerdekaan atas tanah kelahiran mereka.

Setiap penumpang bis memiliki tujuannya masing- masing: mencari penghidupan yang lebih baik, memenuhi kebutuhan keluarga, menyelesaikan masalah pribadi atau yang paling sederhana adalah ingin pulang ke kampung halaman. Mereka berpikir bahwa ini akan menjadi perjalanan seperti biasa, tanpa mereka sadari ada penyusup masuk ke dalam bis, membawa pesan penting yang harus di sampaikan ke Sampar.

Kehadiran penyusup membahayakan semua penumpang, orang paling dicari oleh kedua pihak yang bertikai, perintahnya temukan hidup atau mati! Di antara desingan peluru, tidak ada yang tahu, siapa akan hidup dan siapa akan mati!

Sebagai petunjuk bagi anda yang penasaran dengan jadwal dan dimana film Night Bus ini akan tayang ini bocorannya: XXI Taman Ismail Marzuki, XXI Plaza Senayan, Mega Bekasi XXI, XXI Ciwalk, XXI Trans Studio Mall, dan XXI Tunjungan 1, 3, dan 5./ Deki

Tuesday, 28 November 2017 11:33

Konser Ayat Ayat Cinta

Menyajikan 4 Diva Kondang Indonesia

Kesuksesan film Ayat Ayat Cinta di tahun 2008 yang menceritakan tentang Kisah Fahri, Aisha, dan Maria yang penuh problematika dan perjuangan untuk mendapatkan cinta yang tulus seolah masih terus dalam ingatan pecinta film tanah air. Kesuksesan film ini juga tidak lepas dari vokal Rossa yang menyanyikan lagu soundtrack ‘Ayat-Ayat Cinta’ milik Melly Goeslaw di periode yang sama.

Jelang film Ayat Ayat Cinta 2 yang akan tayang 21 Desember 2017, MD Live Production mempersembahkan “Ayat Ayat Cinta in Concert with Live Orchestra – Colours of Love”. Konser ini akan di gelar di Plenary Hall Jakarta Convention Center hari Rabu, 20 Desember 2017.

Konser ini akan menyuguhkan beberapa lagu dari 4 Diva kenamaan Indonesia, Rossa, Krisdayanti, Isyana Saravati dan Raisa dengan durasi sekitar dua jam. Manoj Punjabi selaku CEO dari MD Live Production menjanjikan show yang akan spektakuler dari 4 Diva tersebut. “Bukan perkara mudah menyatukan 4 Diva ini ke dalam satu panggung, mereka merupakan kombinasi yang luar biasa. Mereka siap ntuk tampil spektakuler,” ujar Manoj Punjabi sewaktu di temui dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/11).

Hal ini merupakan strategi yang sangat penting untuk film Ayat-Ayat Cinta 2 sebelum tayang. Band Payung Teduh pun turut menambah sederet musisi yang sudah mengisi lagu untuk film sekuel ini. Tak banyak informasi baik mengenai lagu ataupun kolaborasi dari artis yang akan tampil dan tentu saja masing-masing mempunyai basis penggemar di tanah air. “Yang jelas nanti ada kolaborasi dari salah satu Diva, cuma belum bisa saya kasih tau sekarang. Akan ada surprise tambahan," janji Manoj Punjabi.

02 Manoj Punjabi Rossa

Manoj Punjabi & Rossa (Foto: Tez)

Rossa, yang berhasil menghidupkan film Ayat Ayat Cinta, akan membawakan single terbaru berjudul ‘Bulan Dikekang Malam’. Sementara Isyana Sarasvati akan melantunkan sebuah lagu yang berjudul ‘Masih Berharap’ yang diciptakan Yovie Widianto dengan aransemen musik lagu oleh Ari Renaldi.  Terakhir Raisa akan membawakan lagu ciptakannya sendiri ‘Teduhnya Wanita’.

“Show ini akan menampilkan elemen-elemen di luar ekspektasi kita, untuk para fans akan mendapat sesuatu yang menarik di konser ini. Bukan hanya satu tetapi beberapa kombinasi,” janji Manoj Punjabi.

Ayat Ayat Cinta 2 kembali mengangkat kisah dari Novel karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul sama dan disutradarai oleh Guntur Soehardjanto. Menceritakan kerinduan seorang Fahri (Fedi Nuril) terhadap wanita yang dicintainya.

