Event Organizer
NewsMusik

NewsMusik

Wednesday, 05 July 2017 11:28

Bestival Bali 2017

Menampilkan Diantaranya Rob da Bank dan De La Soul

Bestival adalah sebuah festival musik yang berbasis di Inggris Selatan. Festival yang menjadi bagian dari rangkaian festival Eropa setiap tahunnya ini akan menyapa para penikmat musik di Indonesia tahun ini. Lewat konsep yang hampir sama dengan Glastonbury dan Fuji Rock Festival, para pengunjung Bestival bisa berkemah di lokasi acara selama festival berlangsung.

Gelaran asal Britania Raya yang telah meraih berbagai penghargaan ini, mengembangkan sayapnya ke Indonesia lewat tema Bestival Bali 2017 dan akan digelar pada 30 September dan 1 Oktober mendatang di Garuda Wisnu Kencana, Bali.

Sebagai pengisi acara utama, Bestival membawa Alt-J, Rudimental (DJ set), De La Soul, George Clinton & Parliament-Funkadelic, Purity Ring, The Cuban Brothers, dan Rob da Bank. Ada pula dua perwakilan dari dalam negeri, yaitu Stars and Rabbit dan Ras Muhammad. Masih ada artis-artis lain yang akan diumumkan menyusul.

Rob da Bank selaku kurator dari Bestival mengatakan, "Saya tak bisa memikirkan tempat yang lebih baik lagi di dunia untuk melaksanakan festival baru selain di Bali, tempat yang indah, budaya yang mengesankan, musik yang hebat, dan jangan memulai saya untuk bicara tentang selancar, sejarah, alam dan orang-orangnya."

02 Bestival IstimewaBestival Bali 2017 (Istimewa)

Keriaan ini sering juga disebut sebagai Escapist Festival Wonderland, Bestival akan memanjakan para pengunjung dengan beragam fasilitas seperti bar koktail mewah dan pasar jajanan, baik makanan lokal maupun global selama 2 hari.

Tiket sudah mulai dijual melalui situs BestivalBali.com. Ada pun harga tiketnya terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu Adult Early Weekend Ticket yang dipatok 200 dollar AS (sekitar Rp 2,6 juta), Adult Weekend seharga 250 dollar AS (sekitar Rp 3,3 juta), Adult VIP 450 dollar AS (sekitar Rp 6 juta), dan meja VIP untuk sepuluh orang seharga 5.000 dollar AS (sekitar Rp 66 juta).

Bestival UK merupakan salah satu festival terpenting di Britania Raya dalam empat belas tahun terakhir, memenangkan banyak penghargaan bergengsi. Festival butik ini mendatangkan 40 ribu penonton setiap tahunnya dan dikenal karena visi kreatif dan suguhan musik elektronik./ Ibonk

 

Monday, 03 July 2017 14:46

Sweet 20

Bertabur Bintang dan Lagu Klasik

Film Sweet 20 ini mengadaptasi dari film asal Korea Selatan Miss Granny, yang laris manis  di tahun 2014 lalu dan meraih kesuksesan di negaranya sendiri. Lewat kisah yang dibumbui komedi, film ini tayang di bioskop sejak tanggal 25 Juni 2017.  Boleh dikata cukup sukses menarik penonton di hari lebaran. Meskipun diadaptasi dari film aslinya, Sweet 20 juga hadir dengan nuansa lokal dan disesuaikan dengan budaya Indonesia.

Kisah berawal dari sebuah keluarga yang didalamnya terdapat seorang nenek yang berusia 70 tahun bernama Fatmawati diperankan oleh Niniek L. Karim. Fatma, begitu dia biasa dipanggil tinggal bersama anaknya yang semata wayang dan seorang dosen, Aditya (Lukman Sardi), menantu Salma (Cut Mini) dan kedua cucunya Juno (Kevin Julio), Luna (Alexa Key).

Dalam kehidupan nyata, Fatma banyak ikut campur dalam rumah tangga anaknya. Ia tidak disukai keluarga anaknya karena kecerewatannya. Salma, sang menantupun akhirnya jatuh sakit karena tidak tahan dengan cerewetnya Fatma. Hal ini yang mengakibatkan Aditya dan Luna ingin memasukkannya ke panti jompo.

Fatma yang mendengar hal tersebut merasa kecewa, dan iapun pergi dari rumahnya. Sampai pada perjalanannya pergi dari rumah, Fatma menemukan sebuah toko yang merupakan studio foto. Fatma berkeinginan membuat foto wajahnya yang belum terlalu tua untuk diabadikan, agar dapat menjadi foto pemakamannya nanti tampak cantik.

