Back Stage Story
NewsMusik

NewsMusik

Monday, 16 January 2017 09:38

Hak Cipta

MA Menangkan KCI Atas Inul Vizta Manado

Akhirnya, setelah melalui liku-liku lumayan panjang, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) perkara pelanggaran hak cipta berupa pemakaian lagu-lagu yang dikuasakan pada Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI). Perkara pemakaian lagu tanpa ijin oleh tempat karaoke Inul Vizta di Manado ini diputus oleh MA pada 19 Oktober 2016, melalui sidang di tingkat PK dengan ketua majelis I Gusti Agung Sumanatha.

"Ini adalah putusan yang sudah inkraacht (berkekuatan hukum tetap). Kalau nanti KCI berhadapan lagi dengan kasus yang sama, kita akan gunakan putusan ini. Dan mudah-mudahan tidak ada masalah lagi bagi para pencipta lagu, agar mereka bisa mendapatkan haknya dan hidup mereka lebih sejahtera," ungkap Ketua Badan Pembina KCI Enteng Tanamal, ditemui di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Sabtu (14/1) siang.

Perkara ini untuk pertama kali disidangkan di Pengadilan Niaga Makassar pada tahun 2012. Dalam beberapa kali sidang, pihak Inul Vizta, melalui kuasa hukumnya Hotman Paris Hutapea sempat menang atas perkara ini. Lalu melalui Ketua Umum KCI, Drs Dharma Oratmangun, MSi yang dibantu Denny Kaunang, SH, KCI melakukan upaya hukum terakhir, yakni Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung Rl.

Perjuangan ini akhirnya berbuah manis, lewat keputusan MA memenangkan PK KCI yang ditandatangani pada tanggal 12 Januari 2017 lalu. Kemenangan atas pelanggaran hak cipta ini menjadi sebuah prestasi tersendiri, karena sebenarnya baru pertama kalinya kasus sejenis bisa sampai ke MA.

02 KCI dan Kuasa Hukum IbonkKCI dan Kuasa Hukum (Ibonk)

Keputusan Sidang MA yang terigister Reg. No.122 PK/Pdt. Sus-HaKI/20/2015 dengan Ketua Majelis I Gusti Agung Sumanatha, SH, MH pada sidang terakhirnya 19 Oktober 2016, PT. Vizta Pratama yang melakukan Pelanggaran Hak Cipta pada Inul Vizta Manado sebagai Tergugat, harus membayar denda Rp. 15.840.000,- (Lima Belas Juta Delapan Ratus Ernpat Puluh Ribu Rupiah).

Dalam keterangan lanjutannya, Enteng menjelaskan bahwa putusan ini menegaskan bahwa KCI berhak untuk bertindak atas nama pencipta lagu, untuk memberi ijin kepada seluruh pengguna lagu, baik tempat karaoke, hotel, perusahaan penerbangan, pusat perbelanjaan, dan berbagai jenis pengguna lainnya. "Ketika di dalamnya memutar lagu, harus membayar royalti," kata Enteng.

Semoga dengan tercapainya hasil yang baik ini, dapat menjadi langkah awal untuk menghempang kejadian serupa. Bahwa sebenarnya suka ataupun tidak kita, tetap saja kita  harus menghormati karya orang lain dan menyampaikan haknya atas segala karya cipta yang telah ditelurkan./ Ibonk

 

Thursday, 12 January 2017 16:33

Super Rockin’ Battle

Mencari Generasi Baru Band Rock Indonesia

Perbedaan dan perkembangan musik rock setiap tahun akan terus berbeda dan semakin berkembang.  Hal tersebut tidak bisa dipungkiri lagi, karena masuknya teknologi digital membuat banyak ide-ide baru terlahir dalam karya dari para pelakonnya. Atau bisa jadi lewat band-band bentukan baru yang akhirnya memberi pengaruh terhadap musik di tanah air.  

Seperti Supermusic ID, sebagai sebuah komunitas musisi yang mencoba membuat sebuah  kompetisi band di pembuka 2017 ini. Ini merupakan program yang memberikan kesempatan kepada para musisi dan band baru agar memiliki suatu pengalaman yang baik untuk berkarya di bidang musik dengan cara yang benar dan berkualitas. Lalu disalurkan dalam program Supermusic ID Rockin Battle 2017 sebagai ajang pencarian band rock terbesar di Indonesia.