“It’s about love, temanya tentang cinta, cinta terhadap siapapun, baik terhadap isteri, tetangga, maupun negara, everything about love. Dan Colours of Love merupakan best tema untuk konser Ayat-Ayat Cinta,” tutup Manoj Punjabi./ Tez

Saturday, 25 November 2017 03:30

Konser In Memoriam, Perjalanan Sang Legenda

Menghadirkan Kembali karya Benny Panjaitan

Apa yang direncanakan akhirnya tuntaslah sudah, dimana sejumlah penyanyi dan pejabat tanah air akhirnya bisa bernafas lega dengan suksesnya mereka menghadirkan konser untuk mengenang mendiang Benny Panjaitan yang berpulang pada tanggal 23 Oktober lalu.

Mengukir kenangan manis lewat karya-karya sang frontman band Panbers, sedari awal perjalanan kariernya di kancah musik tanah air. Dikemas lewat konser bertajuk "In Memoriam, Perjalanan Sang Legenda", Kamis (23/11) malam, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Tak diragukan lagi, segelontoran tembang kenangan karya Benny dibawakan secara bergantian diatas panggung di antaranya oleh Nia Daniaty, Dian Piesesha, Panbers Junior, Saut Situmorang, Joy Tobing, Hendri Lamiri, dan Diah Permatasari. Alunan lagu-lagu yang seakan tak lekang oleh waktu tersebut mengalir indah mengikat kenangan dalam tiap individu yang hadir.

Tak ketinggalan pula beberapa pejabat negara seperti Menko PMK Puan Maharani, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Anggota Komisi III DPR Junimart Girsang tak ketinggalan ikut menyumbangkan suara mereka melantunkan lagu-lagu mendiang Benny. Diiringi oleh Amigos band, serta dipandu oleh Helmy Yahya dan Ratna Listy sebagai pembawa acara malam itu.

IMG 1942

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Ridh)

Cukup berkesan ketika Kapolri Jenderal Tito Karnavian malam itu menyanyikan lagu berjudul ‘Musafir’ yang cukup hits dibawakan dulunya oleh Panbers, sedangkan penyanyi senior Nia Daniaty sengaja memilih lagu ‘Cinta Abadi’. Sementara Menko PMK, Puan Maharani ditemani Dian Piesesha berduet membawakan lagu ‘Akhir Cinta’. Konser malam itu pun semakin manis dengan penampilan Panbers Junior yang membawakan beberapa hits Panbers di masa jayanya silam.

Seperti yang disampaikan Gusti Randa, yang bertindak selaku sound director konser, total pengisi suara di konser teraebut ada sekitar 67 orang. "Sebetulnya banyak sekali yang ingin ikut terlibat, tapi kami terpaksa batasi karena durasi pemakaian gedung kan juga terbatas," pungkas Gusti Randa

Secara garis besar, konser yang diproduseri Trimedya Panjaitan ini cukup banyak mendapat antusias dari masyarakat pecinta musik dan kalangan artis. Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak  karya-karya mendiang Benny Panjaitan semasa jayanya menjadi begitu akrab di telinga masyarakat./ Rz

Sunday, 26 November 2017 03:31

The Groove

Ogah Disebut Group Jazz

Sempat vakum selama 11 tahun, group musik beraliran acid musik atau pop jazz yang beranggotakan 7 orang yaitu Ali Akbar (Piano), Arie Arief (Gitar), Ari Firman (Bas), Deta Gunima (Drum), Rieka Roslan (Vocal), Reza Hernanza (Vocal), Rejoz (Perkusi), dan Tanto Putrandito (Keyboard), tidak membuat mereka kehilangan energinya untuk menghasilkan karya.

Ditemui NewsMusik sewaktu acara jumpa pers “The 90’s Festival”, The Groove yang hadir diwakili oleh Reza dan Rejoz selalu bersyukur masih diberikan kesempatan untuk selalu bertahan dan masih bisa eksis sampai sekarang. “Rumah kita itu adalah The Groove, jadi pada waktu bubar, memang kita main dengan orang lain dan pasti ada sesuatu yang kurang. Karena memang kita bisa dipakai oleh orang lain, karena basic-nya kita di The Groove. Jadi energi itu kita kumpulin lagi, sampai kita kumpul bareng dan akhirnya bisa seperti sekarang,” ungkap Rejos di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/11).

Bermula dari album perdana yang dirilis tahun 1999 “Kuingin”, membawa mereka menjadi salah satu band yang digandrungi kala itu. Setelah  merilis album ”Hati-hati” di tahun 2004,  Rieka keluar dari group musik ini dan meniti karirnya sebagai penyanyi solo. Setahun kemudian merekapun membubarkan diri setelah album “The Best” dirilis. Walau tak sepenuhnya hilang, namun sejak saat itu nama The Groove seakan pudar di peta musik Indonesia.