02 Sweet 20 IstimewaSweet 20 (Istimewa)

Kisahpun dimulai dari sini, setelah di foto keajaibanpun terjadi, Fatma berubah menjadi seorang gadis remaja berusia 20 tahun. Fatma yang tersadar akhirnya merubah namanya menjadi Mieke Wijaya (Tatjana Saphira) yang memulai hidupnya dan mewujudkan mimpinya. Fatma dahulu berkeinginan menjadi seorang penyanyi dan merubah penampilannya dengan dandanan era tahun 60-an yang bergaya klasik. Diluar itu, Aditya sangat resah karena kehilangan sang ibu dan mulai mencari keberadaan ibunya.

Sosok Mieke yang cantik mengingatkan sahabatnya, Hamzah (Slamet Rahardjo) yang sejak dulu jatuh hati kepada Fatma makin jatuh hati setelah mengetahui bahwa sosok Mieke yang muda dan cantik adalah Fatmawati. Sementara itu kehadiran Mieke mulai menarik perhatian dua lelaki lainnya, Juno dan Alan (Morgan Oey) seorang produser TV yang tertarik dengan kecantikan dan suara Mieke.

Mieke yang ingin mewujudkan mimpinya menjadi seorang penyanyi akhirnya menjadi vokalis di band cucunya Juno. Disini Mieke mulai merasa bingung, disatu sisi ia rindu akan kehidupannya sebagai Fatmawati, namun juga mulai merasakan jatuh cinta kembali terhadap Alan.

Film bertema drama komedi ini, layak dijadikan tontonan untuk keluarga. Selain menghibur juga ada pesan moral didalamnya. Dibumbui dengan komedi yang khas yang membuat penonton tertawa, film ini juga berisi adegan yang menguras air mata. Celetukan-celetukan dan tingkah konyol yang dihadirkan pun terkesan natural dan tidak dipaksakan, alur cerita yang unik juga tidak membosankan.

03 Sweet 20 IstimewaSweet 20 (Istimewa)

Yang menarik dari film ini adalah selain bertaburan aktor dan aktris berbakat, juga menyajikan 6 lagu lawas klasik yang di aransemen ulang, seperti ‘Payung Fantasi’, ‘Selayang Pandang’, ‘Layu Sebelum Berkembang’, ‘Bing’, ‘Meraih Asa’ dan ‘Tentang Cinta’.

Setiap lagu berhasil mewakili alur cerita, bahkan 3 lagu dinyanyikan sendiri oleh Tatjana Saphira, yakni  ‘Bing’, ‘Payung Fantasi’ dan ‘Layu Sebelum Berkembang’. Sementara lagu 'Meraih Asa' dibawakan oleh  Alexa Key, ‘Selayang Pandang’ oleh Gugun Blues Shelter, serta ‘Terong Dicabein’ oleh Siti Badriah. Tak heran film ini disebut dengan paket lengkap, selain skenario yang asyik juga dengan adanya scoring yang asyik didengar, ditambah dengan pemain yang bagus.

Akting Tjajana pun nyaris tanpa cela, meski diadu berakting dengan peraih piala citra seperti Niniek L. Karim, Slamet Rahardjo dan juga Widyawati. Hadirnya Tika Panggabean sebagai anak dari Hamzah menambah poin tersendiri di fim ini meski porsi yang ditampilkan tidak banyak. Dalam hal pemilihan kostum, lokasi dan juga audio visual sang sutradara Ody C Harahap cukup pantas diacungi jempol dimana penonton dimanjakan dengan penataan gambar tempo dulu.

Pemilihan lokasi syuting di Bandung, dirasa sangat cocok dengan suasana unik dan klasiknya, sehingga menjadi nilai tambah tersendiri selain para pemain yang terdiri dari lintas generasi. Begitulah, meski film ini berisi cerita yang tidak masuk akal namun cukup menghibur dengan alur cerita yang ringan yang banyak disukai penonton tanah air. Secara keseluruhan film ini cukup berhasil menjadi sebuah tontonan keluarga di tengah liburan. Penasaran dengan akhir dari film ini? Segera sambangi bioskop favorit anda, mumpung film ini masih diputar/ YDhew

 

Monday, 03 July 2017 12:57

Anggun

Segera Menyelesaikan Album Terbaru

Hampir sebahagian besar penduduk Indonesia kenal akan sosoknya. Ikon musik nasional, juara World Music Award, juri Internasional Asia’s Got Talent dan Goodwill Ambassador United Nations, itulah Anggun Cipta Sasmi yang beken dengan panggilan Anggun, yang  mengejar kesuksesannya di Eropa sejak bertahun-tahun lalu.