Melibatkan juri-juri yang berkualitas dengan latar belakang serta pengalaman yang tidak perlu diragukan seperti Ian Antono (God Bless), Stevi Item (Andra & The Backbone, Deadsquad), Stephan Santoso (Musikimia), dan Imanine (J-Rocks). Sebagai ajang untuk melahirkan generasi baru penerus band rock di Indonesia, proses seleksinyapun  dilakukan secara ketat dalam setiap tahap penyeleksian.

“Para band rock akan ditantang bukan hanya menunjukkan musikalitasnya saja. Tapi juga dinilai dengan aksi panggung yang maksimal. Akan ada juga tahap penggodokan untuk para calon musisi dari para musisi senior yang terlibat sebagai juri. Mereka akan memberikan materi yang sifatnya interaktif dan sharing knowledge. Tak hanya musikalitas, tapi juga tentang pengalaman yang akan membuka wawasan bagi peserta. Memberi pengertian bahwa musik bukan hanya terkait hal teknis tetapi juga dengan bagaimana tampil di atas panggung dengan baik. Mencakup aspek-aspek lain di industri musik dan adanya peranan digital yang memang sudah menjadi satu fenomena yang tidak bisa dihindari sekarang ini,” jelas Gege Dhirgantara perwakilan dari Supermusic ID.

Lewat program ini band yang terpilih nanti akan menjalani suatu fase pengalaman yang baik untuk karir mereka. Bukan hanya dalam kualitas, tapi juga pengetahuan bagi para calon-calon musisi ini untuk tampil di atas stage. Peserta yang berhak mengikuti audisi adalah band yang berusia 18-30 tahun dan belum pernah terikat kontrak dengan label manapun.

02 Stevi Item YDhewStevi Item (YDhew)

Untuk bisa menjadi pemenang dalam kompetisi ini, peserta harus melalui 5 tahapan seleksi, yaitu Fase Registrasi, Fase Live Audition, Fase Online Voting, Fase Band Camp Audition yang langsung bertemu dengan para juri dan mentor yang akan menurunkan dan membagi pengalaman dan ilmu mereka dibidang musik rock tanah air. Ini merupakan akan menjadi fase terpenting dalam tahapan kompetisi Rockin Battle. Untuk menjadi pemenang, peserta setidaknya harus mempunyai karakter yang kuat, all package baik dari sisi penampilan, musik, aransemen, skill, performance terbaik yang dipilih pada Fase Final Audition.

Band yang berjaya sebagai pemenang berhak melakukan rekaman di studio 301, Sydney, Australia. Dimana musisi internasional seperti Coldplay, Muse, Silverchair hingga Metallica pernah merekam album mereka disana.  Selain rekaman, band yang terpilih juga akan dibuatkan album kompilasi Rockin Battle serta kesempatan manggung di seluruh Indonesia, serta bergabung dengan manajemen Megapro Communications selama 2 tahun. Informasi mengenai pendaftaran dan kompetisi ini silahkan kunjungi  http://rockinbattle.supermusic.id / YDhew

 

Friday, 13 January 2017 16:28

Armin Only Embrace World Tour

Bakal Tampil Selama 6 Jam Nonstop

Penggemar musik EDM di tanah air akan kembali diusik dengan  sebuah show spekatakuler.  Apalagi kalau bukan kehadiran Armin Only Embrace World Tour yang akan diselenggarakan pada 31 Maret mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Promotor Euphorics Events dan Livescape Group menjanjikan perpaduan musik dan teater. "Armin Only Embrace bukan sekedar show musik, tapi sebuah pertunjukan yang memadukan berbagai unsur spektakuler. Nantinya akan ada perpaduan musik jazz, trance, tarian hingga 6 jam non-stop," ungkap  Danny Setiawan, CEO Euphorics Events saat jumpa pers di CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (12/1).  

Pihak Livescape Group menambahkan, sebagai pertunjukan musik yang banyak melibatkan unsur seni di dalamnya, Armin akan menggunakan konsep yang megah. "Ini akan menjadi acara spektakuler dimana Armin Van Bureen akan tampil selama 6 jam. Selain itu kualitas produksi dan tata suara akan diproduksi dengan taraf internasional," tambah Yudha Budhisurya selaku Managing Director dari Livescape Group Asia.

