Back Stage Story
NewsMusik

NewsMusik

Friday, 04 May 2018 03:08

OM Pengantar Minum Racun

Melenggang Gagah Tanpa Johnny Iskandar

Siapa yang tak kenal dengan kelompok musik dangdut Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR) yang muncul di akhir 80-an lewat dengan lagu cukup nyeleneh. Masih punya cukup enerji super, setelah 40 tahun bermusik kembali mereka menyodorkan kembali kepada penggemarnya 2 single terbaru ‘Engkong’ dan ‘Temen Gw’

Memang ada yang sedikit ganjil disini, karena OM PMR hadir tanpa vokalis utamanya yang bertahun-tahun menjadi trade mark kelompok ini. Dan peluncuran tunggalan ini menjelaskan kabar sebenarnya dari cerita yang ada.

Menurut Budi Padukone, hadirnya single ‘Engkong’ serta karya-karya lainnya memang tak lepas dari arahan Indro Warkop yang dianggap mereka sebagai inspirator. “Sebenarnya single ini sudah jadi lama. Cuma kesempatannya baru kali ini kita keluarkan. Sudah terkumpul delapan lagu. Setiap ingin mengeluarkan karya selalu konsultasi sama Om Indro biar ide-idenya lebih kreatif lagi,” aku Budi.

Terkait dengan tidak hadirnya Jhonny Iskandar, Budi menyebutkan bahwa sebenarnya sudah lama ada masalah  antara OM PMR dengan Johnny. Yang patut diketahui publik adalah, sebenarnya Johnny resmi tidak di bendera OM PMR pada awal Januari 2018 ini. “Masalah Johnny sebetulnya sudah lama. Sejak Januari dia resmi keluar dan ini bukan masalah klise. Dari tahun 1977 sampai 1986 itu ikut Warkop. Tahun 1988 dia menyatakan tampil sendiri sebagai Johnny Iskandar, bukan Johny Madu Mati Kutu seperti di PMR,” ucap Budi

02 Indro Warkop IbonkIndro Warkop (foto: Ibonk)

 “Kita selalu terbentur kalau mau latihan, dia nggak bisa. Akhirnya dia berjalan sendiri. Jadi dia lebih mementingkan solo karir,” lanjut Budi pada saat konferensi pers di kawasan Gandaria, Jakarta.

Ditempat yang sama, Inro Warkop yang dianggap sesepuh dari kelompok ini menanggapi kemunculan dua karya terbaru OM PMR ini sangat mengapresiasi. Indro cukup bangga dengan apa yang telah dicapai orkes ini. Apalagi mereka sedari awal memang dalam asuhan Warkop.

"OM PMR itu sebelumnya memang sudah ada, tapi sebatas main-main, iseng-iseng. Dulu waktu kita di Prambors, kita diperkenalkan dengan mereka. Akhirnya jadilah diberi nama OM (Orkes Moral) oleh Dono, dan Kasino yang nyanyi," jelas Indro.

Berbicara mengenai karya yang diluncurkan, group yang digawangi oleh Budi Padukone (vokal, gitar), Yuri Mahipal (vokal, mandolin), Ajie Cetty Bahaddur Syah (vokal, perkusi), Imma Maranaan (vokal, bass), dan Harri Muke Kapur (mini drum) ini tetap dengan warna khas mereka  dengan melodi-melodi yang bikin joget dan lirik jenaka.

03 OM PMR feat. Indro Warkop IbonkOM PMR feat. Indro Warkop (foto: Ibonk)

Memang untuk lagu terbaru ini, semua personel keroyokani kut bernyanyi. Sementara memang untuk mengisi kekosongan vocal utama, OM PMR pernah beberapa kali mengajak Ajoel Jiung ataupun Jhody (Super BeJo) sebagai vokalis tamu.

