Vina Panduwinata

Kekenesan Membawa Ceria

Di ruangan yang cukup luas orang-orang berkumpul membentuk lingkaran. Bersama-sama memejamkan mata sambil berdoa. Setelahnya semua kompak menyatukan salah satu tangannya di tengah-tengah lingkaran. Diakhiri dengan mengangkat tangan itu bersama-sama ke atas sambil berteriak.

Hal di atas tampaknya menjadi salah satu ritual yang selalu NewsMusik lihat di belakang panggung ketika sebuah pentas akan dimulai. Berkumpul untuk berdoa bersama dan sekaligus menanamkan semangat untuk semua yang terlibat. Kali ini hal yang sama NewsMusik saksikan di belakang panggung pentas Vina Panduwinata di Titan Center, Bintaro, Tangerang, pada Sabtu awal bulan   silam.

Memasuki bulan September, coba perhatikan sosial media bagaimana orang-orang menyambut bulan tersebut. Salah satu yang mendominasi adalah pernyataan bahwa September adalah bulan ceria. Tak jarang pula yang kemudian menyertakan cuplikan atau judul lagu ‘September Ceria’. Tak lain adalah lagu populer milik Vina yang juga menjadi tajuk konser tersebut.

Beberapa menit menjelang pentas, Vina masih sibuk di ruang ganti. Entah itu menyempurnakan tata rias mau pun busana. Setelah mematut diri sejenak dan dirasa cukup, barulah dia beranjak menuju belakang panggung. Pentas September Ceria pun dimulai. tentu saja tidak ada lagu yang paling tepat untuk memulai selain ‘September Ceria’ itu sendiri.

‘Mas, bisa tolong dikecilin nggak suaranya ya? Kuping saya nggak kuat,” tanya seorang ibu yang dari penampakannya terlihat sepuh kepada NewsMusik. Keluhan itu disampaikan ibu tersebut karena memang suara yang dikeluarkan melalui pengeras suara cukup keras. Tidak bersahabat memang bagi ibu tadi. Tapi hebatnya beliau tetap bertahan sampai pentas selesai. Tentu dengan sesekali menutup rapat kedua telinga dengan tangannya.

02Foto-foto Yose

Memang sayang bila harus melewatkan penampilan penyanyi yang dijuluki Si Burung Camar. Pengalaman telah merasakan puluhan bahkan ratusan panggung selama lebih dari tiga dekade membuatnya matang dalam hal penampilan. Tak bisa dilepaskan dari Vina tentu saja tingkah kenesnya.

Lihat bagaimana dia pura-pura ngambek ketika suara penonton menurutnya terlalu pelan ketika menyanyi. Atau dengan sikap manja permisi untuk melepas sepatu dan aksesori busana yang tengah dikenakannya.

Tapi yang membuat betah sudah pasti adalah suara khas nan merdu milik Vina. Dilantunkannya lagu-lagu yang sudah dihafal oleh penonton. Termasuk di antara penonton itu adalah Fariz RM, Melly Goeslaw dan Anto Hoed. Untuk mereka, Vina menyanyikan lagu yang tidak ada dalam daftar susunan lagu. Untunglah band pengiring selalu siap dengan kejutan dan rencana dadakan itu.

‘Biru’, ‘Mawar Merah’, ‘Kumpul Bocah’, ‘Di Dadaku Ada Kamu’, atau ‘Dia’ adalah beberapa lagu yang dibawakan Vina malam itu. Ketika menyanyikan ‘Dia’, pemilik nama lengkap Vina Dewi Sastaviyana Panduwinata menghampiri penonton. Lalu menodongkan pelantang ke Melly dan Fariz untuk menyanyikannya.

Lagu lain yang diserahkan Vina untuk dinyanyikan penonton adalah ‘Aku Makin Cinta’. Lagu yang dicuplik dari album tahun 1989 ini memang memiliki “daya bunuh” sangat tinggi. Sayang, menurut NewsMusik pesona lagu ini sempat “tercemar” ketika dijadikan lagu iklan produk krim sabun cuci.

Setelah menyanyikan ‘Aku Cinta Kepadamu’, Vina silam sejenak untuk bersalin. Penonton yang menunggu tidak hanya disuguhkan panggung kosong. Jeda itu diisi oleh penampilan DJ Goeslann, Ikmal Tobing dan Nadira Adnan. Gebukan drum Ikmal penuh semangat semakin menambah kebisingan dan berarti menambah “penderitaan” ibu yang diceritakan tidak kuat dengan suara keras.

03Foto-foto Yose

Ketika muncul kembali di atas panggung, Vina mengenakan aksesori di atas kepala menyerupai jambul burung. Dengan bercanda dia mengatakan sengaja berjambul agar menyerupai gaya mohawk Ikmal. Vina lalu berkolaborasi menyanyikan lagu-lagunya dengan Ikmal dan DJ Goeslann. Jadilah ‘Burung Camar’ dan ‘Surat Cinta’ memiliki warna baru dalam musiknya.

“Kalau sudah di atas panggung, kita (penyanyi) rajanya,, kita ratunya. Terserah kita mau ngapain. Jadi yang paling penting utama (bagi penyanyi) di atas panggung adalah bagaimana membuat orang yang ada di depan kita (penonton) bahagia,” ujar Vina.

Malam itu Vina masih memiliki taji untuk membuat penonton berbahagia. Setelah usai pentas banyak yang menghampiri ke belakang panggung untuk berfoto bersama. Vina pun meladeni permintaan itu dengan senang hati dan semringah. /yoseR

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found