Event Organizer
NewsMusik

NewsMusik

Thursday, 17 August 2017 11:33

Film Wiro Sableng

Peran Utama Keinginan Penulis Cerita

Wiro Sableng yang dikenal dengan Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 merupakan novel fiksi karya almarhum Bastian Tito. Di era tahun 80-an novel ini menjadi novel yang selalu ditunggu oleh penggemarnya. Karakter Wiro Sableng yang gagah, berwajah tampan dan sakti mandraguna namun mempunyai sifat lugu, lucu, dan sedikit konyol. Lewat kekonyolannya tesebut pendekar ini terkadang bersikap gendheng atau bisa dibilang sableng.  Kadang juga kegendhengannya itu menyakiti perasaan orang lain.  Sang penulis berhasil membuat karakter Wiro Sableng hidup sampai sekarang.

Serial Wiro Sableng ini juga telah dibuatkan film layar lebar yang dibintangi oleh Tonny Hidayat, dan dilanjutkan dengan hadirnya serial televisi yang kemudian diperankan oleh Herning Sukendro (Ken Ken). Episode awal ini bertahan sampai dengan episode ke-59, kemudian dilanjutkan sampai dengan episode ke-91 dengan pemerannya digantikan oleh Abhie Cancer.

Dibalik beberapa pergantian sosok Wiro Sableng, yang paling melekat dengan sosok tokoh ini kalau bisa dibilang adalah Ken Ken. Ken Ken berhasil membawa tokoh ini ke dalam sosok yang dibayangkan dari cerita komik serial Wiro Sableng. Dari gesture, caranya berbicara serta memerankan jurus-jurus maut si pendekar, Ken Ken cukup mewakili karakter tokoh komik tersebut. Sehingga bila kita bayangkan pendekar 212 yaa... Ken Ken itulah si Wiro Sableng.

Ditemui diacara temu media di Senayan City, Jakarta, Rabu (16/8) Ken Ken yang hadir untuk mendukung pembuatan film Wiro Sableng mengungkapkan apa yang menjadi keinginan Bastian Tito untuk karakter tokoh tersebut. Ingatannya pun kembali ke tahun 1995 dimana dirinya dipilih oleh Bastian Tito untuk memerankan tokoh ini.

"Saat terpilih memerankan Wiro, ada rasa penasaran saya, kenapa saya yang dipilihnya. Saya bertanya sama Om Bastian tentang karakter itu. Dia jawab, Wiro harus ganteng, gagah, lugu, seperti Mas Ken Ken karena orangnya baik hati dan disukai banyak orang," ujarnya sambil tersenyum.

02 Ken Ken YdhewKen Ken (foto: Ydhew)

Penasaran dengan hal tersebut Ken Ken kemudian bertanya lagi, masih ingat betul perkataan Bastian Tito yang kemudian memaparkan isi hatinya kepada Ken ken. “Sebetulnya yang dinginkan om Bastian untuk memerankan tokoh Wiro Sableng adalah anaknya Vino”, ungkap Ken ken sambil menahan haru.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa  film Wiro Sableng 212 akan segera diproduksi. Dalam jumpa pers kali ini sekaligus mengumumkan  dimulainya proses syuting diakhir bulan ini. Setelah sekian lama menjadi tanda tanya, akhirnya LifeLike Pictures mengumumkan siapa saja daftar pemain dan peran-perannya.

Film yang cerita skenarionya ditulis oleh Sheila Timothy dan Tumpal Tampubolon ini, melibatkan beberapa nama terbaik di perfilman Indonesia sekarang ini. Pemeran Utama tentu saja diperankan oleh Vino G. Bastian. Disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, Marcella Zalianty akan berperan sebagai Permaisuri, dengan Rifnu Wikana sebagai Kalasrengi. Tak hanya itu, ada Lukman Sardi sebagai Werku Alit dan Dwi Sasono sebagai Raja Kamandaka.

Marsha Timothy nantinya memerankan tokoh Bidadari Angin Timur. Sedangkan Sherina Munaf akan menjadi Anggini dan Andi Rif/ pun turut bermain menjadi tokoh Sang Dewa Tuak.

Sebagai pemain yang di dampuk sebagai pemeran utama Vino mengatakan bahwa film ini mempunyai beban yang berbeda, dimana ini merupakan karya almarhum ayahnya dan harus memenuhi ekspetasi banyak orang. “Saya siap untuk memberikan yang terbaik, dan mohon doanya semoga semua dapat berjalan lancar”, ujar Vino.

Film Film 'Wiro Sableng 212' akan mulai syuting pada 21 Agustus 2017 dan mengambil  wilayah di Jawa Barat dan sekitarnya. Jadwal tayangnya direncanakan  tayang pada tahun depan.

“Kami ingin memberikan benchmark baru untuk film Indonesia, dan membuat film ini dengan pendekatan yang sangat Indonesia, sajian dan cara tutur Indonesia. Bukan meniru film Hollywood atau film Cina. Wiro Sableng akan menjadi film laga dengan ciri khas yang menggambarkan Indonesia.” Tungkas sang sutradara Angga Dwimas Sasongko.

Akankah Vino G. Bastian berhasil memerankan tokoh sang pendekar 212 dan menggantikan bayang-bayang Ken Ken sebelumnya?. Kita tunggu saja!/YDhew

 

Tuesday, 15 August 2017 22:39

Glenn Fredly

Tanda Mata Untuk Slank

 Mengulang kesuksesan konser Tanda Mata #TNDMT tahun lalu dengan membawakan lagu-lagu dari salah satu diva Indonesia Ruth Sahanaya, Glenn Fredly kembali menggelar konser tahunan #TNDMT tersebut. Glenn merupakan sosok musisi yang sangat concern dengan segala macam jenis musik, dan selalu mencoba sesuatu yang baru. Tidak ingin mengulang konser sebelumnya, kali ini Glenn akan membawakan lagu-lagu dari band legendaris Indonesia, Slank.