Kini, album berbahasa Perancisnya mendapatkan penghargaan Gold Album di Perancis, dan menjadi sebuah pencapaian fantastis bagi seorang entertainer asal Indonesia.

Sejauh ini ia telah melewati lebih dari tur 60 tanggal pertunjukan, dan beberapa hari yang lalu Anggun tampil sebagai bintang utama pada festival bergengsi FIMA di Baccarat, Perancis. Disambut meriah oleh kerumunan penonton di ajang festival ini, mereka ngotot untuk menyaksikan penyanyi asal Indonesia tersebut tampil di panggung. Anggun tampak membawakan sebuah penampilan yang kuat dan elegan yang memukau penonton.

“Sangat indah, senang sekali dapat melihat Anggun tampil live. Ini merupakan salah satu pertunjukan musik terbaik yang pernah saya tonton selama ini,” terang seorang fans yang cukup antusias menggambarkan penampilan Anggun yang tampil fantastis didampingi oleh empat musisi ini.

02 Anggun IstimewaAnggun (Istimewa)

Gambar-gambar yang dipublikasikan pada jejaring sosial juga menjadi cerita sendiri. Penonton yang penuh sesak pun tampak ceria dan terkesan dengan vokal kuat Anggun, juga aksi panggung yang mempesona. “Saya melakukan pertunjukan terakhir dari jadwal tur Eropa saya disini, di Perancis sebelum menyelesaikan album Internasional saya”, ujar Anggun.

“Sebenarnya saya  sedikit sedih karena rangkaian tur ini harus berakhir, namun pada saat yang bersamaan juga sangat antusias untuk segera kembali ke Asia, terutama di Indonesia, untuk mempromosikan album Internasional terbaru saya. Saya sudah sangat rindu dengan penggemar di Indonesia,” tambahnya.

Dalam beberapa bulan ke depan, Anggun juga akan terbang ke New York, Amerika, untuk tampil pada ajang musik bergengsi Big Apple Music Awards dimana ia dinominasikan sebagai Word Best-Selling Asian Female Artist atau Artis Wanita Asia PenjualanTerbaik Dunia./ Ibonk

Wednesday, 21 June 2017 11:54

Film Suatu Hari Nanti

Menawarkan Keindahan Alam Swiss

Beberapa tahun terakhir ini, sineas film Indonesia banyak menyuguhkan panorama keindahan mancanegara. Bisa jadi ini memang tuntutan cerita atau hanya sebagai pemikat penonton. Keadaan ini juga berlaku untuk Evergreen Pictures dan Rumah Film yang kembali menawarkan keindahan alam di benua Eropa melalui film yang bertajuk “Satu Hari Nanti” . Film ini merupakan proyek bersama dengan pemerintah Swiss yang menyodorkan lansekap kota-kota di negara tersebut sebagai latar cerita.

Film yang ditulis dan disutradarai oleh Salman Aristo ini menceritakan kehidupan dua pasang kekasih yang gelisah dalam membangun komitmen di negeri rantau. Pemain yang terlibaat di film ini antara lain Deva Mahenra, Adinia Wirasti, Ringgo Agus, hingga Ayushita Nugraha.

“Lokasi full di Swiss. Secara skrip, 99 persen cerita di sana. Produksi juga kami kerjakan di Swiss, tanpa harus akal-akalan bikin set di tanah air,” tutur Salman dalam rilis yang diterima NewsMusik Senin (20/6).

 Kota-kota yang akan dipilih menjadi latar belakang film ini adalah Thun dan Interlaken. Selanjutnya masih ada Brienz, Bern, serta salah satu puncak tertinggi Eropa, Jungfrau. Thun sendiri adalah kota kecil yang terkenal dengan danau cantiknya, selain itu terdapat pula sebuah kastil tua beserta sungai kecilnya yang wajib dikunjungi.

02 Kleinn Scheidegg Stasiun menuju Jungfrau IstimewaKleinn Scheidegg, Stasiun menuju Jungfrau (Foto: Istimewa)

Sementara Interlaken merupakan sebuah kota destinasi wisata di Swiss yang terkenal. Terletak di antara dua danau besar, yaitu danau Thun dan danau Brienz. Lantas lanjut ke ke resort wisata puncak Jungfrau, namanya Jungfraujoch. Ini merupakan kawasan wisata dengan posisi unik, dibangun di antara Puncak Jungfrau dan Puncak Monch yang merupakan bagian dari pegunungan Alpen. Wisatawan bisa menempuh 2 jam perjalanan kereta api untuk menuju puncaknya.

