After Hour Music

Cerita Di Belakang Layar

Selepas menunaikan salat Jumat, Newsmusik bergegas menuju ke bilangan Ampera di Selatan Jakarta. Tepatnya ke Rolling Stone Cafe untuk melihat persiapan Tulus dan Bonita And The Hus Band (BNTHB) di pentas After Hour Music yang digelar oleh GlobalTV pada 13 Februari silam.

Waktu menunjukkan hampir jam satu siang. Dengan terburu-buru Newmusik mempercepat langkah untuk mengejar waktu. Karena pada Kamis malam mendapatkan informasi dari Ririe Cholid bahwa soundcheck akan dimulai pada pukul 13.00 sampai dengan 15.00.

Setelah dua bus Transjakarta kosong yang “melenggang” serta tiga Transjakarta mengangkut penumpang ke arah Koridor 4 di Halte Dukuh Atas 2, akhirnya datang juga yang menuju ke arah Koridor 6. Butuh sekitar 45 menit untuk menunggu kedatangannya.

Bus Transjakarta melaju dengan kecepatan yang tidak begitu kencang. Newsmusik yang terburu-buru sempat merasa kesal dengan perjalanan yang terhitung lambat. Akhirnya sampai juga di Halte Pejaten dan buru-buru berjalan untuk mencari angkutan umum KWK S11 menuju Rolling Stone Cafe.

Melirik jam di gawai sudah mendarat di pukul 14.30. Perasaan cemas dan kesal campur aduk. Khawatir soundcheck sudah selesai. Ketika memasuki area Rolling Stone Cafe terdengar kesibukan para kru tengah melakukan soundcheck. Dari kejauhan tidak terlihat sosok tinggi Tulus. Begitupun BNTHB.

Tak sengaja Newsmusik menoleh ke kanan melihat ke dalam bar Rolling Stone Cafe. Sosok yang dicari ternyata ada di dalamnya. Dengan sedikit menarik napas lega kemudian bergegas masuk untuk menghampiri.

02 Tulus Yose RTulus

Setelah menyapa Bhatara Eli Gulo dan Jimmy Tobing, Newsmusik menyimak Bonita dan Petrus Briyanto Adi alias Adoy yang tengah latihan membawakan ‘Juwita Malam’ bersama Tulus. Baru sebentar latihan tersebut kemudian telah selesai. Tampaknya sudah cukup lama mereka berada di dalam untuk melatihnya.

“Wah seru sekali. Ramai acaranya,” ujar Adoy dengan sumringah menceritakan pentas mereka beberapa hari sebelumnya di Semarang. BNTHB pada 10 Februari lalu diundang untuk pentas dalam peringatan ulang tahun Jazz In The Mall di Ciputra Mal Semarang.

Beralih ke Tulus, Newsmusik berbincang santai mengenai jadwal kegiatannya yang sudah kembali padat. Dengan wajah gembira dia menceritakan bagaimana selama sebulan pada Januari lalu tidak pentas sama sekali. Tulus mengisi waktu tersebut dengan berlibur ke beberapa negara di Eropa.“Hari pertama gue senang banget. Sibuk foto-foto terus. Hari kedua juga masih senang. Hari ketiga udah mulai emmmm....,” kata Tulus dengan wajah menggambarkan kebosanan ketika menceritakan tentang pengalamannya melihat salju untuk pertama kalinya.

Diceritakannya pula bagaimana ketika di sana dia bisa merasakan matahari dalam waktu singkat saja : 45 menit. Untuk itu dia bersyukur tinggal di negara tropis ini dengan sinar matahari yang melimpah ruah.

Bonita bercerita juga tentang #BeNiceToEachOther Tour yang tengah BNTHB gelar. Dimana pada bulan Maret mereka akan menggelar acara tersebut di Bandung. Salah satu tempatnya adalah di Kafe Halaman. Sebuah tempat bersejarah karena di tempat itu pertama kalinya Tulus menyaksikan Bonita yang menimbulkan kesan mendalam.

