Glenn Fredly

Persiapan Konser Sabda Rindu

Hampir jam 12 siang waktu Newsmusik sampai di Taman Ismail Marzuki. Suasana terlihat tidak begitu ramai. Mungkin karena matahari sedang cukup galak sehingga membuat orang lebih memilih untuk berada di dalam ruangan atau berteduh. Rabu (26/03) Newsmusik melangkahkan kaki ke Graha Bhakti Budaya (GBB) dalam rangka melihat persiapan konser Glenn Fredly bertajuk Sabda Rindu yang digelar oleh Solindo Duta Convex dan Bumi Entertainment.

Memasuki ruang utama terlihatlah kemudian orang-orang sedang sibuk di atas panggung tengah mempersiapkan segala sesuatunya. Keyboard, drum, gitar serta effect dan ampli sudah bertengger di atas panggung. Tim produksi sibuk bekerja dengan dilihat oleh Glenn. Bukan Glenn sebenarnya melainkan diwakilkan oleh sebuah lukisan besar Glenn yang teronggok di depan panggung.

Oleg Sanchabakhtiar selaku Art Director yang datang kemudian menyapa tim produksi dengan hangat. Dia kemudian ikut turun tangan mengarahkan serta membantu mempersiapkan properti . Tampak pula Bonar Abraham sudah pula tiba. Disusul Rayendra Sunito yang langsung menuju perangkat drumnya. Setelahnya terlibat obrolan seru dengan Oleg.

Nicky Manuputi yang kemudian datang disapa dan melakukan toss dengan Rayen dan Bonar. Setelahnya ketiganya kompak menghilang dari panggung menuju area backstage sambil menunggu anggota Bakuucakar lainnya yang belum datang.

Tiga orang datang sambil membawa peralatan tempur milik Andre Dinuth. Lima gitar disiapkan untuk dipakai malam nanti. “Ah si Dinuth bawa lima gitar paling yang dipake cuma satu,” canda salah satu kru. Dinuth yang kemudian melakukan sedikit uji coba pada gitar setelahnya memotret “showroomnya” itu dengan perangkat pintar miliknya.

Suasana semakin ramai dengan makin banyaknya orang yang hilir mudik di atas panggung. Oleg kemudian terlibat diskusi seru dengan timnya mengenai jalannya konser nanti. Harry Anggoman dan Kenna Lango yang juga sudah datang langsung menuju keyboardnya masing-masing dan tenggelam dalam keseriusan.

Ferry sebagai Lighting Designer mulai sibuk menata dan menyesuaikan arah jatuh cahaya ke masing-masing anggota Bakuucakar dan Glenn. Glenn yang ternyata sudah hadir setelah sejenak ke backstage segera meluncur ke panggung untuk mengecek persiapan konsernya. Duduk sejenak di deretan bangku penonton terdepan sambil melihat kesibukan yang terjadi di atas panggung.

Lukman Sardi telah datang. Oleg pun memberikan arahan kepadanya berkaitan dengan tugas yang akan diemban Lukman di konser. Glenn yang kemudian bergabung tampak antusias dan senang sekali dengan konsep yang dijelaskan oleh Oleg. Setelahnya Lukman memilih duduk di bangku penonton sambil menghapalkan naskah puisi yang akan dibacakan.

Agus Noor yang menyempatkan hadir kemudian terlihat berbincang dengan Glenn. Agus kemudian memberikan buku kumpulan puisinya, Ciuman Yang Menyelamatkan Dari Kesedihan, sebelum akhirnya menyaksikan kesibukan yang terjadi dari bangku penonton.

Rifka Rachman sudah datang. Maka lengkaplah sudah Glenn Fredly dan Bakuucakar. Proses soundcheck pun ditunaikan. Masing-masing mulai sibuk mengutak-atik instrumennya. Sementara Glenn menyempatkan membaca buku pemberian Agus dalam remang cahaya panggung yang berwarna merah.