Kemudian Brienz, kota yang menyimpan khazanah budaya tradisional Swiss dan tampak pada arsitektur rumahnya. Di sini ada danau luas yang ketika musim dingin berubah menjadi danau es. Lokasi terakhir yang dipilih adalah Bern, ibukota Swiss nan asri dan juga masih banyaknya bangunan klasik yang masih orisinil sejak dahulu.

Proses pengambilan gambar film ini berlangsung sejak pertengahan November 2016 silam. Dan sudah mulai dalam tahap pasca produksi. Sementara untuk tanggal rilis, produser Dienan Silmy memastikan sekitar akhir tahun 2017./ YDhew

Tuesday, 20 June 2017 13:21

Ahmad Al Ghazali

Musik Tetap Yang Utama

Potensi musik yang di dapat seseorang berbeda-beda, ada yang sekedar hobby, ikut-ikutan ataupun warisan dari orang tua. Seperti yang dialami oleh artis yang berwajah tampan dan dikenal dengan panggilan Al Ghazali atau biasa dipanggil Al. Bakat seni yang mengalir dari ayah dan ibunya  mengalir pada tubuh Al. Sejak kecil sudah mengenal musik, mulai memainkan berbagai macam alat musik sejak usia sekolah dasar.

Sebagai putra sulung dari mantan pasangan musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Al memang memiliki bakat di bidang musik dalam dirinya. Bukan hanya sekedar ikut-ikutan, pria kelahiran 1 September 1997 ini mempunyai idealisme tersendiri dalam bermusik.

Karirnya di industri hiburan tanah air diawali dengan sebuah band bentukan Ahmad Dhani, Lucky Laki bersama dua saudaranya. Lewat lagu ‘Superman’ dengan video klip dibuat berlatar belakang masa kecil Al, El dan Dul bersama ayahnya cukup mendapat sambutan di kalangan penikmat musik tanah air. Band bergenre rock ini menelurkan album pertama “New Beginning 09” pada tahun 2009. Dalam band tersebut Al memilih pada posisi gitar dan vokal dibantu dengan adik bungsunya, Dul.

Selepas single ‘Aku Suka Bersama Orang Yang Aku Suka’ yang disingkat menjadi ASBOYS, Lucki Laki pun vakum. Al sempat memberikan statement bahwa sebetulnya dirinya tidak tertarik untuk menjadi anak band. Lalu ia mencoba peruntungannya terjun ke dunia DJ. Ketertarikannya pada DJ, adalah karena sang bunda yang telah terlebih dahulu terjun ke dunia tersebut.

02 Al Ghazali YDhewAl Ghazali (YDhew)

Maia yang melihat ketertarikan Al tersebut, akhirnya mewariskan seperangkat alat DJ kepada dirinya. Akhirnya, Al pun berkarir sebagai peramu musik dan memainkan turn table. Bagaimana dengan karirnya sebagai musisi/ penyanyi? Al tidak meninggalkan hal tersebut, Dibawah payung Republik Cinta Records dan Pelangi Records, Al pun bersolo karier dengan merilis single ‘Kurayu Bidadari’ dan ‘Kasidah Cinta’. Pada waktu yang bersamaan Al juga memulai terjun juga ke dunia akting dengan membintangi film layar lebar yang berjudul “Runaway”.

Di tahun 2015, bersama kedua adiknya El dan Dul, Al kembali membentuk band dengan nama Ahmad Bersaudara dan juga Al kembali merilis single solonya yang berjudul ‘Lagu Galau’. Al yang memang piawai memainkan beragam alat musik, juga pernah terlibat dalam beberapa proyek musik, baik bersama ayahnya ataupun musisi lain. Semakin mantap menapaki karir di bidang musik, di tahun 2016 lalu, Al kembali merilis single-nya yang bertajuk ‘Amnesia’ dengan sentuhan up beat dengan electronic dance music karyanya sendiri.