Lagu ‘Engkong’ sendiri  sudah rilis di kanal YouTube, dan kita bisa menyaksikan kekonyolan lakon mereka sambil bermusik yang juga melibatkan komunitas Taring Babi. Pada kesempatan perilisan single tersebut OM PMR bersam Indro Warkop menampilkan showcase sebelum malam harinya mereka perform beneran./ Ibonk

 

Saturday, 12 May 2018 02:55

ZETA

Thriller Zombie Pertama di Indonesia

Seperti sub judul diatas, film Zeta adalah memang murni cerita film bergenre thriller. Film yang  ditulis dan disutradarai sendiri oleh Amanda Iswan yang digarap dengan tidak apa adanya. Dari pembangunan skenarionya,
Mandy sapaan Amanda Iswan membutuhkan riset yang mendalam dan berkelanjutan. Tidak mau terkesan asal, ia dan timnya melakukan riset ihwal muasal penyakit yang bisa menjangkiti manusia menjadi Zombie. Mulai dari asal muasal penyakitnya, cara hidup amoeba parasitnya, sampi cara penyakit itu menjangkiti manusia.

"Semua berbasis ilmu pengetahuan, yang kemudian saya laraskan dalam sebuah drama aksi, yang membuat pesan ceritanya sampai ke penontonnya, dengan menyasyikkan," ungkap lulusan Quinnipiac University, School of Communications Hamden, Connecticut AS dengan major Film, Video and Interactive Media (2012-2015). Dengan pengalaman intens dalam dunia perfilman, seperti pernah mendatangi  Hong Kong Film Art hingga Cannes Film Market di Cannes Prancis, Mandy menjadi dirigen yang baik bagi sejumlah pendukung lakon Zeta.

Membuat Jeff Smith, Cut Mini, Dimas Aditya, Edo Borne, Willem Bevers, Joshua Pandelaki dan beberapa nama lainnya, kompak membangun karakter dan cerita drama yang baik di film ini. Sehingga membuat film Zeta berbeda dengan film Zombie kebanyakan.

02 Amanda Iswan Sutradara IstimewaAmanda Iswan - Sutradara (Istimewa)

"Memang sudah mulai banyak sih film film zombie di Indonesia, tapi Zeta itu beda karena yang ini ada researchnya. Penyakit zombienya jelas. Mulai cara dia menjangkiti manusia, sampai bagimana para orang-orang yang terinfeksi (zombie) itu bergerak," ujar Mandy.

Mandy juga tetap mengakui bahwa referensi fIlm Zeta banyak datang dari sejumlah film-film Hollywood bergenre sama yang diasaksikannya. Karena memang sosok  zombie tidak berasal dari Indonesia. "Salah satu inspirasinya dari serial The Walking Dead. Walaupun settingnya tentang zombie apocalypse. Meski demikian masalah utamanya tetep dateng dari konflik manusianya sendiri," katanya ihwal film Zeta yang mengambil kokasi syuting di Jakarta ini.

Dengan kedalaman riset yang baik, akan menghasilkan cerita yang baik pula, dan penyutradaraan yang pas, serta dukungan pemain yang total, Mandy berkeyakinan, film Zeta akan menawarkan keluarbiasaan kepada penikmat film Indonesia. "Biasanya kalau di Indonesia, film bertema serius seperti ini genrenya drama-komedi. Tapi kalau Zeta itu thriller dengan sedikit bumbu scifi," kata Mandy.

03 Pendukung Film Zeta IstimewaPendukung Film Zeta_Istimewa

Tidak melulu menampilkan kengerian, namun Mandy tetap menyisipkan pesan, tanpa harus berpretensi menggurui kepada penontonnya.  "Semua manusia punya ego, tapi hati-hati. Don’t let that ego blinds you from seeing what really needs to be done in a certain situation. Misalnya saja seorang ibu sama anak berantem Lalu tiba-tiba ibunya sakit parah. Tapi anak itu menolak untuk ngurus ibunya, karena egonya si anak masih marah dan ga bisa maafin ibunya," terang Mandy.

Film Zeta yang barada dibawah payung rumah produksi film Swan Studio, menampilkan sosok Syaiful Wathan, selaku produser. Lewat tangannya juga  film Zeta diharapkan akan menampilkan kualitasnya sendiri.

Syaiful Wathansendiri bukanlah anak kemarin sore dalam industri film Indonesia. Jejak rekamnnya dalam industri film Indonesia memanjang dari film Catatan Akhir Sekolah (2005) hingga film Make Money (2012). Dan di film Zeta kecermatan dan persiapan yang matang dalam menyajikan sebuah film, akan menjadi bukti kehandalannya. Dipercantik lagi dengan keberadaan Mandy, selaku sutradara muda wanita Indonesia menjadi sebuah hasil yang patut dinantikan./ Ibonk

 

Saturday, 05 May 2018 06:37

The Soulful

Ajak Gading Marten nge-Rap

Sebenarnya mereka sudah cukup lama malang melintang mewarnai riuhnya musik tanah air. Dunia cafe adalah lingkup nyaman dari The Soulful untuk menunjukkan eksistensi mereka. Namun tak demikian adanya memasuki tahun ini, keinginan untuk menyentuh fans yang lebih luas lagi akhirnya menjadikan band ini melirik dunia rekaman.