Untuk mendukung penampilannya di Indonesia, Armin dikabarkan akan memboyong timnya sebanyak 28 orang yang akan berkolaborasi dalam pertunjukannya. Tur solo pertama peraih 5 kali Best DJ ini sebelumnya sukses dihelat di Dubai, Sofia, Marbella, dan Mexico City.

02 Armin Van Buuren IstimewaArmin Van Buuren (Istimewa)

Armin Van Buuren sendiri mengungkapkan bahwa dirinya sangat yakin bahwa pertunjukannya nanti berbeda dan unik,Dikatakannya juga bahwa pertunjukan ini diciptakan bukan hanya karena kecintaan dirinya terhadap musik, tapi juga karena semangat yang meledak-ledak.

Tahun 2016 kemarin merupakan tahun bersejarah untuk Armin Van Buuren saat dia kembali memulai tur dunianya sebagai seorang DJ dan produser. Energinya mengalir deras melalui turnya tersebut yang dicukil dari album terakhir Armin yang dirilis di tahun 2016. “Embrace” adalah merupakan album terbaru dan dalam album ini, Armin menggabungkan beberapa genre musik yang dikemas dengan gaya musik dance dengan karakteristik khas Armin Van Buuren./ Rizal

 

Wednesday, 11 January 2017 09:37

Coldplay

Maraup 247 Juta Dollar dari Separuh Perjalanan Tur

Walau baru saja menjalani separuh dari jadwal tur konser mereka, Coldplay dikabarkan sudah meraup pendapatan sekitar Rp. 3.2 Triliun atau 247 juta dollar. Tur yang diberi tajuk “A Head Full of Dreams” ini dimulai pada Maret 2016 lalu dan akan dilangsungkan sampai di akhir 2017 nanti.

Seperti yang dilansir oleh Bilboard, dikabarkan bahwa Chris Martin dan kawan-kawannya sudah tampil dihadapan 2,7 juta orang penggemarnya lewat 58 penampilannya yang dimulai di Buenos Aires, Argentina

Sampai Desember tahun lalu, kuartet brit rock ini sudah berkunjung ke Selandia Baru dan Australia. Mereka mengadakan konser di empat kota antara lain: Auckland, Brisbane, Melbourne, dan Sydney. Semua tiket konser habis terjual dengan total pendapatan mencapai sekitar USD 26 juta dolar.

02 Coldplay IstimewaColdplay (Istimewa)

Tempat selanjutnya yang akan mereka sambangi nanti adalah Singapura. Ini menjadi kota kedua di Asia setelah Uni Emirat Arab pada Desember 2016 lalu. Tiketnya sendiri sudah terjual habis sejak Oktober 2016. Setelah Asia, Chris Martin dan kawan-kawan akan kembali ke Eropa sekitar Juni dan Juli mendatang. Lalu mereka akan menyelesaikan turnya yang melewati 18 kota di Amerika Utara mulai 1 Agustus hingga 8 Oktober 2017.

Tur ini sendiri dikabarkan menempati peringkat ketiga dari 25 tur teratas tahun 2016 dibawah Beyonce dan Bruce Springsteen & the E Street Band yang berhasil meraih pendapatan lebih dari 200 juta dolar AS selama 2016. Tur ini sendiri juga merupakan bagian dari promosi album ketujuh mereka A Head Full of Dreams yang dirilis pada akhir 2015 silam./ Ibonk

 

Tuesday, 10 January 2017 16:39

Townsquare Soundfest

Keriaan Pesta Lewat Musik dan Kuliner

 

TownSquare Soundfest! Merupakan sebuah hal baru dari festival musik dan party, yang juga memperkenalkan konsep tagline “Dine & Dance till Dawn” dimana tamu-tamu dapat menikmati berbagai pilihan kuliner yang melibatkan 40 tenant F&B/ Restoran-Bar-Bistro-Café di TownSquare Cilandak, bersantai dan berdansa kapanpun mereka mau. Akan dimulai pada pukul 2 siang hari dan berakhir pada dinihari berikutnya.