Lepas dari tuntunan sang ayah terhadap kariernya, di usianya yang telah dewasa Al terlihat semakin matang.  Ia dijuluki artis multi talenta, dan saat ini lebih memilih fokus ke dunia DJ. Ditemui di Raffles Hotel, Jakarta pekan lalu, Al saat ini tengah disibukkan sebagai produser dan mastering lagu,. Ia mengaku bahwa dirinya mempunyai impian sebagai musisi dan pencipta lagu. “Musik memang yang utama buat saya, entah akan seperti apa saya tanpa musik”, ujar Al./ YDhew

 

Saturday, 17 June 2017 10:34

Obin The Flops

Warna dan Semangat Reggae Terbarukan

Mengusung genre musik beraliran reggae adalah sebuah kebanggaan sendiri bagi setiap individu yang ada di Obin The Flops (OTF). Bagaimana tidak, sejak berdiri pada 2010 silam, Obin The Flops seakan tidak putus akal hanya memainkan musik reggae yang biasa-biasa saja. Mereka dengan berani malah membuka diri untuk memasukkan berbagai macam unsur  musik lainnya, seperti hip metal, ska ataupun blues.

Di pertengahan tahun ini, pasukan reggae ini berhasil meluncurkan single perdana mereka yang berjudul ‘Pasti-Pasti Aja’. Ini murni ciptaan Obin, dan mereka menggandeng Berry "Saint Loco" salah satu musisi Hip Rock Indonesia untuk memberikan warna lain dalam lagu tersebut. Sebuah langkah berani karena lumayan menantang arus.

OTF saat ini digawangi oleh Obin (bass/ vokal), Joshua (vokal), Mike (DJ), dan Chris (gitar). Khusus single ‘Pasti-Pasti Aja’ yang diluncurkan dalam versi rekaman ini, masih dilantunkan oleh almarhum Choky, vokalis terdahulu group ini.

Obin mengungkapkan bahwa ini adalah bentuk penghormatan mereka kepada almarhum Choky, karena hampir 85% album Obin The Flops sudah digarap bersama Choky kala itu (3 tahun lalu). “Ketika Choky meninggal, saya sempat patah semangat buat merampungkan album ini. Namun saya berterima kasih, karena banyak teman-teman yang mendukung, seperti Mike (DJ) yang kini jadi personel sekaligus Eksekutif Produser, Nico Veryandi sebagai arranger juga bertindak sebagai produser,” ungkap Obin, pada saat temu media di SiNi Records, Kemang, Jakarta, Jumat (16/6).

02 Obin The Flops IbonkObin The Flops (Ibonk)

Kolaborasi OTF dan Berry “Saint Loco” dalam single ini sedikit banyak menjadikan musik mereka sedikit bergaya hip dengan rap core dalam komposisi reggae yang unik. Ditambah lagi sentuhan Mike sebagai DJ memberi warna tersendiri. “Dalam prosesnya tidak ada yang sulit, chemistry langsung dapet. Karena saya juga menyukai musik reggae dan asyik saja bisa ikut memberikan kontribusi di part-part tertentu,” terang Berry.

Semangat serupa dan optimis juga ditunjukkan oleh Nico Veryandi selaku produser kala menjawab pertanyaan NewsMusik, “OTF sendiri adalah sebuah produk yang beda, boleh dikatakan melawan arus. Ini sebuah keuntungan, karena semua akan melihat. OTF berbeda dari band-band reggae yang ada. Band reggae yang berani memasukkan unsur baru dalam karyanya. Soal keberhasilan lebih kepada unsur keberuntungan saja, tapi secara produk OTF menjanjikan. Urusan laku atau tidak, kita lihat saja,” ujar Nico.

Saat inipun sebenarnya OTF tengah mengumpulkan materi lagu untuk album kedua. Album kedua nantinya murni akan diisi oleh personil yang ada pada saat ini. Diluar OTF, mereka  bukanlah orang-orang baru, semua personel telah malang melintang sebagai musisi additional di sejumlah band reggae Indonesia.

03 Obin The Flops and Producer IbonkObin The Flops and Producer (Ibonk)

Diluar ini semua, beban terberat tentunya ada dipunggung Joshua sebagai frontman yang menggantikan posisi almarhum Choky. Ia mengakui bahwa karakter suara yang ia miliki berbeda. “Sebisa mungkin harus tampil sesuai karakter gua sendiri, Almarhum memang panutan gua, seperti caranya merangkul fans saat live, dan performed doi itu nggak pernah basi. Kalo bisa, ya gua harus lebih”, jujur Joshua.