Dipilihnya Slank sebagai Ikon musik yang diapresiasi oleh Glenn, merupakan mimpi dari Glenn untuk bisa mengapresiasi karya musisi lain bukan hanya diucapkan saja tetapi ingin merayakannya seperti konser sebelumnya. Hal ini menjadi suatu penghargaan kepada seniman yang masih ada dan mempunyai manfaat yang luar biasa terhadap keberlangsungan ekosistem dunia musik Indonesia, bukan hanya dalam segi bisnis saja. Hal inilah yang ingin ditunjukkan Glenn baik kepada parap enggemarnya pada khususnya atau industry musik Indonesia pada umumnya.

Slank sebagai salah satu band yang menjadi garda terdepan musik Indonesia dan salah satu live legend musik di Indonesia mempunyai pengaruh dalam perjalanan karirnya selama berkiprah di industri musik Indonesia. LiriklaguSlank yang tegas, tajamdangayakhasSlankdengan genre rock and blues yang mampu diterima oleh semua kalangan pecinta musik membuatnya ingin memberikan apresiasi dengan cara yang berbeda. Selain itu  Glenn merupakan musisi yang selalu ingin mencoba sesuatu yang baru, dan tidak pernah mau mengulangi apa yang sudah pernah dilakukan. Hal ini juga mempunyai kemiripan dengan Slank.

“Tahun lalu merupakan entry point yang seru banget bisa merayakan karya Ruth Sahanaya. Bottom linenya adalah merupakan sebuah perayaan dari suatu karya yang tidak selalu apa yang dihasilkan, tetapi karya yang mempengaruhi cara berfikir dan mempengaruhi karir itu penting untuk di implementasikan. Saya besar dari berbagai jenis musik dan Slank merupakan salah satunya yang mempengaruhi saya.” Ujar Glenn saat jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Selasa (15/8).

Konser yang bertepatan dengan hari ulang tahun Glenn Fredly ini merupakan persembahan musik yang unik, dimana keduanya mempunyai genre dan influence musik yang berbeda. Hal ini menjadi momentum karya dari Glenn dengan cara mengapresiasi sebuah influence selama ini.

02 Bimbim Kaka YDhewBimbim dan Kaka (Foto: YDhew)

“Berbeda dengan konser Tanda Mata yang lalu dimana Ruth Sahanaya memiliki roots yang sama dengan saya. Slank berbeda dan mempunyai keunikan tersendiri. Masing-masing kami mempunyai karakter musik, penggemar, influence, komunitas yang berbeda. Namun saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari apa yang telah dilakukan Slank,  karya legendaries Slank menjadi tantangan dan rangkaian estetika musik sesuai dengan interpretasi saya,” jelas Glenn.

Bimbim merasa bangga karya mereka bisa dinyanyikan Glenn Fredly, “Kita Cuma ingin duduk menikmati Glenn menyanyikan lagu-lagu kita. Glenn yang biasa membawakan lagu jazz, sementara kita basicnya blues, punk bahkan rock n roll. Glenn merupakan salah satu musisi penyanyi yang bagus menyanyi live di Indonesia”, ujar Bimbim.

“Tidak banyak musisi seperti Glenn yang memikirkan musisi lain terutama untuk industry musik, bagaimana menyatukan musisi dan industry musik menjadi suatu pesan buat masa depan, energinya luar biasa. Glenn selalu respect terhadap musisi lain, rasa itu merupakan keharusan di dunia musik sebetulnya termasuk juga rasa sosial, empati yang semakin lama semakin hilang. Namun tidak dengan Glenn”, tambahnya.

Sementara Kaka yang melihat fans Glenn yang kebanyakan perempuan, berharap di acara ini nantinya perempuan-perempuan yang menikmati karya Slank. “Penasaran banget dengan acara ini nanti, semoga mendapat inspirasi dari lagu sendiri”, ujar Kaka.

Belum diketahui lagu apa nantinya yang akan dinyanyikan Glenn di konser ini, yang jelas semua lagu-lagu dari Slank akan dinyanyikan menurut versinya sendiri. "Saya Cuma bisa bilang, ini 'Pulau Biru'-nya versi saya. Saya suka musik jazz dan blues. Begitu lihat Slank dari membedah karyanyaya, itu blues. Sangat menyenangkan, mengolah dan mengemas dalam membuat aransemennya. Akan ada lagu cinta, pesan sosialnya ada, danTimur Indonesia," tutup penyanyi yang berasal dari Ambon, Maluku ini.

Tiket presale sudah dibuka sejak tanggal 5 Agustus 2017 dan akan ditutup tanggal 17 Agustus 2017 yang dibandrol dengan harga Silver IDR 600.000,-, Gold IDR 1.000.000,- dan VIP IDR 2.000.000,-. Untuk harga normal  tiket dibuka dengan harga IDR 1.000.000,- untuk Silver, IDR 1.500.000,- Gold, dan VIP IDR 2.500.000,-/YDhew

03 Press Conference YDhewPress Conference (Foto: YDhew)

 

Tuesday, 15 August 2017 15:53

SWITCH

Drama Seri Komedi Karya Nia Dinata

Nia Dinata bersama dengan Pritagita Arianegara meluncurkan drama komedi romantis yang skenarionya merupakan hasil dari karya pemenang kompetisi Viu Female Story Festival 2017. Original series ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Vie Female Story Festival, yang merupakan kompetisi untuk writer muda Indonesia yang dipersiapkan masuk ke dunia professional maupun dunia internasional.  Ini adalah incubator program yang langsung di mentori oleh para professional di dunia perfilman Indonesia dengan visi yang sama untuk memajukan dunia film nasional.

Rumah produksi Kalyana Shira milik sutradara kenamaan Nia Dinata, bekerja sama dengan sebuah label layanan video streaming bernama Viu, Senin (14/8) menayangkan secara perdana drama seri yang berjudul SWITCH di layanan tersebut. Tidak hanya tayang di Indonesia, tetapi serial ini akan tayang juga di Malaysia selama 24 menit setiap hari Kamis selama 13 episode.