Bhatara dan Jimmy kemudian pamit untuk pulang buat beristirahat sejenak. Ternyata BNTHB telah melangsungkan soundcheck. Tapi Bonita dan Adoy masih tetap tinggal karena Bonita masih harus melakukan latihan menyanyikan lagu yang akan dibawakan duet dengan Tulus.

03 Tulus-Bonita Yose RTulus - Bonita

Tulus terlebih dahulu melalukan soundcheck. Semua dilakukan dengan santai. Bonita dengan cuek duduk beralaskan batu di depan panggung menyaksikan. Tulus yang melihatnya kemudian mengabadikan dengan gawainya.

Akhirnya tiba giliran Bonita untuk melatih duetnya dengan Tulus. Lagu yang akan dibawakan adalah ‘Lagu Untuk Matahari’. Karena belum menguasai, Bonita harus menyanyi sambil mencontek lirik dari gawainya. Dia pun sempat lupa nada lagunya. Sehingga Tulus kemudian berdiri di belakangnya membimbing dengan membisikkan nada lagu yang benar. Sebelum akhirnya mereka berdua melakukan ibadah selfie.

Usai soundcheck, Tulus bergegas menuju ruang tunggu untuk bersiap-siap melakukan meet and greet. Sementara musisi pendukungnya masih terus melakukan soundcheck. Bonita juga meluncur ke ruang tunggu tapi tidak terlihat Adoy yang ternyata harus ke kantor untuk menyelesaikan sesuatu.

Newsmusik memutuskan untuk bergabung dengan Bonita di ruang tunggu. Terlihat Bonita tengah berusaha keras melatih ‘Lagu Untuk Matahari’ yang masih belum dikuasainya. Sambil tiduran di atas sofa merah dengan mata terpejam dia terus berusaha keras menghafal sambil sesekali marah pada diri sendiri karena kesal. Tulus tiba-tiba masuk ke ruang tunggu Bonita dengan diam-diam. Dia senyum melihat idolanya yang tengah berusaha keras menghafal lagunya. Rona malu menghias wajah Bonita ketika akhirnya sadar Tulus ada di ruangan tersebut tengah melihatnya.

Hujan deras disertai angin kencang yang menerpa bilangan Ampera akhirnya reda. Menepiskan kekhawatiran hujan akan berlangsung lama dan akan mengancam batalnya acara After Hour Music yang digelar di luar ruangan.

Tulus kemudian menggelar meet and greet dengan beberapa penggemarnya yang disebut dengan Teman Tulus. Sudah pasti yang hadir adalah para perempuan yang tampak tersipu-sipu dan juga sumringah bertemu dengan idolanya.

04 Tulus Yose R

Meet and greet berjalan hangat. Dimana beberapa Teman Tulus diberi kesempatan untuk bertanya. Pertanyaan yang muncul beraneka ragam. Mulai dari hal pencarian ide, makna Teman Tulus sampai dengan target menikah. Dimana sebagai penutup tentu saja berfoto bersama dan selfie.

Usai meet and greet, Tulus kembali menuju ruang tunggu untuk meladeni wawancara dan pemotretan dengan sebuah majalah. Dari ruang tunggu sebelah terdengar Bonita tengah khusyuk vocal exercise dengan mata terpejam. Suaranya menggema di seluruh ruangan.

Sebelum melalukan wawancara, Tulus terlebih dahulu melakukan sesi pemotretan. Ririe sedikit merapikan rambut Tulus yang berantakan. Beberapa kali pemotretan dengan sedikit low angle, Ririe kemudian memberikan usulan pemotretan dengan high angle. Karena menurutnya dari posisi tersebut lebih dapat menampilkan sisi terbaik Tulus. Nurdiansyah demikian nama sang fotografer, berdiri di atas kursi dan kemudian memotretnya. Setelah beberapa kali jepretan, Tulus kemudian melihat hasilnya dan menyatakan puas. Dia kemudian melakoni wawancara.