OTF memang memiliki harapan agar musik reggae dapat dinikmati semua kalangan, tidak hanya dijadikan sekedar trend musik saja. Sebuah fakta cukup baik bahwa  beberapa tahun belakangan ini, musik reggae sudah berkembang cukup pesat. Makin banyak diminati oleh para orang muda Jakarta. Bravo Obin The Flops..../ Ibonk

 

Saturday, 17 June 2017 10:24

Elly Kasim

Konser 57 Tahun Berkarya

Elly Kasim merupakan salah satu penyanyi Indonesia yang masih bertahan sampai sekarang. Sosok penyanyi bersuara emas dan menjadi legenda musik Minang di tanah air. Sampai sekarang tembang dan karyanya masih mendapat tempat di hati penggemarnya. Sampai saat ini “Uni Elly” biasa beliau dipanggil hampir 100 album solo telah dirilisnya tidak sedikit yang menjadi hits. Bisa kita dengar Tembang-tembang tenar seperti ‘Dindin Badindin’, ‘Ayam Den Lapeh’, ‘Bapisah Bukannyo Bacarai’, ‘Malam Bainai’, dan masih banyak lagi lagu yang pernah menjadi hits dari suara khas Uni Elly tersebut.

Bukan hanya melantunkkan lagu-lagu daerah Minangkabau saja, penyanyi yang saat ini berusia 73 tahun juga melestarikan kebudayaan dan adat istiadat Minangkabau melalui sanggar yang dibentuknya, Sangrina Bunda. Di sanggar ini ia menampilkan tari-tarian khas Minangkabau dan memperkenalkannya di dunia internasional, baik melalui event pariwisata maupun pertukaran budaya dengan luar negeri.

Karena hal tersebut Uni Elly didampuk sebagai Duta Seni yang telah mengharumkan nama bangsa dengan misi kesenian yang dipimpinnya. Hal tersebut dibuktikan dengan diperolehnya penghargaan Adikarya dari Kementrian Pariwisata di tahun 1974, Citra Adikarya budaya dari RCTI dan di tahun 2005 dianugerahi AMI AWARD dari Yayasan Anugerah musik Indonesia. Masih banyak lagi penghargaan yang diterima dari Duta-duta besar dan juga dari Persatuan Seniman Malaysia.

Menginjak usia 57 tahun berkarya di tahun 2017 ini, penyanyi senior ini akan menggelar konser yang bertajuk “Menjulang Bintang 57 tahun Elly Kasim Berdendang”. Konser ini diharapkan akan mengembalikan kenangan lama yang mengangkat lagu-lagu yang pernah dipopulerkan olehnya. Juga menjadi sebuah pertunjukkan bergaya musikal berbasis kebudayaan Minagkabau yang akan diselenggarakan pada tanggal 29 juli 2017, di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki.

02 Titiek Puspa & Elly Kasim YDhewTitiek Puspa & Elly Kasim (YDhew)

“Konser ini sudah lama direncanakan oleh teman-teman saya dari orang-orang Minang sejak dua tahun lalu. Untuk pilihan musik nantinya akan mengunakan tema semi orkestra”, ungkap Elly Kasim saat jumpa pers di Rumah Makan Sederhana, Jakarta Pusat Kamis (15/6).

Nantinya Elly Kasim tidak hanya tampil solo, ia akan berkolaborasi dengan penyanyi Titiek Puspa, Judika, B3 dan paduan suara Rancak Voice, dan tiga penyanyi daerah asal Minangkabau. Ada 17 lagu yang akan dinyanyikani, 9 lagu diantaranya akan dibawakan secara duet dengan beberapa artis tersebut. Lagu yang disusun dan diaransemen ulang menjadi pertunjukan musikal dengan berbagai elemen yang dramatis dan penuh spectacle.

Dipilihnya Judika, karena lagu yang dipilihnya nanti memerlukan power yang cocok di bawakan Judika, karena sebelumnya pernah menyanyikan lagu Minang “Pulanglah Uda” yang begitu lancar dinyanyikan Judika kala itu. “Teman duet saya sudah banyak yang meninggal, saya rasa Judika sangat cocok untuk mengimbangi suara saya”, Jelas Elly.

Titiek Puspa yang juga akan ada di konser, hadir sebagai sahabat dari awal perjalanan karir Elly Kasim di industri musik tanah air. Titiek Puspa yang mengagumi suara dan karya dari Elly Kasim sangat mendukung sahabatnya dalam menggelar konsernya.

03 Titik Puspa YDhewTitik Puspa (YDhew)

Inilah sebuah upaya untuk terus mengaktualkan kekuatan artistik seni budaya Minangkabau, dengan pertunjukan yang lebih modern dan juga sebagai salah satu cara memperkenalkan lagu-lagu Minangkabau kepada generasi muda saat ini.