SWITCH adalah drama seri komedi romantis dan bercerita mengenai dua sahabat yang hidupnya jungkir balik ketika pada satu malam, jiwa mereka tertukar. SWITCH dibintangi oleh pemain film Indonesia terkenal: Morgan Oey, Karina Salim, Tatyana Akman, Vincent Tio, dan Asmara Abigail.

Drama yang disutradarai oleh Nia Dinata dan Pritagita Arianegara, skenarionya ditulis oleh lima pemenang kompetisi menulis naskah film kisah perempuan pertama di Indonesia yang diadakan pada bulan Maret awal tahun ini, sebagai bagian dari Viu Female Story Festival 2017. Lagu ‘Dari Mata’ yang di bawakan oleh Jaz telah dipilih menjadi lagu soundtrack drama seri ini.

"Saya tertarik sama konsep Viu yang ingin membawa karya-karya anak bangsa ke dunia internasional. Lalu dari segi cerita, anak-anak millenial sekarangkan sukanya cerita-cerita yang simple tapi imajinatif. Makanya konsep ceritanya kan out of the box banget," ungkap Nia Dinata ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (14/8).

02 Nia Dinata YDhewNia Dinata (foto: YDhew)

Drama ini menceritakan dua pemeran utama di film ini, yaitu Febby (Tatyana Akman) dan Emma (Karina Salim), keduanya mempunyai kepribadian yang berbeda. Cerita berawal ketika keduanya saling bertukar tubuh dari sini dimulai segala kelucuan dan keseruan dari kisah mereka.

Keduanya sama-sama bekerja di sebuah bioskop indie, yang mempunyai karakter yang berlawanan. Dimana yang satu Febby mempunyai sifat yang mudah bergaul dan suka bersosialisasi (ekstrovert) sangat berbanding terbalik dengan Emma yang menutup diri dengan dunia luar (introvert).

Dari karakter tersebut terciptalah kekonyolan-kekonyolan dimana mereka harus bertukar tubuh dengan jiwa yang berbeda. Kelucuanpun dihadirkan disaat Febby tertarik dengan kegantengan Richard (Morgan Oey) seorang barista dari kedai kopi di sebelah tempat mereka bekerja. Film ini juga akan menampilkan aksi Vincent Tio dan Asmara Abigail.

“Kami mendapatkan pengalaman yang seru dalam memproduksi SWITCH ini dan bermitra dengan tim Viu Indonesia. Saya berharap anak muda Indonesia akan menikmati tayangan ini seperti halnya kesenangan yang kami dapat dalam memproduksinya,” ujar Nia Dinata sebagai sutradara di film ini.

Drama seri SWITCH ini terdiri dari 13 episode dan akan tersedia secara eksklusif di Viu di Indonesia, Malaysia serta negara-negara lain mulai 15 Agustus 2017, dengan episode baru dirilis setiap minggunya. SWITCH dapat diakses di https://www.viu.com atau dengan mengunduh aplikasi Viu Android dari Google Play atau Viu iOS dari Apple App Store. Informasi lebih lanjut tentang SWITCH dapat dilihat di media sosial Viu di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan www.dramabanget.com. / YDhew

03 Morgan Oey YDhewMorgan Oey (foto: YDhew)

 

Tuesday, 15 August 2017 10:12

Sarah Usman

Merambah Dunia Tarik Suara

Muncul lagi wajah baru di dunia musik tanah air, seseorang yang bertekad ingin ikut terjun mempertontonkan kepiawaiannya dalam berolah vokal. Mungkin banyak yang cukup mengenal dirinya beberapa waktu belakangan ini, terkait aktivitasnya di media sosial. Ya, Sarah Usman kini dengan percaya diri, menghadirkan suara merdunya melantunkan lagu indah dari Rieka Roslan dengan judul lagu ‘Cinta Bukanlah Cinta’.

Wanita kelahiran Jakarta 4 September 1987, mengaku sudah cukup lama ingin ingin berkecimpung meramaikan blantika musik Indonesia. Apalagi dirinya cukup memiliki potensi dan bakat di bidang tarik suara, seperti yang kerap diunggahnya lewat akun pribadinya.  Namun untuk membagi waktu dengan kesibukannya, mau tak mau dirinya harus memilih salah satunya. Sarah lebih mengutamakan menyelesaikan sekolahnya, dan baru pada tahun ini, ia bisa meluangkan waktunya untuk serius dibidang tarik suara.

"Aku senang banget nyanyi dari dulu. Secara pribadi selama ini musik sudah menjadi hobiku, dari semenjak di SMU dulu. Sudah banyak tawaran di bidang musik, namun fokus utamaku lebih ke arah pendidikan dan karir. Saat ini untuk bernyanyi aku memulainya dari awal dan jauh dari kata sempurna, karena baru saat ini juga aku ketemu dan bekerja dengan tim yang cocok dan pas”, akunya

Memilih untuk menyelesaikan pendidikannya bukanlah pengorbanan yang sia-sia. Segudang prestasi telah disandangnya seperti telah menyelesaikan Bachelor of Science di bidang Ekonomi Universitas Indonesia 2005-2009, Bachelor of Science di bidang Ekonomi Internasional dari Universiteit van Amsterdam dengan gelar ganda Merit Scholarship 2007-2009. Lalu menyandang gelar Master of Science di bidang Keuangan dari Universiteit van Amsterdam 2009-2010, Master of Science di bidang Akutansi dan Keuangan  dari London School of Economics 2011-2012 dan terakhir mengantongi beasiswa penuh dari School of Government and Public Policy Indonesia  2017-2018.

02 Sarah Usman IstimewaSarah Usman (Istimewa)

Nah, setelah sukses menyelesaikan pendidikan dan memiliki pekerjaan yang cukup mapan, kini Sarah Usman merengkuh impian lamanya yang tertunda. “Yang terpenting adalah melakukan hal yang diinginkan dengan sepenuh hati. Tidak ada kata terlambat bagiku untuk selalu melakukan cita-cita impianku sebagai penyanyi. Masa-masa dimana saat fokus belajar mendengarkan musik adalah momen yang membuat aku bisa santai dan menghilangkan kepenatan sejenak”, ucapnya.