Band yang diawaki oleh Ade, Bowo dan Fajar (Vokal), Ridho (Drum), Bunk Karno (Keyboard), Koko (Gitar) serta Inal (Bass) merasa bahwa mereka kini telah menjadi kelompok yang solid, dan pantas untuk memasuki dunia rekaman. “Kita nge-band dalam lingkup cafe to cafe sejak 2009 lalu. Merasakan bongkar pasang personel, dan saya merasa kini kita cukup solid. Lalu kita sepakat keluarin single ‘Your’e The One’,” ungkap Bowo mewakili teman-temannya saat ditemui di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (3/5) lalu.

Alasan mengenai dipilihnya Gading Marten sebagai featuring awal single terbaru mereka ini berawal dari pertemanan mereka. Sejak pertama kali menyaksikan The Soulful, Gading langsung suka dan sering nge-jam bareng.

02 The Soulful Gading Marten Istimewa

The Soulful & Gading Marten (Istimewa)

“Kenalnya sekitar dua tahun lalu saat event. Sejak itu Gading sering mampir ke cafe tempat kita performed. Ternyata Gading keren nge-rap nya, dan itu jadi alasan untuk ajak Gading bergabung, dan dia setuju banget,” jelas Ade.

Sebagai apresiasi, The Soulful akhirnya mempersilahkannya Gading membuat part-nya sendiri. Namun karena kesibukan Gading, butuh waktu baginya untuk menyelesaikan tugasnya tersebut. “Gading sibuknya minta ampun. Butuh waktu sebulan. Tapi hasilnya OK. Dengerin deh Gading nge-rap. Asyik dan keren juga hasilnya,” puji Ade.

Bagaimana dengan fee yang harus diberikan pada Gading? Berapa angka untuk membayar Gading secara profesional? The Soulful malah menjawab dengan bercanda. “Malah kita yang sering dijajanin Gading. Nggak sanggup bayar, Dia tajir banget, jadi kita yang dibayar,” canda  Ade dan teman-temannya.

02 TheSoulful Ibonk

The Soulful (Ibonk)

Kalau ditilik kebelakang, sebagai informasi bahwa The Soulful merupakan transformasi dari duo Soulmate yang sempat memiliki beberapa hits yang menghiasi skena musik dalam negeri.

Terkait dengan single ‘You’re The One’ ini, mereka kompak menjawab agar karya mereka ini bisa diterima oleh para fans mereka. “Lagu ini cocok juga buat wedding atau nembak pacar. Pas banget buat seseorang yang istimewa dalam hidup kita,” ucap Inal, basis yang juga pencipta You’re The One ini./ Ibonk

Wednesday, 02 May 2018 05:10

Pekan Raya Indonesia 2018

Pesta Band Indie dari 30 Negara

Pekan Raya Indonesia (PRI) 2018 merupakan pameran multiproduk indoor terbesar dengan menghadirkan nuansa Festival yang akan digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. PRI 2018 diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam usaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pariwisata baik domestik maupun international dan wujud dukungan terhadap berkembangnya industri kreatif dan perdagangan nasional.

Acara yang digelar untuk ketiga kalinya ini digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE)- Bumi Serpong Damai. Tangerang, Banten pada pada 27 September -7 Oktober 2018. Sebagai pameran terbesar bisnis to consumer terbesar dengan kemeriahan, PRI 2018 akan menyajikan Wisata Kuliner dan Jajan Senggol yang memadukan berbagai kuliner tradisional dan modern yang lengkapdan menggugah selera para pengunjung.

“Kami akan menghadirkan berbagai produk seperti costumer goods, fashion, otomotif, peralatan elektronik, dunia anak dan ibu, produk-produk UKM, furniture dan interior hingga hobi. Perlu diingat dalam pameran itu akan diberi diskon besar besaran,” ungkap Reza Ardiansyah, dari pihak ICE BSD pada  Jumat 27/4 /2018 pekan silam.