Tulus yang akan menjadi tamu rahasia di konser datang. Setelah sempat berbincang dengan salah satu tim produksi, Tulus menyempatkan memotret lampu gantung yang menjadi properti sebelum turun dari panggung. Pasangan kekasih Chicco Jerikho dan Laudya Chintya Bella tampak terlihat juga. Mereka juga akan ikut serta membacakan puisi.

Hingar bingar suara musik mengisi GBB. Semuanya sibuk menyiapkan tata suara yang terbaik. Glenn sempat mengeluh adanya gangguan pada suara yang keluar dari pengeras suaranya. Tapi untunglah bisa cepat di atasi. Nicky sibuk wara wiri ke berbagai penjuru panggung sambil memainkan saxophonenya.

Di bagian lain tepatnya di tangga di barisan bangku penonton Lukman terlihat tengah sibuk naik turun sambil komat kamit. Dia mulai melatih membaca puisinya sambil melakukan adegan persis dengan konsep yang akan disuguhkan.

Latihan menyatukan pembacaan puisi juga dilakukan Chicco dan Bella. Didahului oleh Chicco yang muncul sambil meyeret kursi dari sisi kanan menuju tengah panggung. Kemudian Bella menyusul. Keduanya beradegan mesra berpelukan. Untuk satu hal itu sepertinya pasangan ini tidak butuh latihan ya. Konsepnya adegan mesra tersebut diiringi Glenn dan Tulus yang duet menyanyikan ‘Teman Hidup’. Tulus melatih pula blocking dan alur keluar masuknya dia nanti di panggung.

Setelah melatih bagian bersama Lukman dan menyempurnakan tata suara, Glenn dan Bakuucakar memutuskan menyudahi soundcheck. Namun sebelum Glenn ke backstage, dia menyempatkan sejenak melihat dua anak asuhnya, Yura dan Gilbert, yang tengah melakukan soundcheck.

Newsmusik pun menyusul menuju backstage. Terlihat Nicky tengah asyik berbincang dengan seorang wanita. Harry dan Rifka terlibat perbincangan seru berbagi tips bagaimana agar berhasil melakukan curankor alias mencuri korek gas milik orang lain.

Menuju ke lantai atas, di salah satu ruangan Newsmusik melihat Tulus yang ditemani manajernya, Ririe, tengah menyanyikan ‘Seribu Tahun Lamanya’ milik Jikustik. Yang menarik adalah Tulus menyanyikan lagu tersebut diiringi permainan gitar dari pencipta lagu tersebut dan mantan vokalis Jikustis, Pongki Barata.

Pongki menyerahkan kameranya meminta tolong Ririe untuk merekam kolaborasi mereka. Glenn yang berada di luar bergegas masuk dan merekam karena ini, katanya, peristiwa langka. Tampaknya Pongki dan Tulus akan mengerjakan sebuah proyek nih. Sepertinya bakalan keren nih.

Hampir jam enam sore. Semua yang tengah ada di ruang atas diminta turun untuk melakukan prosesi tumpengan. Suasana sudah ramai oleh orang-orang yang berkumpul dan membuat keriuhan dengan segala canda tawa. Pongki bertegur sapa dan bertukar canda dengan Lukman. Kemudian Lukman diminta oleh Tulus untuk berfoto dengan Ririe yang terlihat malu dan memerah wajahnya.

Setelah semuanya berkumpul mengelilingi meja dengan tumpeng di atasnya, Glenn memberikan kata sambutan mengenai betapa bersyukurnya dia atas konser Sabda Rindu. Doa pun kemudian dipanjatkan secara Islam dan Kristen bergantian olehDoel Sahab dan Harry Anggoman. Potongan tumpeng pertama diberikan Glenn kepada perwakilan promotor Solindo Duta Convex.

“Potongan tumpeng pertama saya berikan kepada promotor. Semoga semakin banyak promotor yang peduli dengan musisi Indonesia. Udah banyak yang ngantri nih pengen dibikinin konsernya,” ujar Glenn sambil melirik ke arah Pongki dan Tulus.