Bagi wanita penggemar berat musisi dunia seperti Frank Sinatra, Celine Dion, Whitney Houston, Coldplay, Alicia Keys, Stevie Wonder, Amy Winehouse, John Legend, Kygo, saat ini merupakan waktu yang tepat baginya untuk meraih mimpinya sebagai penyanyi. “Menyanyi hal yang sangat menyenangkan. Bisa membawakan lagu-lagu dengan berbagai pengalaman kisah kehidupan," ungkap Sarah Usman.

Tunggalan ‘Cinta Bukanlah Cinta’ ciptaan Rieka Roslan ini, ditangani langsung oleh arranger dan produser bertangan dingin Ali Akbar Nadeem Sugiri. Sebuah kerjasama yang menjanjikan effort yang manis, dan juga karya-karya lain yang cukup bersahaja. “Yang paling penting, saya bisa menyanyikan lagu yang sesuai dengan hati dan membawakan lagunya dengan sepenuh hati. Semoga single ini bisa diterima oleh pendengar musik di Indonesia," tutup Sarah dengan penuh harap./ Ibonk

 

by Sarah Usman

Tuesday, 15 August 2017 10:07

Injak Balik

Rilis Ulang Dalam Format Kaset

Aslinya, album musik kompilasi ini berngaran “Injak Balik!” dirilis dalam format piringan hitam ukuran 7 inchi dibawah payung label TAM89. TAM89 sendiri adalah label asal Perancis yang memiliki visi untuk memperkenalkan skena punk/ hardcore dari belahan dunia dalam format vinil. Kompilasi ini sendiri memuat 9 band lawas yang seluruhnya berasal dari Bandung seperti: Puppen, Jeruji, Savor of Filth, Turtles Jr., Deadly Ground, Runtah, Closeminded, Piece of Cake dan All Stupid.

Album Injak Balik! Ini ternyata menggugah hasrat label spesialis rekaman pita ZIM ZUM Entertainment (berkolaborasi dengan 2 label lokal: MetalGodz & R.A.S.P), untuk merilis ulang kompilasi legendaris ini dalam format kaset. Gawe, ini adalah pertama kali dilakukan dan digarap sebagai perayaan 20 tahun rekaman. Hal ini juga dimaksudkan juga untuk mengenang kembali pergerakan punk/ hardcore ‘90-an di tanah air (khususnya Bandung).

Sebagai bentuk pembeda dan tampil lebih informatif dari sekedar rilis ulang, dalam sampul album kaset dimuat juga wawancara dengan Lük (pemilik label TAM89) mengenai keberadaan album ini.  Menurut rilis yang disampaikan ke redaksi NewsMusik, bahwa transformasi fisik ini juga menjadi alternatif bagi penikmat rekaman analog di Indonesia. Mengingat harga rilisan otentiknya sekarang hanya mampu diraih oleh kalangan mapan.

02 Lük pemilik label TAM89 IstimewaLük - pemilik label TAM89 (Istimewa)

Kaset Injak Balik! mulai beredar pada acara Festival Kaset Bandung (FKB) yang berlangsung selama dua hari (2 & 3 September 2017) di Gedung YPK, Bandung. Tak jauh berbeda dengan konsep Record Store Day/ Cassette Store Day di dunia, FKB merupakan hajatan tahunan yang diperuntukkan kaum pecinta rekaman fisik, khususnya kaset. Di sana nantinya akan ada pameran, hearing session, diskusi, lelang, dan sale besar-besaran bagi kolektor.

Dalam kesempatan yang sama, Zim Zum juga merilis rekaman live/reuni terakhir dari D.S.-13, sebuah band thrashcore legendaris asal Swedia yang cukup berpengaruh pada band hardcore/punk di dunia. Format aslinya adalah piringan hitam 12 inchi di bawah label, Rotten To The Core Records, dan dikemas dalam bentuk kaset./ Ibonk

 

Monday, 14 August 2017 11:56

Shena Malsiana

Memiliki Darah Melayu

Ada yang berbeda ketika NewsMusik menghadiri undangan temu media penyelenggaraan Jakarta Melayu Festival (JMF) 2017 akhir pekan silam. Terang saja, karena sekilas melihat sosok Shena Malsiana diantara sekumpulan penampil yang akan turut serta dalam acara tersebut. Untuk melepas penasaran, akhirnya bersualah kita dipojok resto dibilangan Menteng tersebut.

Sederetan pertanyaanpun akhirnya dilayangkan pada gadis jebolan X Factor Indonesia yang lahir di Jakarta, 14 Oktober 1991 silam. “Benar, aku aja kaget sebenarnya ketika ditawarkan untuk terlibat di festival ini oleh bang Geisz Chalifah selaku Promotor JMF. Aku terima karena ini kuanggap tantangan, dan bang Geisz tertarik dengan karakter vokal aku”, ungkap Shena.

Kalau merujuk kebelakang, Shena yang piawai bernyanyi dan mengaransir lagu ini sebenarnya pernah terlibat dalam situasi yang sama. Ketika dirinya mengaransir dan membawakan lagu milik Zee Avi seorang penyanyi Malaysia yang berjudul ‘Kantoi’ dalam episode awal penyisihan X-Factor. Lagu tersebut murni berlanggam Melayu Malaysia, dan Shena berhasil menaklukkannya.