Seperti yang disampaikan diatas, lepas sebelas tahun berlalu, The Groove akhirnya bangkit lagi bersama Rieka di posisi vokal seperti sebelumnya. Kembalinya mereka ditandai dengan dirilisnya album “Forever U’ll Be Mine” di tahun 2016 lalu.

“Bagi saya The Groove merupakan band yang dari awal kita tahu susahnya, yang benar-benar susah.  Ngalamin sukses bareng, susahnya juga kita ngalamin bareng-bareng, up and down jadinya. Ya, mungkin itu yang bikin kangen kita ngalamin semuanya. Jadi karena sudah ngerasa senasib kali ya... Sudah jadi keluarga, kalau nggak ketemu salah satunya pasti kangen. Kangen bukan cuma senang-senangnya saja. Kadang-kadang kecerewetan Rieke yang kalau dia nggak ada kita cariin. Itu yang membuat kita jadi hidup” ujar Reza.

02 The Groove Ibonk

The Groove (Foto: Ibonk)

Saat ini, secara personil The Groove sedikit banyak terlihat berubah secara fisik, namun tidak dengan kualitas mereka. Mereka masih memiliki energi yang sama seperti pertama kali mereka muncul di industri musik tanah air. “Setiap kali manggung kita selalu berasa mendapat energi kembali, karena energi tersebut memang kita butuhkan untuk bisa eksis sampai sekarang. Oleh karena itu kita selalu ingin menampilkan sesuatu yang menarik bagi penggemar kita khususnya,” ujar Reza.

Menurut kedua sahabat ini, bahwa keseruan berkarir agak sedikit berbeda dibanding saat ini. Di era serba digital sekarang siapapun bisa menjadi artis sementara pada waktu silam, The Groove menjadi salah satu band yang ada unsur jazznya sementara yang lainnya bergenre pop atau rock. “Mungkin jadi kayak anak emas, karena pecinta jazz akhirnya punya satu media untuk mendengarkan musik kita. Beda atmosfirnya di kita dari pada sekarang” ujar Reza.

Group musik yang ogah dibilang bergenre jazz ini, mengaku puas dengan perjuangan mereka dahulu, yang berbeda genre dengan band-band lainnya. Mereka berhasil memperkenalkan jenis musik yang cukup sulit dipasaran, dimana respon penikmat musik di awal kemunculan mereka tidak langsung bagus. “Kalau memandang musik jazz, sebetulnya bisa dibilang The Groove itu bukan band jazz. Itu mungkin keinginan pasar, karena The Groove sendiri alirannya pop”, ungkap keduanya.

Dulu zaman kita pertama kali muncul banyak sedihnya, kita jadi kayak nggak punya teman. Kadang kita tampil dalam satu panggung dengan band-band yang berbeda genre. Beda dengan sekarang, musik yang berunsur jazz itu banyak sekali, berbagai jenis. Saya senang sekali karena kita coba dari dulu sampai berdarah darah, cukup sulit mengenalkan musik yang kita punya ini,” ungkap Rejoz.

03 Maliq DEssential The Groove Istimewa

Maliq & D'Essentials & The Groove (Foto: Istimewa)

Seperti tahun lalu, mereka dipercayakan untuk tampil dengan Maliq & D’Essentials dan menjadikan sebuah kebanggaan buat mereka bisa bersinergi dengan band lebih muda. “Kita diberi kesempatan tampil dan bersinergi dengan Maliq & D’Essential. Ulang tahun kita bareng pada 15 Mei, dan cuma beda usia 5 tahun. Menariknya mereka adalah penonton setia The Groove. Mereka kumpul nge-band karena The Groove, dan ini juga merupakan ajang saling menguji,” tambab Rejoz.

Agak berbeda dengan Rejoz, Reza berasumsi bahwa jazz merupakan musik yang butuh intelegensia dalam artian harus teredukasi dahulu baru bisa menikmati jazz. “Jujur saya agak kurang paham jazz. Kita harus paham dulu genre ini, baru bisa menikmati musik jazz. Beda dengan pop, sangat easy listening, nyanyi-nyanyi selesai. Apalagi “pure jazz” nada bisa kemana saja. Jadi saya berfikir, jazz buat para musisi merupakan makanan tambahan, tapi so far buat kita jazz adalah salah satu genre yang kita suka,” tutup Reza./ Tez

Friday, 24 November 2017 08:09

Stone Temple Pilots

Vokalis dan Single Baru

Kelompok alternative rock kondang, Stone Temple Pilots kembali hadir dengan pentolan baru. Pemilihan lewat sebuah audisi ini bertujuan mendapatkan seorang vokalis dari 15.000 pelamar setelah dua vokalis mereka terdahulu meninggal. Band ini menjadi salah satu panutan dalam skena musik grunge era 1990-an.