Potongan tumpeng berikutnya berturut-turut diberikan kepada Chicco dan Bella, Tulus, Lukman Sardi, Oleg, Harry Anggoman, Manajer Glenn, Ika, serta salah satu perwakilan kru, Doel. Kocak sekali ketika pemberian tumpeng kepada Ika, ada yang bercanda memberikan sekeranjang jajanan pasar. Dan ketika Glenn memeluknya, Nicky ikut-ikutan memeluk. Jadilah Ika digencet ditengah-tengah Glenn dan Nicky.

Usai melakoni tumpengan, Glenn meladeni meet and great dengan sejumlah penonton. acara diisi dengan tanda tangan dan berfoto bersama. Setelah selesai, Glenn memilih untuk kembali naik ke ruangan atas. Di ruangan yang akan digunakan Glenn dan Bakuucakar untuk bersalin tengah terlihat Yura dan Gilbert melatih dialog yang akan mereka bawakan di atas panggung nanti.

Glenn terlihat tengah membawa sepasang suami istri ke dalam ruangan. Mereka terlihat berbincang dengan akrab. Pasangan suami istri ini menjadi tamu istimewa karena datang dari Belanda. Dimana menonton Glenn adalah keinginan dari sang istri yang tengah mengalami leukemia. Glenn merasa terhormat dengan kedatangan mereka. Usai berbincang dan pasangan tersebut pergi, Glenn memutuskan sejenak untuk merebahkan badan dan menutup mata sejenak di atas tempat tidur lipat.

Di ruangan lain terlihat Oleg tengah berbincang dengan Tulus. Ririe dan Pongki. Oleg tengah menjelaskan tentang acara Legendary Chrisye Dekade Project yang tengah digarapnya. Dia membeberkan filosofi logo acara tersebut serta menceritakan berbagai hal tentang perjalanan hidupnya yang membuahkan sebuah semboyan yang dipegangnya, “berkawan, berkarya, berbagi”.

Pongki sempat pula membeberkan rahasia bagaimana dia begitu shock karena diminta oleh Ibu Acin dari Musica membuatkan lagu untuk Chrisye. Seminggu Pongki tidak menemukan ide hingga ditelepon berkali-kali oleh Ibu Acin. Akhirnya Pongki pun menjanjikan lagu seperti yang Ibu Acin minta keesokan hari akan sudah jadi.

“Jadi saya tulis di kertas ‘Seperti Yang Ibu Acin Minta’ terus saya nyari idenya baru deh jadi,” ujar Pongki sambil tertawa perihal lagu yang kemudian berjudul ‘Seperti Yang Kau Minta’.

Sementara sambil duduk Lukman tengah sibuk berusaha menghafal naskahnya. Tiba-tiba dia mengeluh salah satu kakinya seperti mengalami kram selama beberapa hari ini. Ada yang menyeletuk sambil bercanda sepertinya itu karena faktor “U” alias umur.

Satu per satu anggota Bakuucakar mulai memasuki ruangan ganti dimana Glenn tengah rehat. Glenn kemudian memutuskan bangun. Setelahnya dia keluar dan bercanda dengan Chicco dan Lukman. Tulus pun ikut bergabung. Lukman memberitahukan Glenn bahwa tanggal 1 April mendatang akan diputar film klasik Darah & Doa karya Usmar Ismail sebagai puncak peringatan Hari Film Nasional.

Mereka pun kemudian membahas sebuah rencana besar Lukman berkaitan dengan karya-karya ayahnya, Idris Sardi. Lukman bercerita bagaimana ayahnya menyimpan banyak partitur dan pita-pita rekaman karyanya dengan cukup baik. Glenn terlihat sangat antusias dengan proyek yang akan dijalankan oleh Lukman dan bersedia untuk turut terlibat.