Diakuinya kembali bahwa sebenarnya membawakan lagu berirama Melayu bukanlah sebuah hal yang sulit untuk dilakukannya. “Yang cukup sulit adalah mengerti bahasanya, banyak  enggak tahu maksudnya. Jadi harus cari apa artinya dulu, biar mood-nya bisa keluar dengan baik dan tidak melenceng”, jelas Shena

02 Shena Malsiana IbonkShena Malsiana (foto: Ibonk)

Untuk menaklukkan panggung Jakarta Melayu Festival 2017 yang akan dilaksanakan di Ancol Beach City pada 19 Agustus mendatang, Shena telah menyiapkan tiga lagu yang akan dibawakannya. “Aku akan membawakan lagu ‘Ayam Den Lapeh’, ‘Pak Ketipak Ketipung’ dan lagu ‘Lirikan Matamu’ milik A. Rafiq yang sempat dipopulerkan lagi oleh almarhum Chrisye. Aku akan tampilkan versi Chrisye”.

Rasa bahagia yang dirasakannya akhirnya bisa terlibat di festival musik yang tak biasa ini menimbulkan kesan tersendiri dalam dirinya. ‘Ini pertama kali ke terlibat di festival lagu Melayu, biasanya selain musik pop yaaa.... terlibat di beberapa event jazz. Asiknya, aku tetap diminta menampilkan diri aku sendiri. Bang Geisz juga mengingatkan siapa aku sebenarnya. Ayahku Palembang/ Jepang dan ibu aku Bengkulu, jadi darah Melayu cukup kuat mengalir di diri aku,” tutupnya.

Diminta untuk sedikit membocorkan seperti apa yang akan dirinya tampilkan, Shena akhirnya bersedia melantunkan lagu ‘Ayam Den Lapeh’ pada bait-bait awal versi dirinya yang sedikit jazzy dan bercengkok Melayu. Sangat bikin penasaran.

Begitulah, JMF 2017 kali ini memang menawarkan sedikit perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini lebih banyak menampilkan penampil-penampil muda usia, lintas genre dan kolaborasi salah seorang musisi internasional pemain saxophone Dani Lerman. Bagaimana hebohnya festival ini, ada baiknya sudah mempersiapkan diri dan menjaga jadwal diselenggarakannya event ini dan turut larut dalam keindahan seni budaya Melayu./ Ibonk

 

Monday, 14 August 2017 11:51

Ita Purnamasari

Menapaki Bisnis Cokelat

Banyak kita temui orang-orang yang cukup berhasil menjalankan bisnisnya, meskipun diawalai karena hobby ataupun kesukaannya terhadap sesuatu. Di dunia para selebriti pun hal tersebut kerap kita temui. Tadinya mungkin hanya iseng-iseng belaka, namun akhirnya malah menjadi sebuah bisnis utama.

Hal tersebut juga dialami oleh lady rocker yang memulai karir bermusiknya dari tahun 80-an, Ita Purnamasari. "Saya ini penikmat cokelat semenjak kecil. Semakin suka ketika jadi penyanyi, dan tiap keluar negeri terutama sama Mas Dwiki, selalu bawa oleh-oleh cokelat”, sebut istri dari musisi Dwiki Dharmawan tersebut.  

Begitulah, bila selama ini ia menempatkan dirinya hanya sebagai penikmat batang-batang cokelat saja, akhirnya mulai tergelitik untuk menekuni bisnis cokelat. “Memasuki usia 50 tahun, saya kepikiran mau bisnis. Nah karena kebetulan saya menyukai coklat, akhirnya saya putuskan untuk bisnis coklat dengan label IP Chocolate’s by Ita Purnamasari,” akunya.

Namun semuanya tidak bergulir dengan mudah seperti membalik telapaktangan saja. Ita butuh waktu untuk menyelami calon bisnisnya tersebut. Selama tujuh bulan ia mondar-mandir Jakarta-Yogyakarta untuk mempelajari seluk-beluk bisnis coklat ini dari A sampai Z, hingga pada akhirnya semuapun rampung dan berjalan sesuai yang diharapkannya.

Pada akhir pekan lalu, akhirnya Ita pede mengadakan soft launching "IP Chocolate's by Ita Purnamasari" di Die Kuchen, di kawasan Kemang, Jakarta. Ia sengaja mengundang kolega, sahabat dan pihak media untuk diperkenalkan dua dari lima varian rasa cokelat buatannya.

02 Ita Purnamasari IstimewaIta Purnamasari (Istimewa)

"Aku sudah siapkan lima varian cokelat, tapi dua dulu yang kuperkenalkan, yaitu Dark Chocolate Blueberry serta Milk Chocolate Cashew," jelasnya. Tiga varian lainnya, yaitu Dark Chocolate Vanila, White Chocolate Melted, dan Milk Chocolate Melted akan diluncurkan saat Grand Opening nantinya.

Dalam mengerjakan bisnisnya ini, Ita tidak sendirian, tapi bermitra dengan pengusaha Dinie Katumbiri dan Filo Modjo. Diungkapkannya dalam setahun terakhir, setiap dua minggu sekali ia harus  bolak-balik Jakarta-Jogja sebagai persiapan bikin cokelat, karena dapurnya ada di Jogja. “Saya berharap bisnis cokelat ini dapat berjalan lancar dan meraup keuntungan,” harapnya.

Optimisme senada juga disampaikan oleh salah seorang mitra Ita Purnamasari yakni Dinie Katumbiri yang juga dikenal sebagai perancang busana etnik Roemah Katumbiri Bhanuwati. “Saya ketemu mbak Ita sekitar dua bulan lalu. Kami bicara serius tentang produk cokelat ini,  yang menurut saya bisa nyambung dengan bisnis bakery dan pastry saya, Die Kuchen Bakery & Pastry. Saya kira, kerjasama dengan Mbak Ita dan Filo akan menjadi menarik”.