02 Birgi Putri Ibonk

Birgi Putri (Ibonk)

Yang tak kalah menarik adalah penampilan International Indie Music Festival (IIMF) di beberapa  venue di ICE BCD, Hajatan festival musik indie ini dikomandoi sepenuhnya oleh Deteksi Production. ”Harapannya dengan adanya IIMF di Pekan Raya Indonesia 2018 akan menjadi wadah untuk menampilkan kreatifitas para musisi indie di tanah air. Tidak hanya dalam balutan penampil lokal, namun juga akan berkolaborasi dengan para musisi indie dari negara luar.,” ungkap Harry "Koko" Santoso selaku CEO Deteksi Production.

IIMF 2018 sendiri diikuti setidaknya 30 negara peserta, dari Indonesia menghadirkan perwakilan band indie dari 15 provinsi dan mengundang penampilan band indie dari 20 kota pilihan. Selain para musisi  indie dari berbagai daerah, juga akan tampil grup musik yang sudah cukup dikenal di antaranya Fourtwnty, Danilla, Sore, Payung Teduh, Efek Rumah Kaca, Mocca, Bangkutaman dan lain lain.

Pada kesempatan yang sama, Koko juga memperkenalkan salah seorang peserta yang akan tampil di ajang IIMF, Ian Faster yang memiliki prestasi sebagai pemenang Sampoerna GoAhead Challenge 2015 asal Sukabumi, Jawa Barat. Ia nantinya akan berbagi panggung dengan kelompok band indie asal California, Amerika Serikat yakni Foxtails Brigade. Mereka nantinya akan berkolaborasi dengan membawakan lagu ciptaan Ian yang berjudul ‘Hantu di Jendela’.

03 Glenn Sinsoe Naked Souls Project Ibonk

Glenn Sinsoe - Naked Souls Project (Ibonk)

Tak hanya Ian, salah seorang pendatang baru di skena musik dalam negeri, seorang wanita cantik yang disapa Birgi Putri. Ia bartu saja merilis single terbarunya bertajuk ‘Khayalan Cinta’ yang bernuansa jazzy.

Satu lagi yang didapuk untuk memanaskan panggung IIMF 2018 adalah Naked Souls Project.  Band ini merupakan sebuah proyek dari musisi yang cukup matang dari dua sobat karib, Glenn Sinsoe dan Coki Sitompul. Duo ini sendiri sebenarnya baru saja merilis debut EP mereka secara independen.

Sempat memperdengarkan karya mereka dihadapan media, Naked Souls Project diyakini akan menjadi penampil yang memiliki greget tinggi untuk disaksikan penampilannya nanti. Bagi anda yang memang sangat menyukai ketiga musisi dan band diatas, atau memang ingin menyaksikan band-band lainnya, dapat berkunjung ke www.pekanrayaindonesia.com untuk info jadwal yang lebih jelas./ Ibonk

Thursday, 03 May 2018 06:27

Wiro Sableng

Rilis Poster Sito Gendeng dengan Tampilan Nyleneh

Walau masih akan ditayangkannya pada paruh akhir 2018 mendatang, film hasil ko-produksi antara Lifelike Pictures dan 20th Century Fox kembali merilis poster karakter dari film Wiro Sableng melalui media sosialnya, yaitu Sinto Gendeng. Ini adalah karakter perempuan ke dua setelah sebelumnya memperkenalkan Anggini.

Diiringi suara tawanya yang khas, Sinto tampak diperlihatkan dari belakang sehingga wajahnya masih disembunyikan. Poster karakter ini dibuat dengan menyesuaikan karakter Sinto Gendeng yang pada dasarnya memang aneh dan lucu.

Seperti yang diketahui bahwa Sinto Gendeng adalah guru Wiro Sableng yang telah mengundurkan diri dari dunia persilatan selama 20 tahun. Rambut dan alis matanya putih, di atas kepalanya terdapat lima tusuk konde yang menancap langsung di kulit kepalanya. Ia tinggal di sebuah gubuk di atas puncak Gunung Gede, mempunyai sikap dan tingkah laku yang aneh nyeleneh sehingga ia dijuluki Sinto Gendeng.