TownSquare Soundfest yang akan dilangsungkan untuk pertama kalinya di Februari 2017 dan diyakini akan menarik minat sekitar 4 ribu pengunjung. Lewat para penampil berkelas Internasional, TownSquare Soundfest memiliki misi untuk memperkenalkan warga Jakarta kepada sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya yakni transformasi lengkap TownSquare Cilandak ke dalam konsep bloc party di mana event berlangsung sepanjang hari dan sepanjang malam.

Kemeriahan dimulai pada jam 2 siang lewat delik Urban Session yang menghadirkan HipHop Master terkenal dari Belanda, DJ Irwan & Rico Grene #TeamLovely, Raja Musik Urban Indonesia DJ Cream feat. Special Guest, artis pendatang baru Jevin Julian feat. Neonomora, Vibe Selector dari Bali, Dubwill, dan bintang baru T-Sha feat. Nadhira. Sedang pada malam harinya akan ditampilkan Deeptech Session by Circus yang dibintangi tak kurang dari dua DJ Deeptech legendaris Sasha dan Yousef, didahului oleh para superstar Deeptech & House Indonesia Hogi, Mamsa, Ridwan G & Shawn.

Pada hari yang sama, nightclub Jakarta yang paling happening saat ini, Jenja, juga akan dibuka untuk semua tamu yang hadir, dengan kehadiran bintang tamu internasional Kölsch dan &ME, yang didukung oleh para DJ resident Jenja Bali seperti Angga & Wisdy.

02 Neonomora Istimewa

Neonomora (Istimewa)

”Kami ingin menciptakan festival musik dan party yang unik. Dimana seluruh area Citos akan terlibat di dalamnya. Merangkul tidak hanya musik dan dancing tapi juga sebuah pengalaman kuliner. Para festivalgoers akan menikmati stage festival dengan lebih dekat dan sekaligus dimanjakan oleh berbagai jenis masakan dari tenant F&B kami,” ungkap Arthur Yudhistira Bubu, Vice President TownSquare Group.

Tiket masuk dijual dengan harga Rp 1,200,000,- nett, sudah termasuk satu voucher senilai Rp 200,000,-. Jadi semua yang datang dapat menukarkan voucher tersebut di tenant manapun di TownSquare Cilandak selama event berlangsung. Bila total bill melebihi jumlah tersebut, customer tinggal membayar selisihnya. Tiket dapat dibeli online di www.townsquare.co.id/citosjkt/whats-up atau di ticket booth di TownSquare Cilandak pada Senin hingga Minggu, jam 11 pagi hingga 10 malam, atau di Jenja Jakarta Rabu hingga Sabtu mulai pukul 7 malam./ Rizal

Monday, 09 January 2017 15:40

50 Tahun The Rollies

The Rollies Itu Satu

Tak terasa tahun ini The Rollies genap 50 tahun usianya. Band ini dibentuk pada Oktober 1967 oleh Iwan, Delly, Iskandar dan Deddy Stanzah, lalu menyusul bergabung Gito, Bonny & Benny Likumahuwa serta Didit Maruto. Dengan berbagai persoalan internal diantara para musisinya, The Rollies tetap bertahan tanpa harus bongkar pasang personelnya.

The Rollies lebih suka tiarap dari pada harus mengganti pemain baru. Saat Deddy Stanzah dan Gito terlibat masalah serius dengan kebiasaannya mengkonsumsi obat setan, The Rollies baru mencari drummer baru setelah Iwan meninggal, serta Stanzah dianggap sudah tak bisa dikendalikan lagi. Selanjutnya baru muncul Jimmy Manoppo tampil sebagai drummer baru diikuti Oetje F Tekol sebagai bassis.

The Rollies boleh dianggap sebagai satu-satunya band yang paling kompak permainannya. Semua berkat hubungan sesama pemain yang telah menyatu diantara Iwan, Delly, Deddy Stanzah, Gito,Iskandar, Nonny dan Benny Likumahuwa. Mereka bagaikan pemusik setengah dewa yang menentukan apa yang mereka hasilkan adalah sebuah sajian musik yang sangat luas biasa untuk dinikmati mata dan telinga.