“Di usia emas saya ini, saya ingin mengisinya dengan bisnis coklat. Jadi nggak terlalu nglangut dan banyak bengong,” pungkas Ita Purnamasari yang juga tengah bersiap merilis buku, serta mengadakan konser tunggalnya/ Ibonk

 

Saturday, 12 August 2017 21:04

Jakarta Melayu Festival 2017

Tawarkan Musik Melayu Lintas Genre

Beberapa hari lagi Jakarta Melayu Festival (JMF) segera akan digulirkan. Event musik Melayu tahunan ini merupakan gelaran ketujuh di tahun ke enamnya, dan akan dilaksanakan pada 19 Agustus 2017 mendatang di Ancol Beach City, Jakarta Utara. Diadakannya konser dan pameran budaya Melayu ini tidak hanya sebagai acara tahunan dan  memeriahkan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, tapi juga dimaksudkan sebagai penyambutan pemimpin baru Jakarta seiring tema ”Jakarta Maju Bersama”.

Seperti yang telah juga dijanjikan oleh Geisz Chalifah selaku Promotor JMF pada tahun lalu, mulai gelaran tahun ini ia telah menunjuk Nong Niken sebagai Produser Pelaksana JMF 2017. Lewat keberadaan posisinya saat ini, Niken mulai melakukan inovasi seperti menghadirkan musisi lintas genre dan melibatkan orang muda sebagai wama baru yang ditawarkan JMF 2017. Lewat keterlibatan kaum muda Melayu ini, sedikit banyak membuktikan eksistensi musik Melayu telah diterima oleh kaum milenial masa kini.

Untuk mengisi line up JMF 2017, pihak penyelenggara telah memastikan penampil yang akan terlibat diantaranya Erie Suzan, Shena Malsiana, Tom Salmin, Takaeda, Febrina, Kiki Ameera, Maxi, The Serdangers Combo, dan Konsentra Sumut. Tentunya yang tidak bisa dikesampingkan adalah para musisi Melayu yang turut memeriahkan event ini seperti Hendri Lamiri (Biola), Butong (Accordion), Fahad Munif (Gitar Oud), Saleem Abdullah (Keyboard), dan dipimpin oleh Anwar Fauzi selaku Music Director. Yang cukup special kali ini adalah dengan adanya kolaborasi pemain saxofon asal Amerika yaitu Denny Lerman.

Pada konferensi pers yang digelar pada 11 Agustus 2017 kemarin di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, turut hadir dua tokoh yang tidak pernah absen memberikan supportnya mulai dari JMF pertama hingga ke tujuh ini yaitu, Anies Baswedan dan Ferry Mursyidan Baldan. Keduanya terlihat cukup respek dengan munculnya para generasi muda masyarakat Melayu yang ikut dilibatkan untuk mengangkat budaya ini.

02 Erie Suzan Salah Satu Pengisi Acara IbonkErie Suzan Salah Satu Pengisi Acara (Foto: Ibonk)

Seperti yang dikutip dari apa yang disampaikan bang Ferry, sapaan akrab Ferry Mursyidan Baldan yang menyebutkan bahwa Melayu tidak bisa dipisahkan begitu saja dari bangsa Indonesia. “Bahasa yang kita pakai sekarang ini sebagai bahasa persatuan adalah bahasa Melayu. Bahasa Melayu dan budayanya adalah sebuah penampakan yang santun. Jadi tidak salah kalau seandainya kita harus terus merawat budaya Melayu agar tidak hilang dimakan zaman,” ungkapnya.

Tak hanya mengabarkan akan melangsung festival saja, acara yang digelar kemarin juga sekaligus me-launching album Melayu bertajuk “Hikayat Cinta Negeri Melayu” yang berisi kumpulan sembilan lagu melayu. Kebanyakan merupakan lagu Melayu lama yang di aransemen ulang oleh Anwar Fauzi dan melibatkan Nong Niken, Darmansyah, Butong, Kiki Ameera, Tom Salmin, Febrinaa, dan Sulis.

Salah satu Iagu merupakan karya Geisz Chalifah bertajuk ‘Hikayat Cinta Negeri Melayu’ yang dipersembahkan untuk melengkapi album ini untuk kemudian menjadi mars JMF. Album ini kabarnya, merupakan sebuah langkah untuk mengisi belantika musik Indonesia yang berakar pada budaya negeri dengan aransemen kekinian yang dapat diterima oleh seluruh kalangan baik remaja maupun dewasa.

Namun sayangnya NewsMusik dan pihak media yang hadir tidak dapat merinci dan menceritakan seperti apa lagu-lagu yang dibanggakan tersebut karena cuma dipertontonkan sampul albumnya saja.  Semoga Festival Musik Melayu & Launching Album Melayu tersebut menjadi bukti keseriusan dari komunitas Melayu untuk tetap berkarya ditengah tercabiknya minat akan khasanah budaya negeri karena terpaan gelombang globalisasi./ Ibonk

Saturday, 12 August 2017 10:21

Iwan Fals

Perjalanan Bermusiknya Dulu dan Sekarang

Sejak dulu ia dikenal lewat lagu-lagunya yang kritis terhadap kondisi kehidupan sosial. Semua juga mengenal pria bernama lengkap Virgiawan Listanto atau biasa disebut dengan Iwan Fals.  Hampir dipastikan semua manusia di negeri ini mengenal baik lagunya seperti ‘Oemar Bakrie’, ‘Wakil Rakyat’, ‘Tante Lisa’ yang merupakan kritikannya terhadap prilaku sejumlah kelompok orang saat itu. Ataupun lagu ‘Lonteku’ yang merupakan empati Iwan Fals terhadap kelompok marginal di Indonesia.

Bukan hanya kondisi sosial di negara ini, tetapi Iwan juga pernah menciptakan sebuah lagu mengenai bencana besar yag melanda Ethiopia. Kritikannya terhadap kondisi politik dan sosial sempat membuatnya berurusan dengan pihak berwajib. Konsernya berulang kali mendapat larangan pemerintah karena dianggap dapat mengancam stabilitas negara.

Pada awal kariernya, Iwan banyak membuat lagu yang bertema kritikan terhadap pemerintah. Beberapa lagu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan pun enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas.