Usai wawancara, Tulus berniat untuk kembali ke hotel buat mandi dan bersalin. Tapi sebelumnya dia harus melakukan wawancara kecil dengan GlobalTV untuk diminta pendapatnya seputar acara After Hour Music. Tulus sedikit merentangkan kaki demi merendahkan badan tingginya karena reporter yang mewawancara tubuhnya lebih pendek.

Dalam mobil yang mengantarkan Tulus menuju hotel sambil membelah kemacetan jalanan Kemang berbincang dengan Ririe seputar beberapa proyek yang akan mereka jalankan. Berikutnya tenggelam dalam keheningan sibuk dengan gawai masing-masing. Dimana Tulus terdengar menyanyikan sebuah lagu yang tidak Newsmusik tahu.

“Gue tuh salut loh sama Agnes (Monica). Dia gak peduli apa kata orang. Dia terus aja berkarya. Gue tuh terus terang mendoakan dia berhasil loh mengejar karir internasionalnya,” ujar Tulus kepada Newsmusik sekaligus menjawab lagu siapa yang tengah dia nyanyikan.

Obrolan kemudian membahas bagaimana tindakan para pembenci Agnes yang melakukan berbagai cara untuk menjelek-jelekkan. Tulus memperlihatkan wajah prihatin kemudian mengatakan apakah mereka tidak punya kerjaan lain selain mencari keburukan orang lain. Dari dalam mobil yang berjalan merayap terlihat pemandangan di sekitar jalan yang dilalui. Tulus sempat bercanda melihat “pemandangan” indah yang ada di seberang jalan. Karena merasa terlalu lama belum juga sampai ke hotel yang dituju, Tulus sempat berpikir untuk turun dan memilih jalan saja. Tapi niat tersebut kemudian diurungkan.

Sementara road manager Tulus, Firman Ardiansyah, kebingungan memutuskan untuk menggunakan kendaraan apa menuju Fatmawati. Karena dia harus mengambil gitar akustik milik Anto Arief yang luput dibawa dan tengah dikirim dengan menggunakan travel. Dengan mempertimbangkan kemacetan Jakarta yang biasanya menggila di hari Jumat, maka diputuskan untuk menggunakan ojek.

Sampai di hotel, Tulus bergegas menuju ke kamarnya. Sementara Newsmusik memilih menunggu di lobi sampai Ririe turun menghampiri. Kita pun berbincang sambil ditemani dua gelas jus dan seporsi pisang goreng bertabur keju. Mulai dari perihal kesibukan Tulus sampai dengan pengalaman wawancara bersama infotainment.

Satu persatu personil pendukung Tulus sudah terlihat di lobi. Penabuh drum Fuad Rudyan menghampiri dan kemudian bercerita tentang usahanya menyelesaikan skripsi di tengah kesibukan keliling bersama Tulus. Dia mengungkapkan bagaimana kesulitannya berhadapan dengan birokrasi untuk mengurus perizinan melakukan penelitian di sebuah rumah sakit jiwa.

“Ah elu gak bisa basa basi banget sih. Cepet banget nyambernya,” canda kibordis Destanto Putranto yang belakangan bergabung kepada Anto melihat cepatnya dia menyambar pisang goreng tersisa.

Mas Tanto, demikian kibordis itu biasa dipanggil, mendapat kabar bahwa terjadi macet sepanjang 25 kilometer di jalan tol Jakarta menuju Bandung karena ada truk yang terguling. Hal ini disampaikannya setelah Ririe mendapat kabar terbaru bahwa travel yang mengantarkan gitar milik Anto belum sampai di Jakarta.

05 Tulus Yose R

Setelah semua sudah berkumpul, satu persatu masuk ke mobil untuk menuju Rolling Stone Cafe. Tulus asyik memainkan game Doraemon dan merekomendasikan kepada yang lain. Gelak tawa menghiasi mobil dalam perjalanan yang tidak semacet ketika sore.