Sebenarnya perempuan tua sakti tersebut bernama asli Sinto Weni ini menguasai banyak jurus, seperti Pukulan Sinar Matahari, Pukulan Angin Es, Orang Gila Mengebut Lalat, dan Sepasang Sinar Inti Roh. Senjata andalannya adalah Tusuk Konde, Kapak Naga Geni 212, Batu Hitam, dan Tongkat Kayu Butut.

Poster Wiro Sableng 212 Istimewa

Poster Wiro Sableng 212 (Istimewa)

Karakter Sinto Gendeng diperankan oleh Ruth Marini. Berlatar belakang seni teater, Ruth Marini menyandang prestasi sebagai Aktris Monolog Terbaik Indonesia. Film Wiro Sableng adalah pengalaman pertamanya untuk berperan di layar lebar. Dalam film ini, Uthe akan pamer keahliannya untuk mengolah vokal memerankan karakter Sinto Gendeng dalam 3 rentang usia, yaitu 40 tahun, 60 tahun, dan 80 tahun.

Make up artist, Jerry Oktavianus merupakan orang yang bertanggung jawab akan transformasi yang seru ini. Di bawah pimpinan Production Designer, Adrianto Sinaga, Jerry dan tim Costume Designer Nadia Adharina melengkapi penampilan Eyang Sinto.

Bagaimana kelanjutan karakter lainnya dari film diproduseri oleh Sheila Timothy, disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko dan ditulis oleh Tumpal Tampubolon & Sheila Timothy dan Seno Gumira Ajidarma ini. Kita nantikan saja./ Dek

Wednesday, 02 May 2018 03:20

Rudy Djamil

Alhamdulillah, Dapat Rezeki

Nah, bagi para penikmat dan pelaku era 70-an tentu cukup mengenal nama Rudy Djamil. Dirinya yang memang acap menjadi pembawa acara pagelaran musik rock era 70-an ini akan kembali meramaikan panggung Pesta Musik Rock & Blues’70 Part II, yang akan digelar tak lama lagi pada 13 Mei di Hard Rock Cafe Jakarta.

Apa tanggapan Rudi sendiri ketika diminta untuk kembali tampil? Dirinya mengaku senang alang kepalang… "Asyik euy bisa ketemu rocker-rocker jadul Jakarta,” akunya.

"Hatur nuhun dikasih kesempatan oleh Maxi Gunawan dan Memet Soekasah. Urang geus kolot kieu, diajak edhun deui, Jeng dipasehan rezeki kanggo munggahan. Alhamdulillah. (Saya sudah tua begini, masih di ajak gila-gilaan. Masih di kasih rezeki buat puasa," ungkap Rudy dengan gaya khasnya, omong terus tanpa bisa di rem.

02 Rudi Djamil Istimewa

Rudy Djamil (Istimewa)

Begitulah, sebelum memasuki puasa Ramadhan tahun ini, Pesta Musik Rock N Blues’70 Part II akan bergulir dengan menghadirkan singa-singa tua panggung tanah air. Tercatat beberapa nama seperti Bigman Robinson, Gipsy, Fancy Jr. BeatStone, Odessa Project, Flower Potman, Noor Bersaudara, dan The Minstrel’s akan membakar panggung di HRC dengan lagu-lagu legend nantinya.

Bagi yang tidak ingin ketinggalan acara ini, segera saja untuk reservasi tiket di tempat yang telah disediakan. Pesta Musik Rock & Blues’70 Part II ini akan berlangsung dari pukul 18.00 -24.00 WIB.

See u there…/ Buyunk

Tuesday, 01 May 2018 03:10

Pesta Musik Rock & Blues’70 Part II

Rain or Shine, Show Must Go On

Quote diatas adalah menunjukkan semangat para punggawa event Pesta Musik  Rock & Blues’70 Part II yang sebentar lagi akan di gelar di Hard Rock Cafe Jakarta pada hari Minggu 13 Mei 2018. Pesta musik ini akan berlangsung dari pukul 18.00 sampai 24.00 WIB.
 
Delapan nama group band sudah fixed untuk segera tampil di panggung HRC nanti. Mereka adalah Bigman Robinson, Gipsy, Fancy Jr., BeatStone, Odessa Project, Flower Potman, Noor Bersaudara, dan The Minstrel’s.