Tiket pertunjukan di banderol mulai harga Rp. 250 ribu untuk Kelas 2, Rp. 500 ribu untuk Kelas I, sedangkan VIP Rp. 750 ribu dan VVIP Rp. 1 juta. Telah tersedia di Ticket Box, ticket.com, loket.com dan Ibu Dibyo./ YDhew

 

Friday, 16 June 2017 14:53

Pharrell Williams

'There’s Something Special'

Pharrell Lanscilo Williams, yang kerap disebut Pharrell belum lama berselang mengeluarkan sebuah lagu sebagai karya terbarunya. Sosok yang dikenal sebagai penyanyi dan produser musik ini sepertinya sengaja memasukkan unsur musik yang cerah dan inspiratif untuk lagunya yang berjudul ‘There’s Something Special’, Lagu yang juga menjadi soundtrack film “Despicable Me 3” yang akan tayang pada 30 Juni mendatang.

Sampai saat ini Pharrell telah melakukan kontribusi musik pada seluruh film Despicable Me, termasuk di dalamnya hits ‘Happy’, yang merupakan juga single pertama untuk waralaba kedua film tersebut.

Dari sisi musik, kita bisa mengingat terdapat sentuhan disko pada lagu ‘Happy’ yang mendorong lagu itu menjadi pemuncak di tangga lagu Billboard Hot 100. Hal tersebut menjadikan Pharrell meraih nominasi Oscar untuk kategori Best Original Song,

02 Pharrell Williams IstimewaPharrell Williams (Istimewa)

Sementara single terbarunya ini menyajikan groove yang lebih kokoh dan alunan gitar soul klasik yang memberi sentuhan melankolis pada lagu ini. Namun vokal latar, harmoni, dan alunan synthesizer sedikit banyak menjadikan lagu ini terkesan ringan namun menyenangkan, ditingkahi suara falsetto Pharrell.

‘There"s Something Special’ akan menjadi kelanjutan single Pharrell sebelumnya, yang juga menjadi soundtrack Despicable Me 3, ‘Yellow Light’. Dilihat secara keseluruhan, musisi 44 tahun ini  sudah  berkontribusi atas lima lagu baru untuk soundtrack yang baru akan dirlis pada 23 Juni ini./ Ibonk

 

Thursday, 15 June 2017 15:44

Tama Groove Session Indonesia 2017

Mencari Drummer Kelas Dunia

Salah satu produsen drum ternama di dunia yang berasal dari Jepang, Tama Drum tak lama lagi akan mengadakan kompetisi drum online berskala nasional lewat tajuk Tama Groove Session Indonesia 2017. Event yang diadakan oleh Hoshino Gakki selaku pemilik merk Tama Drum ini turut juga melibatkan PT MMI selaku distributor tunggal Tama Drum di Indonesia.

Kompetisi ini sendiri dianggap merupakan kompetisi yang paling prestisius untuk seluruh pemain drum di Indonesia. Melibatkan cukup banyak nama-nama terkenal di kalangan drummer dunia dengan memberikan support dalam bentuk video ajakan untuk join dalam acara ini seperti: Charlie Benante (Anthrax), Peter Erskine (Weather Report), Matt Gartska (Animals as Leaders), Anup Sastry, Kenny Aronoff, KJ Sawka, Noriaki Kumagai (Ex Casiopea), Longineau Parson III (Yellowcard). Nathan Camarena (Chen), Rodney Holmes, Stewart Copeland (The Police) dan Mike Portnoy (Dream Theater ).

Untuk lebih menajamkan informasi mengenai kompetisi ini pihak MMI yang diwakili oleh General Manager PT MMI-Patricia Dharmawan, Ade Himernio-Markcomm Manager PT MMI, serta Fajar Satritama mewakili musisi mengadakan temu media di Chics Musik Rawamangun, Jakarta Timur pada Rabu, 14 /6 kemarin.

Pada intinya, para perwakilan tersebut menyebutkan bahwa kompetisi ini sendiri diharapkan diikuti oleh banyak musisi berbakat dari seluruh pelosok Indonesia. Sehingga hasil yang didapat dipenghujung kompetisi ini adalah didapatkannya drummer yang mampu berbicara banyak di pentas internasional dan mampu mengharumkan nama bangsa.