Para personel The Rollies adalah para pemusik berbakat, mereka bukan cuma piawai memainkan peralatan musik. Mereka juga mampu membuat komposisi, aransemen sebuah musik menjadi jauh lebih cantik. Seperti saat The Rollies memainkan lagu-lagu dari Chicago, Blood, Sweat & Tears, Santana, James Brown dan lainnya.

The Rollies pun tak mau dianggap sebagai komplotan peniru. Mereka semua mampu menciptakan lagu-lagu yang menjadi hits dikemudian hari. The Rollies juga tidak menampik kalau musik mereka dipengaruhi Chicago, Santana. BST serta menjadikan The Rollies sebagai brass rock group.

 02 Rollies Istimewa

Rollies (Istimewa)

Musiknya adalah satu yang lain karena tercerabut dari unsur-unsur Chicago, Santana dan BST. Sehingga mereka mampu menjadikan The Rollies bagaikan lukisan surealisme. Segala macam bunyi yang menyatu, terkadang terdengar nakal penuh gairah, dilain waktu bisa terdengar menyayat hati dan mendadak sontak berubah menjadi ranjau.

Tak pernah berhenti disatu titik puncak, ketika orang-orang yang mendengarkan musik The Rollies ,mereka seperti kehilangan buku panduan untuk berkata apa yang memang tak sanggup lagi diungkap dengan kata-kata.

Akhirnya kembali pada kata yang paling tepat, bahwa The Rollies merupakan simbol dari musik-musik kontemporer Indonesia. Dengan musiknya The Rollies bisa menjembatani hubungan anak dan bapak untuk sama-sama menyukai The Rollies dari masa ke masa./ Buyunk

03 Rollies 1973 Istimewa

Rollies 1973 (Istimewa)

Saturday, 07 January 2017 15:22

Good Morning Breakfast

Melepas Official Video Klip

 

Menandai kehadiran bulan Januari 2017, Sundaypop Records secara resmi merilis videoklip single ‘Selfish’ yang diambil dari EP Good Morning Breakfast yang penggarapan videoklip ini dibantu oleh kawan – kawan POV Project Bandung. Dirilisnya klip ini sebagai ucapan terima kasih Good Morning Breakfast untuk Rizkidz (gitar) yang sudah tidak bersama band ini sejak Oktober 2016.

Konsep klipnya sendiri hanya mengambil footage saat mereka tampil live di An Intimacy ”Departure” pada 2 April 2016 silam di Gedung New Majestic (ex-Gedung AACC) Bandung. Sejarah ini mereka abadikan dalam sebuah bentuk video untuk single mereka ‘Selfish’.

Cerita ini sebenarnya dimulai setelah Good Morning Breakfast merilis EP perdana yang bertajuk “A Story of James and Nina” pada 10 Mei 2016. EP ini berbentuk kaset yang dibalut dengan konsep mix tape yang marak pada tahun 90 an. Kaset yang diangkat sebagai bentuk EP Good Morning Breakfast ini ditujukan untuk membangkitkan kembali nostalgia sekaligus mengingatkan kembali bahwa mixtape sendiri secara fundamental berbentuk kaset.

Konsep yang ditawarkan ini ditunjukkan melalui track-track didalamnya yang di mixing dan mastering oleh studio-studio yang berbeda, karena mixtape pada tahun 90-an biasanya berisikan lagu-lagu dari band-band yang berbeda, nota bene memiliki kualitas sound mixing dan mastering yang juga berbeda satu sama lain.

02 Good Morning Breakfast Istimewa

Good Morning Breakfast  (Istimewa)

 

Single yang ditulis oleh Palpov (Vocal) dan Ismet Hafiz Alim (Bass) dan musik dibantu oleh 4 personil lainnya yaitu Rizkidz (Gitar), Bambang Adithya (Gitar), Raden Rully Purnomo (Synthesizer) dan Lovely Inna (Drums) ini menceritakan tentang The ideas of self centric, the world revolves around someone atau sebuah konsep egois tentang seseorang yang mementingkan diri sendiri tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya,

Intinya bagaimana kita harus belajar untuk selalu peduli dengan sekitar dan kehidupan. Bukan hanya mendekat karena sekedar ingin tahu atau karena tertarik, lalu pergi begitu saja. Bahwa melihat sesuatu harus dengan hati. Sikap egois tidak akan membantu menemukan keinginan, tapi justru akan menjadikan kita semakin jauh dari apa yang diinginkan/ Ibonk

Friday, 06 January 2017 11:50

Dara Puspita

3 Tahun 4 Bulan Mencari Popilaritas

Kita sudah selayaknya bangga terhadap prestasi Dara Puspita, sebab mereka adalah band wanita Indonesia pertama yang berhasil menembus blantika musik dunia di London. Apalagi Dara Puspita merupakan salah satu band wanita dari 180 band wanita yang tercatat di bursa musik internasional.