Tiba ditempat langsung turun menuju ruang tunggu. Terlihat di ruang tunggu BNTHB sudah hadir Adoy, Jimmy beserta istri dan Bharata. Juga dua orang teman mereka, Valid dan Geidy. Tak terlihat Bonita yang ternyata berada di kamar mandi untuk berdandan. Newsmusik sedikit terkejut melihat penampilan Bonita. Bagaimana tidak. Karena berkali-kali melihat Bonita tampil belum pernah melihatnya mengenakan gaun.

Sedikit terjadi perbedaan pendapat antara Bonita dan Adoy. Bonita bersikeras untuk bertelanjang kaki di atas panggung. tapi Adoy tidak menyetujui dengan pertimbangan lantai panggung yang lembab karena guyuran hujan dikhawatirkan akan menyebabkan Bonita tersengat listrik. Akhirnya Bonita pun luluh dan mau menggunakan sepatu.

Seorang kru GlobalTV menghampiri BNTHB memberitahu agar mereka bersiap-siap menuju panggung. Adoy memimpin doa sebelum akhirnya membentuk lingkaran dan menyatukan tangan di tengah diakhiri, “Raisa,” teriak mereka. Lebih tepat sebenarnya disebut berbisik daripada berteriak. Hal itu adalah gagasan kocak Adoy.

Ternyata BNTHB tidak langsung naik panggung karena pembawa acara masih menggelar kuis dan membacakan pesan-pesan sponsor. Mereka masih harus menunggu sekitar 20 menit. Bonita terlihat mondar-mandir sambil mulutnya komat-kamit. Tampaknya dia masih berusaha keras menyempurnakan hafalan ‘Lagu Untuk Matahari’.

07 Bonita Yose R

BNTHB akhirnya membuka After Hour Music. Setelah beberapa jepretan, Newsmusik memutuskan untuk menghampiri Tulus di ruang tunggu. Dia memutuskan untuk sejenak keluar dari ruang tunggu untuk santai sejenak. Tapi harus sejenak menunda karena dicegat beberapa ibu dan anaknya untuk berfoto.

Sekitar pukul setengah sepuluh malam, Tulus dan rombongannya bersiap-siap di belakang panggung. menanti giliran. Gitar akustik Anto yang belum sampai akhirnya mendapatkan pengganti. Seorang kenalan mereka meminjamkan gitarnya. Lega karena masalah bisa diselesaikan dengan baik.

Pentas Tulus di After Hour Music berakhir sekitar jam 11 malam. Tulus langsung “diamankan” dari beberapa penggemar yang mengejarnya sampai ke belakang panggung. Beberapa Teman Tulus yang nekat berhasil mengajak foto bersama di depan pintu mobil yang akan membawa Tulus. Setelah meladeni dengan sabar beberapa Teman Tulus, akhirnya Tulus pun naik ke mobil dan kembali ke hotel.

Sementara personel band Tulus masih menunggu giliran buat “diangkut” ke hotel. Mereka mengisi waktu dengan bercanda. Sedangkan di ruang sebelahnya, tidak terlihat Bonita dan Bharata. Ternyata mereka berdua sedang mencari minuman “penghangat”.

Kabar tentang meninggalnya aktor senior Alex Komang sempat menjadi pembahasan di ruang tunggu BNTHB. Adoy merasa sedih karena akhir-akhir ini semakin banyak seniman senior yang berpulang. Dimana sebelumnya adalah penyanyi dan pencipta lagu, Rinto Harahap.

Tak lama Jimmy dan istri pamit pulang. Begitu pula Valid dan Geidy. Menyusul kemudian personel band Tulus yang sudah dijemput oleh mobil untuk menuju ke hotel dan istirahat karena keesokan pagi harus ke bandara menuju Makassar.

Newsmusik pun akhirnya berpamitan pulang meninggalkan Adoy yang masih sendiri di ruang tunggu karena Bonita dan Bharata tak kunjung kembali dari pencarian minuman “penghangat”. Di luar hujan masih malu-malu turun. Hanya rintik kecil yang mengantarkan semua orang untuk pulang kembali ke rumah masing-masing. Atau ada pula yang bahkan baru memulai kegiatannya. /yoseR

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found