Band yang awalnya digawangi suara Scott Weiland ini harus kehilangan vokalis utamanya tersebut akibat overdosis pada 2015 di dalam bus turnya. Selanjutnya Weiland digantikan oleh Chester Bennington, vokalis Linkin Park. Kemudian Bennington meninggalkan Stone Temple Pilots secara damai, dan bunuh diri pada tahun ini.

Penanda mereka kembali ke jalurnya ditandai dengan peluncuran lagu ‘Meadow’ pada Rabu lalu dan mengatakan akan menelurkan sebuah album pada 2018. Lagu baru tersebut diisi oleh suara Jeff Gutt, penyanyi 41 tahun dari band Nu-Metal California Dry Cell.

Track berdurasi tiga menit lebih itu jadi karya pertama sejak mereka merilis album mini bertajuk “High Rise” bersama mendiang Chester Bennington pada tahun 2013 lalu. Dalam prosesnya, Stone Temple Pilots yang terdiri dari Robert dan Dean DeLeo serta drummer Eric Kretz, memilih penyanyi 41 tahun asal Michigan tersebut minggu ini setelah melakukan beberapa tahap penyeleksian.

02 Stone Temple Pilots IstimewaStone Temple Pilots (Istimewa)

“Kami menginginkan seseorang yang tidak hanya bisa menyanyikan lagu kami sebelumnya, tapi juga akan menulis lagu baru dan mengukir jalan yang berbeda ke depan dengan kami,” kata mereka dilansir Sky News. “Butuh beberapa waktu, tapi kami menemukan orang kami,” tambahnya,

Sementara Gutt menyatakan bahwa ia menjadikan Weiland sebagai model sejak pertama kali mendengar album debut band ini. Terjawab sudah teka-teki siapa yang menduduki jabatan departemen vokal dari Stone Temple Pilots./ Ismed

 

Friday, 24 November 2017 08:03

Dadang Pranoto

Rilis Album Solo Perdana

Dadang Pranoto terbilang musisi yang cukup produktif. Tidak saja terlibat sebagai gitaris dari band rock Navicula, dia juga gitaris dan vokalis di band Dialog Dini Hari. Belum lama, pria produktif ini, telah merilis album solo perdananya yang diberi tajuk “Kubu Carik”. Album penuh ini berisikan 8 buah lagu yang dikreasikan bersama penulis Eko Prabowo.

Menariknya lagi, proyek ini sebenarnya dimulai sejak lama. Tepatnya sejak 2015 silam. Kebetulan ini merupakan dua cabang kreativitas yang terus berlanjut, menulis kisahnya masing-masing hingga kemudian idenya dikembangkan menjadi perilisan buku dan sebuah album musik.

“Awalnya, Eko membuat buku prosa tentang Pohon Tua. Saya iseng merespon dengan satu skesta lagu. Ternyata responnya menarik dan jadi keterusan. Akhirnya dari satu sketsa itu berkembanglah menjadi delapan materi”, ungkap Dadang lewat rilisnya.

Dadang menambahkan, bahwa tidak ada alasan khusus kenapa album solo ini dibuat. Diakuinya bahwa titik berat Kubu Carik lebih kepada kolaborasi dirinya dengan Eko Prabowo. “Lagu-lagunya harus menemukan jalannya sendiri kepada pendengar. Itu yang ingin dicapai oleh album ini," akunya.

02 Kubu Carik Album IstimewaKubu Carik Album (Istimewa)

Dalam album ini, Dadang tidak bekerja sendirian. Dia dibantu dua rekannya di Dialog Dini Hari, yakni Deny dan Brozio yang bertindak sebagai co-produser dan membantu melengkapi instrumen. "Ada hubungan juga dengan periode dua bulan lalu ketika Zio merilis album solonya. Itu jadi semacam pemicu untuk diselesaikannya proyek ini. Saya merilis Kubu Carik saat ini bersama Rain Dogs Records sekaligus supaya bisa konsentrasi ke proyek selanjutnya,” tutupnya./ Ibonk

 

Friday, 24 November 2017 07:46

5upergroup Live in Concert

Konser Meriah Lintas Generasi & Genre

Secara konsep dan tema sebuah konser,  apa yang yang ditampilkan pada perhelatan “5upergroup Live in Concert” Selasa malam (22/11) di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta merupakan hal yang sering dilakukan pada saat ini. Konser yang menawarkan sebuah rentang era eksistensi dari setiap band dan harus berbeda genre. Sedikit yang membedakan adalah ditampilkannya 5 super group yang ditempatkan diatas satu panggung.