Setelah menghabiskan sebatang rokok, Tulus bergegas menuju kamar mandi mengambil wudhu. Beberapa saat menanti sajadah untuk dipakai sholat tak kunjung didapatkan, Tulus kemudian memutuskan untuk sholat dengan plastik sebagai alas kepalanya ketika sujud.

Ruang ganti semakin ramai. Nicky terlihat terheran-heran melihat sepatu ukuran besar milik Tulus. Dia pun kemudian mencobanya dan tertawa takjub. Rifka dan Bonar pun juga merasakan hal yang sama. Glenn bergegas mandi. Nicky mengganti baju. Sementara setelah usai ganti baju, Rayen melakukan pemanasan dengan mengayunkan stik drumnya ke bangku.

Usai mandi sambil duduk di tempat tidur lipatnya berbincang dengan Oleg dan Aryono Huboyo Djati. Mereka sempat menyinggung masalah konflik Ambon dimana ternyata Glenn pernah sempat terjebak di sana ketika konflik tengah meledak. Glenn mengatakan pada saat itu dia sudah pasrah saja dan mendapatkan sebuah hidayah.

Newsmusik sempat bergeser ke ruangan lain dimana terlihat Tulus, Ririe dan Lukman tengah asyik berbincang. Lukman menceritakan bagaimana caranya dia mendalami sebuah peran. Tulus mengungkapkan kekagumannya pada penari dan pemain film yang menurutnya mereka “gila” bisa melakoni hal seperti itu.

30 menit menjelang konser, Bakuucakar membahas setlist lagu yang berubah. Kemudian setelah menemukan titik terang, mereka melakukan latihan kecil demi memantapkan ketika akan dibawa nanti. Lagu yang dilatih adalah ‘Negeriku’ yang rencananya akan dibawakan ketika sebagai encore.

Merasa mantap, latihan akhirnya disudahin. Semua pengisi acara dan perwakilan tim produksi berkumpul untuk melakukan kordinasi akhir. Emilio Wattimena sebagai stage manager membeberkan jalannya konser berdasarkan rundown. Dengan membentuk lingkaran dan saling berangkulan, mereka tenggelam dalam khusyuk berdoa dalam hati masing-masing.

Semua kemudian turun untuk menuju panggung. Terdengar Yura dan Gilbert yang sudah selesai membuka tengah memberikan penjelasan tentang musikbagus.org. satu per satu Bakuucakar mulai memasuki panggung yang masih dalam keadaan tertutup oleh layar dan minim penerangan. Setelah voice over Glenn menerangkan tentang Sabda Rindu layar kemudian terbuka dan konser pun dimulai.

Usai konser yang penuh semangat tersebut, semuanya meluapkan kegembiraan dengan saling berpelukan. Mereka kemudian berbaur dengan anggota keluarga dan teman-teman yang ada di backstage. Anak-anak kecil dengan riang berlarian dan bermain di antara orang-orang dewasa. Suami istri dari Belanda kembali menemui Glenn yang disambut dengan ucapan terima kasih dan rasa hormat kepada mereka.

Glenn masih meladeni foto-foto dengan penggemarnya sebelum kemudian naik ke ruangan atas untuk menemui Rame Rame People. Setelah foto bersama, Glenn memberikan sebuah saran dan gagasan kepada Rame Rame People untuk menggelar sebuah kegiatan.

Waktu nyaris menyentuh jam 12 malam, Newsmusik pun pamit untuk pulang dengan terlebih dahulu menyempatkan “merayu” Glenn agar dapat kesempatan untuk ikut dalam perayaan 20 tahun berkarya tahun depan di Ambon. Sukses dan semangat terus untuk berkarya Glenn. /yoseR

 

Note : Newsmusik mengucapkan terima kasih kepada Glenn Fredly dan Ika (Bumi Entertainment) yang memberi kesempatan untuk mengikuti Konser Sabda Rindu dari persiapan sampai selesai.

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found