"Kalau teman-teman grup lain belum siap, ya nggak apa-apa. Untuk gelaran yang ke dua ini,  cukup 8 band dulu," ungkap Maxi Gunawan selaku Jendral di dalam acara ini. "Nanti diakhir acara kita jam session saja".

02 Rock N Blues Istimewa

Rock & Blues (Istimewa)

Memang sangat diharapakan pesta music Rock & Blues seri ke II ini bisa dihadiri seluruh teman ataupun komunitas Generasi Bunga se Jabodetabek. Pesta musik ini nantinya juga akan dipandu oleh MC kawakan Rudy Djamil yang tak kalah melegenda.

Maxi Gunawan juga menyampaikan bahwa acara ini diwujudkan bukan hanya sebagai ajang kumpul dan bernostalgia untuk menikmati lagu-lagu hits rock & blues 70-an saja. Namun yang lebih penting lagi adalah menjadi ajang silatulrahmi menjelang bulan suci Ramadhan.

Untuk reservasi, anda yang tidak ingin ketinggalan momen penting skena musik lawas tanah air ini bisa menghubungi Buyunk 0818187131 atau Ajeng 0817886055184. Terselenggaranya acara ini juga merupakan kerjasama yang baik antara JKL Enterprise dan Hard Rock Café Jakarta./ Ibonk

Tuesday, 01 May 2018 01:05

Death Distortion

Bikin Single Yang Gampang Dicerna Pasar

Setelah sukses dengan album pertama berjudul Reinkarnasi, kini Death Distortion kembali menelurkan karya lainnya yang berjudul ‘Terserah’. Tunggalan yang diciptakan pada medio 2018 ini sedikit berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya di album pertama. Pasalnya karena baru kali inilah mereka membawakan tema yang lebih santai dan ringan untuk pendengar musik rock tanah air.

Seperti yang diketahui sebelumnya, band yang digawangi Trison (vokal), Didik (bass), Ega Liong (gitar), Wawan Cher (gitar) dan Rian Dani (drum) kerap membawakan karya dengan warna rock yang kental. Lagunya sendiri bercerita tentang kepasrahan seseorang kepada pasanganya yang bersikap seenaknya sendiri.

Single ini bertujuan untuk menjaring fans baru dari kalangan muda di seluruh daerah di Indonesia. Single ini tidak sepenuhnya menyasar secara khusus fans rock, tetapi juga pecinta musik mainstream lainya, kenapa akhirnya lirik dan aransemennya dibuat ringan dan memikat.

02 Death Distortion Istimewa

Death Distortion Lepas Single Terbaru 'Terserah' (Istimewa)

"Kebetulan lagu ini gua yang bikin. Ceritanya tentang seseorang laki-laki naksir dengan wanita tapi dia psycho. Endingnya memang buat happy-happy aja. Aransemennya kita garap bareng," ujar Trison di depan awak media di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (30/4/2018). "Kita coba-coba bikin musik yang gampang diterima. Terus kita agak kurangi distorsinya tapi tidak mengurangi rasa gaharnya,” tambahnya lagi.

Band yang masih dalam naungan Putra Mandala Production ini berharap bisa lebih berkontribusi positif untuk musik rock tanah air dan juga single ini bisa diterima oleh masyarakat luas. "Kenapa kita merilis single ini. Pertama kontrak band ini sama Putra Mandala Production masih lama. Kedua single ini sudah masuk plan di tahun 2018. Kita sudah menyiapkan 5 lagu buat jadi satu album," aku Trison.

Single ini menjadi spesial karena Death Distortion akan melakukan serangkaian tur promo untuk mempromosikan karya terbarunya. Dimulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan tidak menutup kemungkinan akan singgah juga di provinsi lain./ Dek

Monday, 30 April 2018 00:55

Record Store Day Bogor 2018

Semarak Rilisan Fisik di Era Digital

Geliat  musik masyarakat kian menggebu, namun sayangnya tidak didukung oleh perkembangan industrinya sendiri. Seperti yang dialami dalam beberapa waktu silam, banyak toko-toko musik menggulung tikar akibat kurangnya animo masyarakat terhadap sebuah rilisan fisik. Terlebih ketika di era sekarang platform digital kian mendominasi.

Akhirnya, pada tahun 2007 diminggu ketiga bulan April, sebuah perkumpulan para pemilik toko musik  di Amerika Serikat dan juga para karyawannya berkumpul di suatu tempat. Mereka  mencetuskan sebuah hari yang bersejarah dengan ide agar minat masyarakat terhadap musik kembali,  bernama Record Store Day (RSD).