02 Ade Himernio, Fajar Satritama & Patricia Dharmawan IstimewaAde Himernio, Fajar Satritama & Patricia Dharmawan (Istimewa)

Kompetisi online ini bisa diikuti dengan mengupload video pemainan mereka ke Youtube dengan format nama : TAMA GROOVE SESSION INDONESIA 2017 Nama Peserta lalu mengisi form registrasi di www.bermusik.co.id/tama. Untuk syarat dan ketentuan lengkapnya, peserta juga bisa melihat di web tersebut dimana ada beberapa persyaratan yang mesti diperhatikan sebelum mengisi entry.

Periode kompetisi dimulai pada tanggal 15 Juni 2017 dan berakhir pada tanggal 15 Agustus 2017. Untuk proses penjuriannya, nanti akan dipilih 10 terbaik oleh tim dari Tama Drum Indonesia untuk kemudian akan diserahkan kepada Noriaki Kumagai dan salah satu artis Tama dunia yang akan segera di rilis namanya untuk ditunjuk sebagai juri utama kompetisi ini.

Satu set drum Tama seri Starclassic Maple, yang merupakan salah satu seri cukup tinggi yang dibuat langsung di Jepang akan menjadi hak Juara Pertama, sedangkan runner up akan mendapatkan snare Tama DMP 1465 dan juara 3 double pedal Tama Speed Cobra HP 310 LW.

Selain itu para pemenang berkesempatan untuk tampil di Shanghai Music Messe di China pada bulan Oktober tahun ini, yang merupakan pameran tahunan. Selain ke Shanghai, pemenang juga akan diajak melakukan kunjungan pabrik Tama di Guangzhou dan akan dijadikan sebagai Tama Groove Session Icon 2017./ Ibonk

 

Wednesday, 14 June 2017 16:20

Ramones

Rilis Ulang 'Leave Home'

Ada kabar baik yang berhembus beberapa waktu ini, dimana tak lama lagi para fans berat grup punk legenda paling berpengaruh, Ramones akan dihadiahi perilisan ulang album kedua Ramones “Leave Home”. Ini dimaksudkan sebagai sebuah cara untuk menyambut perayaan 40 tahun dirilisnya album tersebut.

Album studio kedua yang dirilis pada Januari 1977 ini sendiri memuat nomor-nomor klasik seperti ‘Pinhead’, ‘California Sun’ ataupun juga ‘Swallow My Pride’ yang akan dirilis ulang dalam edisi deluxe dan juga tersedia sebagai CD reguler.

Set album yang bertajuk Ramones: Leave Home 40th Anniversary Deluxe Editon akan segera dirilis pada 14 Juli 2017 mendatang dibawah payung Rhino. Lengkapnya berisikan tiga CD dan satu LP set yang memuat dua mixing berbeda dari album orisinal. Dikemas dalam versi remastered dari stereo mix orisinal dan satunya lagi adalah mixing khusus untuk perayaan 40 tahun oleh penata rekam album orisinal Ed Stasium yang juga tersedia dalam format piringan hitam.|

"Kayaknya rekaman orisinal terdengar terlalu bersih, gitarnya terlalu tersingkirkan oleh kehadiran band dan efek reverb-nya agak berlebihan," tulis Stasium di catatan pinggir album tersebut.

Selanjutnya adalah cakram kedua yang diisi oleh rekaman yang belum pernah di dengar sebelumnya. Termasuk hasil mix kasar dari 15 lagu yang direkam untuk album “Leave Home” di Sundragon Studio, New York. Nah disini kita bisa mendengarkan lagu ‘Sheena is a Punk Rocker’ dan ‘Babysitter’, yang merupakan lagu pengganti pada rilisan versi Amerika Serikat dan Britania Raya setelah band tersebut menghilangkan lagu ‘Carbona Not Glue’ tak lama setelah dirilis.

02 Ramones IstimewaRamones (Istimewa)

Terakhir merupakan cakram ketiga, yang isinya merangkum penampilan live yang belum pernah dirilis dan direkam di CBGB pada 2 April 1977. Edisi deluxe ini juga dikemas bersama buku hardcover berukuran 12" x 12", yang merekam cerita dari mantan manajer Danny Fields (ditulis oleh Michael Azerrad) dan ditambah kisah detail pembuatan album dari Stasium.

Semuanya diproduksi hanya 15.000 copies yang telah dinomeri secara individual dari edisi deluxe yang akan diproduksi. Album Leave Home versi orisinal remastered ini juga akan tersedia sebagai CD reguler./ Ibonk

 

Page 2 of 113