Para super group tersebut God Bless, Krakatau, Gigi, Kahitna dan Sheila On 7 yang mempunyai gaya dan aksi panggung masing-masing. Mereka dipilih atas dasar polling dan kriteria yang ditawarkan dan salah satunya adalah jam terbangnya yang sudah diatas 20 tahun. Konser ini juga dimaksudkan untuk mengajak penonton bernostalgia ke tahun 70, 80, 90, sampai 2000-an. Konser ini sendiri merupakan charity dan hasilnya akan didedikasikan untuk para guru.

Antrian penonton yang mulai memasuki arena Plenary Hall terihat sejak pukul 19.00 WIB namun terlihat tidak sampai memenuhi semua lini kelas yang disiapkan. Hal ini terlihat dengan kosongnya beberapa bangku di arena VIP dan VVIP yang sampai dimulainya acara hanya setengahnya yang terisi. Mungkin karena diadakan pada saat hari kerja atau kapasitas gedung yang terlalu besar sehingga kekosongan tersebut cukup terlihat, namun secara keseluruhan acara berlangsung cukup meriah.

Kehadiran God Bless sebagai band pembuka, langsung disambut meriah penonton. Kemunculannya Iyek di tengah-tengah penonton dengan lagu ‘Panggung Sandiwara’ dirasa cukup pintar dalam menarik perhatian penonton untuk ikut bernyanyi. Ia mengungkapkan kegembiraannya bisa hadir sebagai pembuka di konser ini. "Selamat malam para pecinta musik Indonesia. Senang God Bless bisa main di Balai Sidang, jarang banget lho," teriaknya dari atas panggung.

Dedengkot band rock tanah air ini, meski tak lagi muda, namun masih bisa tampil enerjik sambil sesekali berlari kearah penonton. Ia terlihat tetap stabil menyanyikan lagu-lagu hits seperti ‘Musisi’, ‘Bla Bla Bla’, ‘Menjilat Matahari’, ‘Cermin’, ‘Bis Kota’, dan ‘Kehidupan’.

Di lagu ‘Menjilat Matahari’ penyanyi berambut kribo ini mempersembahkan lagu tersebut untuk sahabatnya Yockie Suryo Prayogo, mantan personil Gob Bless yang saat ini sedang sakit. “Kami selalu berdoa agar Yockie cepat sembuh dan sehat lagi, Mudah-mudahan yang hadir disini juga bisa mendoakan agar dia bisa tetap berkarya untuk musik Indonesia,” ucapnya.

02 GIGI IstimewaGIGI (Istimewa)

Di posisi ke dua 5upergroup menampilkan band GIGI membuat suasana panggung mulai hidup dengan aksi beberapa personilnya. Band yang mengusung genre alternative rock, pop sampai hip hop ini menampilkan aksi yang berbeda dari band senior yang tampil sebelumnya. Seperti biasa, Armand Maulana tetap maksimal menampilkan gaya panggung yang energik dan mampu berinteraksi dengan penonton. Ia terlihat tampil sporty dengan kaos lengan panjang perpaduan hitam dan putih.

Di awal pertunjukkan, mereka menghadirkan hits-nya ‘Terbang’. Gaya khas Armand yang memainkan tamborin di tangannya,  semakin memanas sewaktu lagu ‘Panas’ dibawakan, seluruh penonton yang ada di tribun maupun di VIP ikut bernyanyi bersama. Lalu berturut-turut lagu ‘Nirwana’, ‘Janji’, ‘Kuingin’, dan ‘11 Januari’ dibawakan hampir tanpa jeda oleh band yang berdiri sejak 1996 ini.

Aksi Armand dan kawan-kawan sanggup membuat panggung di acara ini semakin hidup. Interaksi dengan penonton cukup baik, sambil sesekali menyodorkan mikrofon ke arah penonton. Penampilan GIGI ditutup dengan permainan drum oleh Hendi dan Gilang Ramadhan.