Kritis, kharismatik, religius, patriotis namun juga sederhana bisa kita lihat dari sosok Iwan Fals. Musisi kelahiran Jakarta, 3 September 1961 ini. Mengawali karirnya di dunia musik tanah air sejak tahun 70an, lagunya yag berirama musik country/ balada, sampai sekarangpun masih tetap konsisten ia bawakan. Sejak usia 13 tahun, Iwan remaja menghabiskan waktunya dengan mengamen dan memainkan alat musik gitar. Besar di kota Kembang Bandung dan melatih musikalitasnya dengan mengamen membuat Iwan cukup mahir dalam menciptakan lagu.

Iwan yang perhatiannya banyak tercurah pada gitar lebih memilih untuk memainkan lagu sendiri dibandingkan pada saat itu teman-temannya lebih tertarik untuk menyanyikan lagu Rolling Stones. Dengan prinsipnya yang memegang hidup sederhana maka tercipta lagu-lagu yang liriknya lucu, humor, yang bisa membuat orang bahagia mendengarnya. “Jelek-jelek yang penting lagu sendiri”, ujar Iwan.

Lagu-lagunya yang merupakan “potret” kehidupan dan suasana sosial di Indonesia kala itu. Sehingga  membuatnya dilirik seorang produser yang akhirnya membuat Iwan hijrah ke Jakarta untuk mengadu nasib dan bergabung bersama Amburadul. Sayangnya, album tersebut jeblok di pasaran yang akhirnya membuat Iwan kembali mengamen di jalanan. Sampai akhirnya, ia bergabung dengan Musica Studio yang menggarapnya lebih serius setelah Iwan menjuarai kejuaraan festival music country keluarlah album  “Sarjana Muda” di tahun 1981 dengan musik yang di garap oleh Willy Soemantri. Dari sinilah kemudian Iwan mulai banyak menerima panggilan untuk manggung, dengan lagunya ‘Oemar Bakri’ yang sempat ditayangkan di TVRI kala itu.

02 Iwan Fals YDhewIwan Fals (foto: YDhew)

Kendati sukses dengan album pertamanya, namun Iwan tetap menjalankan profesinya sebagai pengamen. Ketika anak keduanya lahir, Cikal di tahun 1985 Iwan pun terpaksa menghentikan aktifitasnya tersebut. Lagu-lagunya dianggap terlalu keras di masa Orde Baru, membuat Iwan berulang kali berurusan dengan pihak keamanan. Banyak jadwal acara konser dan  manggung Iwan yang dibatalkan oleh pemerintah, bahkan pada saat manggung pernah sempat dipadamkan aliran listriknya dan dibubarkan dengan paksa karena dianggap dapat memancing kerusuhan yang menyindir penguasa kala itu.

Lagunya seperti ‘Demokrasi Nasi’, ‘Semar Mendem’, ‘Pola Sederhana (Anak Cendana)’ dan ‘Mbak Tini (1978)’ dilarang beredar dan dinyanyikan. Lagu tersebut saat ini menjadi koleksi yang sangat berharga. Ada sekitar 80an lagu yang akhirnya tidak diedarkan.

Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk “SWAMI” tahun 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits ‘Bento’ dan ‘Bongkar’ yang sangat fenomenal. Perjalanan karier Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa di tahun 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.

Sejak meninggalnya Galang Rambu Anarki, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa berbeda. Dia tidak segarang dan tidak seliar dulu, lirik-lirik lagunya lebih mendalam dan religius. Iwan Fals juga sempat membawakan lagu-lagu bertema cinta baik karangannya sendiri maupun dari orang lain. Tak hanya perubahan dalam musikalitasnya tetapi Iwan juga berubah dari segi penampilan dengan mencukur habis rambut panjangnya hingga gundul dan berpenampilan lebih bersahaja, rambut berpotongan rapi disisir juga kumis dan jenggotnya dihilangkan.

Dari sisi pakaian, Iwan lebih sering menggunakan kemeja yang dimasukkan pada setiap kesempatan tampil di depan publik, sangat jauh berbeda dengan penampilannya dahulu yang lebih sering memakai kaus oblong bahkan bertelanjang dada dengan rambut panjang tidak teratur dan kumis tebal.

Tanggal 22 Januari 2003, Iwan Fals kembali dianugerahi seorang anak lelaki yang diberi nama Raya Rambu Rabbani. Kelahiran putra ketiganya ini seakan menjadi pengganti almarhum Galang Rambu Anarki dan banyak memberi inspirasi dalam dunia musik seorang Iwan Fals.

Iwan yang sejak awal penampilannya dikenal kritis, kharismatik, dan kesederhanaannya yang membuat pemujanya yang disebut dengan kaum ‘akar rumput’ selalu menjadi panutan sampai sekarang. NewsMusik yang berkesempatan menemui Iwan Fals beberapa waktu lalu disela konsernya bersama dengan Lea Simanjuntak yang bertajuk “Rising Hope” masih merasakan hal tersebut

Iwan yang didampuk sebagai bintang tamu di acara tersebut mengatakan keprihatinannya tentang kondisi sekarang ini dimana perbedaan agama sangat terasa di saat sekarang. Namun kita masih tetap harus berjuang dan tetap optimis keadaan semakin membaik. “Kita hidup di zaman perubahan, baik dalam hal pembangunan, sumber dayanya. Akan tetapi mutu harus bagus, dan hutang-hutangnya harus jelas peruntukkannya,” pesannya terhadap kondisi sekarang, Iwan juga merasa takjub dengan perubahan pembangunan yang cepat.

03 Iwan Fals YDhewIwan Fals (foto: YDhew)

Meski kondisi saat ini Iwan mengatakan cukup menarik untuk dibuatkan lagu dan banyak hal unik yang bisa dituliskan, namun Iwan seolah enggan untuk menciptakan lagu tersebut. Dirinya lebih memilih untuk menyelesaikan albumnya yang tertunda sejak dua tahun belakangan ini. Album nanti rencananya akan didedikasikan Iwan kepada sang istri Rossana dengan tema “Rossana”.