Pada akhir Desember 1971, Dara Puspita kembali ke tanah air setelah berkelana di daratan Eropa dan Inggris setelah 3 tahun 4 bulan. Banyak sekali perubahan yang terlihat, salah satunya cara dandanan mereka yang lebih seronok dibandingkan saat mereka berangkat ke Eropa. Yang tak hilang adalah keramahan Titiek AR, Lies AR, Titi Hamzah & Sussy Nander.  

Mereka berempat tetap hangat menerima para wartawan yang ikut menyambutnya. Berikut ini obrolan santainya bersama Dara Puspita,

Lagu apa saja yang kalian rekam selama berada di Eropa?
Cukup banyak, antara lain ‘Welcome To My House’, ‘In Believe in Love’, ‘Dream Stealer’, ‘Ba Da Da Dum’. Semuanya ada di album-album Dara Puspita.

Pada lagu ‘Ba Da Da Dum’ terdengar suara iringan musik orkestra
Ya betul, kami lupa namanya. Mereka adalah musisi profesional yang pernah ikut membantu rekaman The Beatles.

Selama berada di Eropa, apakah pernah menjadi band pembuka sebuah grup terkenal?
Kami pernah mendampingi konser War Horse dan beberapa grup papan bawah. Ada kebanggaan bisa menjadi band pembuka.

Apakah pada saat menjadi band pembuka, Dara Puspita main sendiri memainkan lagu-lagu orang lain atau lagu-lagu sendiri?
Jelas kami memainkan lagu-lagu Indonesia dulu, karena itu merupakan salah tujuan Dara Puspita, pergi ke Eropa untuk memperkenalkan bahwa Ini lho lagu Indonesia. Setelah itu baru kita mainkan lagu-lagu hit dari Deep Purple, Black Sabbath, Grand Funk Railroad, Ten Years After, Uriah Heep, dan lain-lain.

02 Dara Puspita Bilbao 1971 IstimewaDara Puspita Bilbao - 1971 (Istimewa)

Saat berada di London, pernah show dimana saja?
Di Olympia Hall, dan di Revolution Club. Kami mencoba main di Marquee atau 100 Riffles, tapi persaingannya ketat untuk bisa main disitu.

Kabarnya Dara Puspita pernah mendapat kesulitan saat berada di London.
Ya benar sekali, buat musisi asing peraturannya ketat sekali. Di London ada Artist Union semacam persatuan artis, penyanyi dan band, kalau belum terdaftar bisa dianggap liar. Dan untuk bisa menjadi anggota banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

Apa pandangan mereka terhadap Dara Puspita?
Mereka bilang kami datang terlalu pagi, perlu waktu 5 sampai 6 tahun untuk bisa menembus London, sedangkan kami baru 3 tahun beberapa bulan saja.

Apa yang kalian rasakan selama 3 tahun melanglang buana di Eropa dan Inggris?
Yang jelas permainan kami berubah, juga dandanan Dara Puspita yang lebih modis mengikuti mode terbaru saat ini.

Apa rahasianya yang membuat Dara Puspita bisa bertahan dan tetap kompak?
Yang pasti kami sudah 7 tahun selalu bersama. Semua kekurangan maupun kelebihan kami itu yang menjadi modal utama mengapa kami bisa bertahan terus.

03 Dara Puspita & Titiek Puspa IstimewaDara Puspita & Titiek Puspa (Istimewa)

Band-band apa saja yang sempat kalian tonton selama berada di Eropa?
Nggak banyak, karena waktu kami terbatas. Hanya sempat menyaksikan The Taste, Roxy Galagher, The Cats. Waktu di Belanda sempat dengar kabar bandnya Achmad Albar show disebuah kelab malam. Saya nggak bisa lihat karena Dara Puspita harus main di kelab malam.