Gerakan itu memiliki tujuan yakni melakukan perayaan terhadap sebuah budaya unik terkait toko-toko musik yang ada di Amerika Serikat maupun di seluruh negara dunia. Tidak hanya menjadi pemicu, RSD pun melibatkan 3 faktor: Label Rekaman, Band, dan Penikmat yang bersinergi.  

Jauh dari langit Amerika, di Bogor, Indonesia  animo muda-mudi  terlihat tinggi terhadap musik, oleh karenanya pada tahun 2017 resmi digelar Record Store Day sebagai bentuk apresiasi terhadap musik yang juga sudah sebagai kultur masyarakat lokal.

04 RSD Talkshow Fikar

Creative Talk dalam RSD 2018 yang mengundang beberapa pelaku industri musik lokal kota Bogor (Fikar)

Tepat hari minggu kemarin, 29 April 2018, berlokasi di Botani Square Bogor, RSD resmi diakan untuk kedua kalinya. Sebagai seorang kolektor rilisan fisik, mungkin menjadi hal yang wajib ketika kita berburu beberapa album langka yang bisa dibilang ini merupakan salah satu hobi yang tidak banyak orang umum ketahui. Berburu rilisan fisik baik Vinyl maupun CD dan Kaset adalah momentum yang tepat bagi berbagai macam penikmat kesukaan tersebut.  

Untuk perayaan RSD kali ini terasa sebagai momentum untuk beberapa band lokal merilis Album, EP, bahkan Single demi meluaskan pendengar akan musik mereka. Tercatat seperti  Neal, Rasvala, Krack dan beberapa band lainnya ikut ambil bagian dalam perilisan tersebut.

Selain suguhan musik yang memang menjadi keharusan, hajatan kali ini juga diisi dengan Creative Talk yang mengundang beberapa pelaku industri lokal. Seperti Hujan Records, Tromagnon Records, juga Kick It Records yang tidak lain adalah sedikit dari banyaknya label Bogor yang hadir.

Disini dijelaskan pentingnya bekerja sama dalam bidang musik. Ketika pelaku sudah mempunyai cukup karya dan tidak mengganggu fokus si pelaku dalam bermusik. Label rekaman hadir sebagai support yang dapat membantu mendistribusikan, mempromosikan, juga membantu untuk output dari band tersebut. Cukup ringan bukan pelaku musik jika bekerja sama.

03 Salah Satu Penampil dalam RSD 2018 Fikar

Salah satu band lokal yang unjuk tampil di RSD 2018 (Fikar)

Dan untuk musik talkshow disuarakan oleh Edo Wallad (The Safari), Marine Ramdhani (FFWD Records) juga tak ketinggalan sharing session berbagai komunitas yang hadir dikota Bogor antara lain seperti Yoga Pratama (GSRB Kolektif), Arief Wijaya (Suara Hujan), Aris Nugraha (Lionglatte Collective).

Yang tak kalah menarik dari hajatan RSD kali ini ialah, beberapa pemuda atau pemudi yang memang memiliki passion atau kemauan di bidang musik dapat bertukar demo diacara tersebut. Dengan membawa Master Demo mereka dan bisa saling sharing terhadap musik mereka dihajatan tersebut.

Semoga saja kedepannya RSD dapat menyuguhkan gelaran selanjutnya disetiap tahunnya dan juga masyarakat dapat memiliki tempat untuk saling becengkrama terkait bidang yang memang mereka suka. Kita doakan, kuuyyylah..../ Fikar

Monday, 30 April 2018 07:39

Malam Budaya Baca Puisi

Semangat Perempuan dalam Bait Puisi

Menyerap dan melakoni semangat Kartini di era merdeka saat ini bisa dilakukan lewat bentuk  apapun. Seperti yang dilakoni oleh Forhati yang memperingati Hari Kartini sekaligus dirangkai dengan Hari Pendidikan Nasional dalam sebuah acara cukup bernas, dalam satu tajuk "Malam Budaya Baca Puisi – Perempuan Untuk Indonesia".