Suasana berubah berbeda, ketika Krakatau Reunion muncul ke atas panggung lewat usungan musik bergenre Jazz-World Musicnya. Band yang diawaki oleh guru-guru musik dan juga guru bagi para musisi tanah air ini tetap tampil memukau pada malam ini. Kedigjayaan para personilnya seperti Indra Lesmana, Trie utami, Gilang Ramadhan, Donny Suhendra, Dwiki Dharmawan, dan Pra Budi Dharma tak usah diragukan lagi.

03 Krakatau Reunion IstimewaKrakatau Reunion (Istimewa)

Band yang tahun ini memperoleh dua penghargaan dia ajang Ami Awards 2017 dengan kategori Album Jazz Terbaik dan Artis Jazz Vokal terbaik ini berupaya untuk tidak berhenti di dunia musik yang telah membesarkan namanya masing-masing.

“Kami berjanji untuk selalu bermain musik bersama-sama,” ucap penyanyi bertubuh mungil Trie Utami. Krakatau hadir dengan membawakan ‘La Samba Primadona’, ‘Cita Pasti’, dan ‘Kau Datang’. Tak banyak hits yang ditampilkan akhirnya mereka menutup dengan lagu ‘Gemilang’.

Di posisi ke empat hadir band pop asal Bandung, Kahitna yang ngehits dengan lagunya ‘Cerita Cinta’. Saat ini band ini diisi oleh 3 vokalis sekaligus yakni, Hedi Yunus, Carlo Saba dan Mario Ginanjar. Mereka mengawali karir sebagai musisi lewat panggung festival dan café yang dibentuk sejak tahun 1986.

Tetap dengan menghadirkan aransemen musik yang orisinil, mereka akhirnya mampu membawa penonton ke era tahun 90-an dengan lagu ‘Takkan Terganti’. Hampir seluruh penonton ikut bersenandung bersama dengan group band ini. Suasana panggung serta merta berubah menjadi melankolis, apalagi sejak lagu ‘Mantan Terindah’ dinyanyikan.

Tampil sebagai band primadona pada malam ini, Kahitna mengungkapkan rasa senangnya bisa tampil di acara ini. Apalagi yang hadir adalah band-band terbaik yang dipunyai Indonesia. “Kalian adalah pendukung sejati musik Indonesia,” ujar Hedi Yunus setalah menyanyikan lagu-lagu hitsnya. Total lagu yang dibawakan Kahitna ada 6 lagu, dan lagu ‘Cantik’ dijadikan sebagai lagu pamungkas mereka di malam itu.

04 Sheila On 7 IstimewaSheila On 7 (Istimewa)

Sebagai band termuda dan mewakili generasi 2000an, Sheila On 7 yang turut ambil bagian dalam konser ini merasa bangga dan sangat berterima kasih aksinya dalam satu panggung disandingkan dengan musisi-musisi idola mereka. Duta cs pada awal penampilan tanpa basa basi langsung menyanyikan lagu yang berjudul ‘J.A.P’ dan ‘Bila Kau’ secara medley, seketika penonton yang rindu dengan aksi mereka sontak ikut bernyanyi.

Berturut-turut mereka membawakan lagu ‘Seberapa’, ‘Kita’, ‘Radio’, ‘Dan’, ‘Itu Aku’ secara medley, tak lupa Duta menyapa penonton. “Selamat malam semuanya? Apa kabar om, pakde, budhe, terima kasih untuk semuanya di hari yang sama sekali bukan weekend ini," tandas Duta sang vokalis.

Sementara pada lagu sebelumnya Sheila on 7 juga sempat membawakan lagu yang berjudul ‘Melompat Lebih Tinggi’ serta ‘Lapang Dada’ dan sukses membawa penonton bernyanyi hingga melompat-lompat. Penonton makin terkesima dengan aksi Eros yang membawakan gitar di belakang kepalanya tanpa melihat snar gitar yang dipetik.

Sebagai penampilan penutup dari konser ini lagu ‘Rumah Kita’ milik God Bless dinyanyikan oleh all artis. Sayangnya sampai acara berakhir kolaborasi diantara mereka tidak terlihat, jadi yang terlihat terkesan hanya aksi unjuk gigi dari masing-masing band. Tetapi paling tidak konser ini sanggup membawa penonton bernostalgia dengan sajian lintas genre yang apik  dan lagu-lagu hits yang mereka bawakan. Acara yang akan menjadi agenda tahunan ini diharapkan menjadi salah satu acara ciamik sebagai penutup di tahun 2017 ini./ Tez

 

Page 12 of 135