Waktu berangkat pertama kali ke Eropa, cuma bawa peralatan musik seadanya. Tapi begitu kembali ke Indonesia, Dara Puspita memboyong peralatan musik sebesar 4,5 ton, bisa diceritakan?
Terus terang kami bingung mau mulai dari mana setibanya di Belanda. Mau langsung main di kelab-kelab nggak mungkin. Kalau ketahuan bisa diusir pulang kembali ke Jakarta. Akhirnya kami ikut rombongan Gipsy bekeliling Eropa. Dari situ pelan-pelan kami menabung. Selain untuk biaya hidup juga untuk pembelian peralatan musik yang dicicil satu persatu.

Kami berusaha sehemat mungkin, karena kami malu kalau suatu saat harus pulang ke Indonesia dengan tangan kosong./ Buyunk

 

Friday, 06 January 2017 11:43

Filosofi Kopi: Ben & Jody

Sekuel Kelanjutan dari Visinema Pictures

Setelah sukses mengadaptasi salah satu cerita pendek dari novel berjudul Filosofi Kopi karya Dewi Lestari (2015), Visinema Pictures kini memproduksi sekuel dari film tersebut dengan judul Filosofi Kopi: Ben & Jody. Untuk hal tersebut, Angga Dwimas Sasongko selaku sutradara kembali  berkolaborasi dengan Anggia Kharisma, Chicco Jerikho dan Handoko Hendroyono selaku produser. Selain ketiga produser tersebut, kali ini Rio Dewanto juga ikut ambil bagian menjadi produser di film ini.

Filosofi Kopi: Ben & Jody merupakan pengembangan cerita yang dibuat oleh Christian Armantyo dan Frischa Aswarini, pemenang kompetisi #NgeracikCerita yang diselenggarakan Visinema Pictures pada pertengahan tahun 2016 silam.

Akhirnya cerita tersebut dibuat menjadi skenario oleh Jenny Jusuf (penulis “Filosofi Kopi The Movie”) dan M Irfan Ramli (penulis ‘Cahaya Dari Timur’ dan ‘Surat Dari Praha’). Dewi ‘Dee’ Lestari dan Angga Dwimas Sasongko juga turut menjadi konsultan skenario untuk filmnya. Kedua pemenang kompetisi tersebut juga mendapatkan kesempatan mengikuti big reading pada bulan Desember lalu bersama dengan seluruh pemeran dan kru Filosofi Kopi: Ben & Jody (2016).

02 Chicco Jerikho saat memberikan keterangan tentang Filosofi Kopi Ben & Jody IstimewaChicco Jerikho saat memberikan keterangan tentang Filosofi Kopi - Ben & Jody (Istimewa)

Proses syutingnya sendiri masih akan berlangsung hingga awal Februari 2017. Lokasinya sendiri akan dilangsungkan di Jakarta, Bali, Yogyakarta, Makassar dan Toraja. “Kami baru masuk hari ketiga, masih ada sisa 20 hari syuting kedepan”, ungkap Anggia selaku produser pada saat konferensi pers yang berlangsung di lokasi pengambilan gambar filmnya, Kedai Filosofi Kopi Melawai.

Sekuel film ini masih akan diperkuat dengan duet dua pemeran utama pria, Chicco Jerikho (Ben) dan Rio Dewanto (Jody).  Selain mereka berdua, film ini juga melibatkan dua aktris yang dipilih untuk menjadi bagian dari perjalanan Ben & Jody. Terpilih Luna Maya yang akan membintangi karakter baru bernama Tarra. Lalu Nadine Alexandra, Putri Indonesia 2010 yang mengambil kesempatan untuk membintangi karakter baru bernama Brie. Rencananya film ini dijadwalkan akan tayang pada bulan Juli 2017./ Ibonk

 

Monday, 02 January 2017 14:08

Nomo Koeswoyo

Ini Perang Antar Klan Koeswoyo

“Aku ingin meninggalkan kenang-kenangan berupa lagu untuk pecinta musik pop Indonesia," begitu kata Nomo Koeswoyo. Oleh karena itu dia angkat kaki dari Koes Bersaudara untuk membentuk grup sendiri No Koes. "Aku pergi dari Koes Bersaudara demi harga diri, karena mas Tony Koeswoyo sebagai kakak tertua tidak pernah memberikan kesempatan untuk berkarya membuat lagu. Dia pikir aku cuma bisa jadi pemain drums,” ungkap Nomo.