Acara yang diadakan di Gedung Perpusatakaan Nasional Jakarta pada Minggu malam (29/4/18)  kemarin tersebut sampai-sampai melibatkan beberapa tokoh terkemuka negeri ini. "Kami menggelar acara ini untuk mengenang para pejuang perempuan Indonesia, yang secara tidak langsung sudah mendidik kita menjadi seperti ini," ungkap Koordinator Presidium Forum Alumni HMI Wati (Forhati), Hanifah Husein kepada NewsMusik dan media lainnya.

Ternyata dari pernyataan Hanifah Husein tersebut mengungkapkan latar belakang mengapa Forhati menggabungkan peringatan 2 hari Nasional tersebut. Seperti yang dipaparkannya bahwa intinya acara ini digelar untuk memperingati hari kehebatan perempuan-perempuan Indonesia, seperti Kartini dan lainnya. Puisi dipilih karena ada makna yang tersirat dalam perjuangan kaum perempuan.

02 Hanifah Husein Koordinator Presidium Forum Alumni HMI Wati Forhati Ibonk

Hanifah Husein, Koordinator Presidium Forum Alumni HMI Wati (Forhati) (Ibonk)

"Kami sengaja mengkaitkan dengan Hari Pendidikan, karena Forhati ingin mengingatkan kembali bahwa perempuan adalah "Madrasatul Ula". Jadi sekolah pertama dan utama bagi anak-anak bangsa. Itulah kaum perempuan atau Ibu dan menjadi pesan utama kami melalui acara ini," ujarnya

Dalam cakupan besar, acara malam tersebut tidak hanya mengedepankan sosok Kartini saja,  namun seluruh pejuang perempuan. “Banyak perempuan yang berjasa dan mampu menunujukkn kesetaraan, contohnya adalah Malahayati. Ia adalah seorang pejuang perempuan yang berasal dari Kesultanan Aceh. Perempuan pertama di muka bumi ini yang menjadi Laksamana dan memimpin pertempuran di laut. Atau tokoh-tokoh lainnya seperti Cut Nyak Dhien, Dewi Sartika dan Cristina Martha Tiahahu," ungkapnya.

Maka dalam pergelaran malam itu, meluncurlah kata demi kata, bait demi bait yang membentuk sebuah pesan indah dalam balutan puisi yang ditampilkan oleh wanita-wanita hebat era kini seperti Hanifah Husein sendiri, lalu isteri Wakil Presiden RI, Mufidah Kalla yang membacakan puisi berjudul “Ibu Pertiwi” (Syamsuddin C. Haesy).

Sementara GKR Hemas membawakan judul “Airmata Shandyakala” (Syamsuddin C. Haesy), Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi lewat puisi berjudul “Perempuan Indonesia Telangkai Nusa” (Hasyienna Fatimah Az Zahra), dan Siti Zuhro membacakan puisi karya Nasrudin Anshary berjudul “Melipat Gelap, Membentang Terang”.

03 Mufidah Kalla Isteri Wakil Presiden RI Ibonk

Mufidah Kalla, Isteri Wakil Presiden RI ketika tengah membacakan puisi karya Syamsuddin C. Haesy “Ibu Pertiwi"  (Ibonk)

Tak hanya tokoh wanita, kaum adam turut juga menyuarakan kekuatan perempuan lewat puisi yang mereka bawakan. Seperti Zulkifli Hasan, Ketua MPR membacakan puisi berjudul “Berjuta Mereka, Berjuta Ibunda Kita IV” (Taufik Ismail), Wagub DKI, Sandiaga Uno membawakan judul “Wanita Cantik Sekali di Multazam” (Mustofa Bisri) dan Budayawan, Taufik Ismail yang membacakan karyanya sendiri berjudul “Mereka Berjuta Ibunda Kita”.

Dalam penilaiannya, Koordinator Presidium KAHMI Siti Zuhro mengungkapkan rasa terima kasih dan penghormatannya kepada Hanifah Husein selaku Koordinator Presidium Forum Alumni HMI Wati (Forhati) atas kemasan acara ini. “Salut kepada Hanifah Husein yang menghadirkan acara ini begitu baik untuk perempuan Indonesia,” ungkapnya.

Acara malam itu tak hanya menggelar bait-bait puisi saja, tapi juga beberapa penampilan nynyian dan gerak tari Melayu yang cukup menghibur dan mampu menyemarakkan malam perempuan dalam puisi tersebut./ Ibonk

Page 1 of 135