“Lagu sudah terkumpul banyak, rasanya sayang kalau tidak dibuatkan lagu. Di masa perubahan sekarang banyak manusia-manusia yang bisa jadi pelajaran dan diambil hikmahnya sehingga menarik untuk dibuatkan lagu, adanya hal tersebut membuat albumnya jadi tertunda. Cikal kasih kesempatan saya selama tiga tahun untuk menyelesaikannya,” ujar Iwan.

Mengamati perjalanan musiknya, karya dari Iwan Fals selalu menarik untuk dibicarakan, Iwan Fals yang mengalami metamorphosis sejak awal karirnya hingga sekarang sangat sarat dengan warna-warni. Iwan juga memiliki kepekaan dan mudah tersentuh dengan potret kehidupan sekitarnya, lagu dan syair yang sarat dengan kedalaman hati, kejujuran dan bebas mengekspresikan diri.

Dalam pengerjaan album maupun konser Iwan  selalu menyertakan kelompok musisi pengiring yang tetap. Dan hal lain yang menarik dalam sosok Iwan Fals, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun band-nya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo.

Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu, salute!. Ketegasannya dan kharismanya dalam dunia musik membuatnya menjadi salah satu musisi yang disegani sampai sekarang.

Perkembangan musik yang serba digital saat ini juga tak luput dari perhatian Iwan Fals, dirinya tak menampik bahwa kondisi tersebut membuatnya harus banyak belajar dalam mengikuti perkembangan zaman. Tidak menutup kemungkinan albumnya nanti akan dibuatkannya dalam versi digital, dan hal itu akan semakin mudah bagi orang untuk mengaksesnya. “Malah lebih bagus dengan versi digital tak banyak bahan yang dibutuhkan sehingga berkurang pohon yang ditebang dalam membuat suatu album dalam bentuk fisik,” ujarnya.

Yaah begitulah seorang Iwan Fals dibalik ketenarannya sampai sekarang masih tetap memperhatikan bagaimana caranya bisa berbuat sesuatu untuk kehidupan agar menjadi lebih baik. Tak ada banyak perubahan dari sosok seorang Iwan Fals, dari awal karirnya sampai sekarang. Humanis, patriotis, humoris dan juga romantis namun tetap berkarakter sebagai Iwan Fals yang kita kenal saat ini./ YDhew

04 Iwan Fals YDhewIwan Fals (foto: YDhew)

 

Friday, 11 August 2017 14:19

Sensation Jakarta 2017

Pesta Musik Elektronik Terbaik akan hadir di Jakarta

Untuk pertama kalinya, Sensation akan hadir di Jakarta. 'The World’s Leading Dance Event' atau gelaran dance terkemuka di dunia ini akan mengubah Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City menjadi club terbesar di dunia untuk satu malam pada tanggal 7 Oktober 2017. Dalam gelaran pertama di Indonesia, Sensation membawa seri pertunjukan “The Ocean of White” yang merupakan seri pertunjukan paling spektakuler dan paling banyak diadakan di berbagai belahan dunia.

Hall ICE akan diubah total menjadi sebuah dunia bawah laut yang menakjubkan dengan pancuran air yang menyembur tinggi seiring dentuman dance music, percikan api yang memancar berkelap-kelip dari langit-langit, penari akrobat yang bergelantungan di arena, serta instalasi jellyfish dance raksasa yang megah menaungi dance floor. Direncanakan juga lebih dari 20,000 orang berpakaian serba putih akan berpesta sepanjang malam menikmati pertunjukan yang spektakuler dengan iringan musik elektronik terbaik.

Sebagaimana layaknya gelaran Sensation di seluruh dunia, Sensation Jakarta 2017 juga akan menggunakan dress code serba putih. Tradisi ini sayangnya, lahir dari sebuah peristiwa tragis. Adalah Miles Stutterheim, saudara dari pendiri Sensation, Duncan Stutterheim, dan seorang teman dekat kru Sensation meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas pada tahun 2001.

Dan pada akhirnya semua yang akan menghadiri Sensation tahun itu, diajak secara informal untuk berpakaian serba putih sebagai bentuk penghormatan. Hasilnya, lebih dari 80% pengunjung mengikuti ajakan tersebut. Inilah awal mula lahirnya tradisi dress code di setiap acara Sensation berikutnya. Sensation, yang dikenal sebagai White Party, memiliki slogan resmi "Be part of the Night, Dress in White".

02 Thierry Van Dyck, Eric Keijer, Michael Kennedy, Francis Aswin, Sudhir Syal, dan Sita Mahabier pada saat press conference Sensation Jakarta 2017 IstimewaThierry Van Dyck, Eric Keijer, Michael Kennedy, Francis Aswin, Sudhir Syal, dan Sita Mahabier
pada saat press conference Sensation Jakarta 2017 (Istimewa)

Acara ini juga memenangkan penghargaan sebagai acara terbaik tahun ini di Belanda, Jerman, Australia, Brazil, India, Denmark dan negara lainnya. Apalagi ID&T, promotor Sensation, telah mendapat predikat promotor acara terbaik di dunia sebanyak empat kali.

Berbeda dengan tipe konser lain yang memiliki panggung di salah satu sisi ruangan, panggung Sensation terletak di tengah-tengah arena. Maka, semua yang hadir tidak akan saling membelakangi sambil menatap DJ di panggung, tapi akan menari bersama dalam sebuah lingkaran besar yang akan menciptakan sebuah atmosfer kesatuan. Panggungnya sendiri terkenal spektakuler sebagai sebuah karya Stagecraft, berkat pancaran sinar laser, tata cahaya megah, pertunjukan akrobat, detil yang rumit dan efek pyro.

Gelaran ini juga kerap menghadirkan ikonnya, yaitu Mr. White, Resident DJ berwajah pucat yang dikenal piawai mengatur mood dan vibe musik house dan house tech andalannya. Sang DJ tersebut adalah awal yang sempurna dari setiap Sensation!Bagi anda yang berminat, tiket sudah dijual sejak Kamis silam di www.sensation.com dan di www.bookmyshow.com/jakarta . /YDhew

 

Page 1 of 116