Suatu saat Nomo bilang ke Tony mau bikin grup sendiri, hal tersebut ditanggapi Tony dengan sinis. "Mana bisa sampeyan bikin lagu". Merasa disepelekan, Nomo langsung hengkang meninggalkan saudara-saudaranya. Ia bertekad untuk membuktikan kemampuannya membuat lagu. Hal ini semakin terkuak bahwa dalam tubuh Koes Bersaudara ada persaingan antara kakak dan adik yang disebut kemudian sebagai Koeswoyo Yudha.

Koeswoyo Yudha alias perang saudara klan Koeswoyo pun dimulai saat Nomo memproklamirkan No Koes, Ia berusaha untuk menembus dominasi sang kakak yang memegang kendali Koes Bersaudara. Semua orang pun tahu bahwa Tony punya peranan yang jauh lebih besar terhadap Yok & Yon yang juga menulis lagu. Namun selalu ditolak dengan berbagai alasan, padahal lagu-lagu ciptaan mereka berdua cukup bagus dan ada nilai komersilnya.

Sejak peristiwa Koes Bersaudara masuk bui di tahun 1965, Nomo mengaku sempat kehilangan kepercayaan dirinya terhadap musik. "Mana mungkin aku bisa hidup kalau mengandalkan musik saja. Aku harus cari sesuatu yang bisa menjamin kehidupan selanjutnya". Namun Tony punya prinsip “makan tak makan kumpul”. "Dia memilih gaya hidup kaya tidak kaya tetap main musik, dia lebih suka lihat kita jadi gembel," keluh Nomo.

02 Koes Bersaudara IstimewaKoes Bersaudara (Istimewa)

Karena dinilai sering mbalelo akhirnya Nomo digusur dari kedudukannya sebagai drummer. Ia diganti oleh Murry eks band Patas, Koes Bersaudara pun berubah menjadi Koes Plus. Sedangkan Nomo dikasih job sebagai Manager. "Tadinya aku pikir enak juga jadi manager, nggak perlu main tapi dapat duit," kata Nomo. Tapi lama kelamaan ia merasa gerah dan ia bicara dengan Tony. Karena merasa diremehkan tanpa berpikir dua kali Nomo langsung angkat kaki.

Nomo sebagai manager bukan tanpa prestasi. Ia berhasil mendapatkan kontrak rekaman Koes Plus sebanyak 4 album dengan pihak Remaco. "Itupun tidak dihargai oleh Tony. Dari pada aku makan hati terus, bisa mati berdiri. Aku bulatkan tekad untuk cabut dari segala urusan Koes Plus."

Mass media heboh memberitakan Koeswoyo Yudha. Apa lagi Nomo tak berlama-lama bengong. Ia langsung membentuk No Koes dan berkat kelihaiannya berdagang Nomo langsung mendapat kontrak dari Yukawi, Hal ini membuat pihak Remaco seperti kebakaran jenggot menuduh Nomo sebagai pengkhianat karena Nomo angkat kaki sebagai Manager Koes Plus tanpa sepengetahuan Eugene Timothy bos Remaco. "Edan apa, aku cabut jadi manager harus lapor dia dulu?" ketus Nomo.

Akibatnya kedua perusahaan rekaman itu terseret dalam kancah peperangan atau persaingan klan Koeswoyo. Ditambah keikutsertaan fans Koes Bersaudara yang terpecah menjadi dua kubu. Buat Nomo keberpihakan penggemar setia sangat dibutuhkannya. "Karena mereka bisa menilai sendiri apa sebenarnya yang terjadi dakam tubuh Koes Bersaudara, Aku tidak perlu berteriak-teriak kesana kemari, Cukup dengan berkarya membuat album. Itu sudah bukti nyata bahwa aku bisa bikin lagu."/ Buyunk

 

Page 15 of 112